Tautan-tautan Akses

AS

Obama Berang Karena Senat Tolak Amandemen RUU Senjata

  • Kent Klein

Presiden AS Barack Obama berbicara mengenai penolakan amandemen RUU kepemilikan senjata di Senat bersama Wakil Presiden Joe Biden, mantan anggota Kongres Gabrielle Giffords dan keluarga korban penembakan.

Presiden AS Barack Obama berbicara mengenai penolakan amandemen RUU kepemilikan senjata di Senat bersama Wakil Presiden Joe Biden, mantan anggota Kongres Gabrielle Giffords dan keluarga korban penembakan.

Presiden AS Barack Obama berang karena Senat menolak amandemen RUU kepemilikan senjata, dengan mengatakan para senator pengecut.

Menyusul penolakan Senat Amerika atas amandemen RUU yang mensyaratkan para pembeli senjata api untuk terlebih dulu lolos pemeriksaan latar belakang, Presiden Barack Obama dengan marah menyalahkan sekelompok kecil senator dan kelompok pemilik senjata api. Baik Presiden maupun keluarga para korban penembakan bersumpah akan terus berjuang.

Mark Baden yang empat bulan lalu kehilangan putranya Daniel, 7, dalam penembakan massal di sekolah dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut, dalam konferensi pers bersama Presiden Barack Obama di Rose Garden Gedung Putih berbicara dengan suara bergetar menanggapi penolakan amandemen oleh Senat. Presiden Obama sampai meletakkan tangannya di pundak Baden ketika ayah yang berduka itu bicara.

Ketika Presiden Obama bicara di podium, Rabu (17/4), presiden yang dikenal karena sifat tenangnya itu akhirnya bicara keras. Ia menuding para senator dari fraksi Republik dan Demokrat yang menentang amandemen RUU Pengendalian Senjata itu pengecut.

Presiden Obama juga menyalahkan National Rifle Association (NRA) dan kelompok-kelompok pemilik senjata api lain mendistorsi ketentuan-ketentuan dalam undang-undang.

Senator Chuck Grassley dari fraksi Republik yang memilih menentang amandemen RUU itu mengatakan perluasan pemeriksaan latar belakang tidak akan mencegah penembakan di seperti di Connecticut.

Aturan tersebut merupakan kompromi bipartisan yang dimaksudkan untuk membuat senjata api tidak jatuh ke tangan para kriminal dan mereka yang sakit jiwa.

Lima puluh empat dari 100 senator setuju melakukan amandemen, tetapi berdasarkan aturan di Senat, diperlukan 60 suara untuk meloloskan amandemen tersebut.

Presiden Obama mengatakan kekalahan itu hanya “ronde pertama” dari perjuangan untuk memperketat pengawasan senjata.

Mantan anggota Kongres Gabrielle Giffords yang ditembak ketika sedang melakukan pertemuan dengan para konstituennya di Arizona pada 2011, berdiri di samping Presiden Obama ketika ia berbicara di Gedung Putih. Sebelum acara itu, Gabby mengirim pesan lewat media sosial dengan mengatakan Senat telah mengabaikan kehendak rakyat.
XS
SM
MD
LG