Tautan-tautan Akses

Netanyahu Perintahkan Penghentian Anggaran Israel bagi PBB


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri rapat mingguan kabinet di kantornya di Yerusalem, 25 Desember 2016.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri rapat mingguan kabinet di kantornya di Yerusalem, 25 Desember 2016.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang marah terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan diakhirinya pembangunan permukiman lebih jauh di wilayah yang diduduki, mengatakan telah memerintahkan penghentian anggaran bagi lima institusi PBB.

Resolusi diloloskan oleh 15 anggota Dewan Keamanan PBB hari Jum’at (23/12) setelah Amerika memutuskan untuk tidak memveto resolusi tersebut. Dalam beberapa kesempatan anggota-anggota dewan itu memang telah berupaya mengekang perluasan pembangunan permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang dilakukan Israel.

Dalam pidato yang ditayangkan televisi hari Sabtu (24/12), Netanyahu mengatakan perintahnya itu akan menahan hampir delapan juta dolar anggaran bagi beberapa institusi PBB yang tidak disebut namanya, dan menegaskan bahwa "ada beberapa keputusan lain yang akan dikeluarkan." Tetapi ia tidak merinci lebih jauh.

Netanyahu mengatakan telah memerintahkan kementerian luar negeri agar dalam waktu satu bulan mendatang mengkaji seluruh keterlibatan Israel dengan badan dunia itu, termasuk pendanaan dan kehadiran wakil-wakil PBB di wilayah Israel.

Netanyahu Panggil Pulang Duta Besar Israel di Selandia Baru & Senegal

Netanyahu menyebut abstain-nya Amerika dan resolusi itu sebagai hal yang "memalukan" dan mengatakan pemerintahnya akan mengabaikan ketentuan itu. Ia juga memanggil duta besar Israel di Selandia Baru dan Senegal, dua dari empat negara yang mensponsori resolusi itu, dan menangguhkan program bantuan Israel bagi negara Afrika Barat itu.

Netanyahu kemudian mengarahkan ketidaksukaannya terhadap resolusi itu kepada pemerintah Amerika, dan menuduh Presiden Barack Obama mundur dari komitmen sejak lama untuk senantiasa mendukung Israel. "Keputusan Obama itu tidak hanya tidak membantu kita mencapai perdamaian, tetapi juga menghalangi perdamaian itu sendiri," kecam Netanyahu.

Palestina & Negara-negara Arab Puji Resolusi DK PBB

Sementara itu Palestina dan negara-negara Arab memuji resolusi tersebut.

Mantan perunding perdamaian Palestina Saeb Erekat menyebut resolusi itu sebagai "pesan yang jelas dan bulat" bagi Netanyahu bahwa kebijakan-kebijakannya tidak akan mencapai perdamaian atau keamanan, baik di Israel maupun di wilayah-wilayah lain di kawasan tersebut.

Kantor berita Perancis AFP mengutip juru bicara Hamas yang menyuarakan penghargaan kepada para utusan yang memutuskan resolusi tersebut.Fawzy Barhoum menggambarkan resolusi itu sebagai "putusan bagi hak rakyat Palestina untuk hidup di tanah mereka." [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG