Tautan-tautan Akses

Menlu Prancis Desak Israel dan Hizbullah Tidak Lakukan Eskalasi


Seorang pria tampak berdiri di atas reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan Israel di desa Hanine, di selatan Lebanon, pada 25 April 2024. (Foto: AP/Mohammed Zaatari)
Seorang pria tampak berdiri di atas reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan Israel di desa Hanine, di selatan Lebanon, pada 25 April 2024. (Foto: AP/Mohammed Zaatari)

Menteri Luar Negeri Prancis Stéphane Séjourné berkunjung ke Lebanon pada hari Minggu (28/4) dan mendesak Israel dan Hizbullah agar tidak melakukan eskalasi lebih lanjut.

Séjourné tiba di Lebanon pada hari Minggu sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk menengahi peredaan konflik di perbatasan Lebanon-Israel.

“Kami menolak skenario terburuk. Di Lebanon selatan, perang sudah terjadi, meski tidak disebutkan namanya, dan masyarakat sipil yang menanggung dampaknya,” kata Séjourné dalam sebuah jumpa pers.

Mengenai upaya diplomatik yang sedang berlangsung menuju deeskalasi di perbatasan Israel-Lebanon, Séjourné mengatakan “upaya itu harus memungkinkan semua pihak untuk mencapai kesepakatan, atau setidaknya membuat proposal dan bereaksi terhadap proposal Prancis.”

Séjourné menolak memberikan rincian lebih lanjut tentang proposal Prancis menjelang perjalanannya ke Israel pada hari Selasa (30/4).

Dia mengatakan akan melakukan “konsultasi” dengan otoritas Israel untuk mencapai kesepakatan.

Kelompok militan Lebanon, Hizbullah, hampir setiap hari melakukan serangan terhadap pasukan Israel di wilayah perbatasan – dan terkadang lebih jauh lagi – selama hampir tujuh bulan dengan latar belakang perang Israel melawan sekutu Hizbullah, Hamas, di Gaza.

Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 350 orang di Lebanon, sebagian besar adalah pejuang Hizbullah dan kelompok-kelompok sekutunya, tetapi juga mencakup lebih dari 50 warga sipil. Serangan Hizbullah sendiri telah menewaskan 10 warga sipil dan 12 tentara di Israel.

Seorang pejabat diplomatik Prancis yang berbicara dengan kondisi anonim karena tidak berwenang berbicara dengan wartawan, mengatakan tujuan kunjungan Séjourné itu adalah untuk menyampaikan “ketakutan Prancis akan perang di Lebanon” dan untuk mengajukan amandemen terhadap proposal yang sebelumnya diajukan Paris kepada Lebanon untuk resolusi diplomatik terhadap konflik perbatasan.

Proposal Prancis sebelumnya mengharuskan Hizbullah menarik pasukannya ke posisi 10 kilometer dari perbatasan.

Hizbullah telah mengisyaratkan kesediaannya untuk menerima usul tersebut namun mengatakan tidak akan ada kesepakatan di Lebanon sebelum ada gencatan senjata di Gaza. [lt/ka]

Forum

XS
SM
MD
LG