Tautan-tautan Akses

Obama: Putin, Separatis Harus Patuhi Gencatan Senjata di Ukraina


Presiden Obama mendesak Presiden Putin untuk menekan separatis Ukraina pro-Rusia agar mematuhi gencatan senjata selama seminggu dan menghentikan pengiriman senjata melintasi perbatasan dari Rusia ke Ukraina, Senin, 23 Juni 2014 (Foto: dok).

Presiden Obama mendesak Presiden Putin untuk menekan separatis Ukraina pro-Rusia agar mematuhi gencatan senjata selama seminggu dan menghentikan pengiriman senjata melintasi perbatasan dari Rusia ke Ukraina, Senin, 23 Juni 2014 (Foto: dok).

Presiden Obama meminta Presiden Putin untuk menekan separatis Ukraina pro-Rusia agar mematuhi gencatan senjata selama seminggu dan menghentikan pengiriman senjata melintasi perbatasan Rusia-Ukraina, Senin (23/6).

Presiden Amerika Barack Obama mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin agar bekerja sama dengan Kyiev untuk melaksanakan rencana pemimpin Ukraina Petro Poroshenko untuk meredakan ketegangan politik, dimulai dengan gencatan senjata yang dideklarasikan hari Jumat.

Obama berbicara dengan Putin melalui telepon, Senin malam (23/6). Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika itu meminta Putin untuk menekan separatis Ukraina pro-Rusia agar mematuhi gencatan senjata selama seminggu dan menghentikan pengiriman senjata melintasi perbatasan dari Rusia ke Ukraina.

Obama mengatakan kepada Presiden Putin bahwa "kata-kata harus disertai dengan tindakan" dan Amerika tetap siap untuk memberlakukan sanksi tambahan, bekerjasama dengan sekutu dan mitranya, jika memungkinkan.

Sebelumnya hari Senin (23/6), seorang pemimpin separatis pro-Rusia yang memerangi pasukan Ukraina di Ukraina timur mengatakan pemberontak akan mematuhi gencatan senjata sampai tanggal 27 Juni, supaya berjalan paralel dengan gencatan senjata Poroshenko itu.

Pengumuman itu dikeluarkan selagi pemberontak bergabung dengan utusan Rusia dan perunding Ukraina dalam pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri krisis yang mencengkeram bekas republik Soviet itu. Mantan presiden Leonid Kuchma hadir mewakili Ukraina.

Kuchma mengatakan kepada wartawan bahwa karena kesepakatan itu "salah satu masalah utama yang menghalangi perundingan] telah diselesaikan."

Para pejabat mengatakan pembicaraan lebih lanjut akan dilakukan minggu ini.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG