Tautan-tautan Akses

Menhan Amerika: Turki Bisa Berperan Penting di Irak

  • Dorian Jones

Presiden Turki Abdullah Gul (kanan) menyambut Menhan AS Leon Panetta sebelum pembicaraan di Ankara (16/12).

Presiden Turki Abdullah Gul (kanan) menyambut Menhan AS Leon Panetta sebelum pembicaraan di Ankara (16/12).

Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta mengunjungi Turki setelah menghadiri upacara penarikan pasukan Amerika yang akan meninggalkan Irak akhir bulan ini, di Baghdad hari Kamis. Dengan penarikan pasukan AS, Panetta menilai Turki berpotensi memainkan peranan penting di Irak.

Menteri pertahanan Amerika, Leon Panetta berada di Turki selama dua hari untuk bertemu dengan pemimpin politik negara itu, Irak diperkirakan menjadi topik penting dalam agenda pertemuan itu. Beberapa sekutu NATO sudah semakin bekerjasama di wilayah itu.

Bulan lalu, Amerika memindahkan pesawat tak berawaknya dari Irak ke pangkalan udara Incirlik di Turki yang dekat dengan perbatasan Irak.

Pakar hubungan internasional Soli Ozel dari Universitas Kadir Has mengatakan dengan ditariknya pasukan Amerika keluar dari Irak pada akhir bulan ini, kerjasama itu akan semakin erat.

Ia mengatakan, “Saya perkirakan akan semakin banyak pesawat tak berawak Amerika yang akan terbang di wilayah udara Irak untuk terus mengawasi berbagai hal. Dan saya kira mereka ingin pangkalan udara Incirlik lebih terbuka untuk digunakan oleh Amerika. Secara politik mereka sangat ingin agar Turki memastikan tidak ada konflik antara suku Kurdi dan Arab. Dengan cara mempertahankan otonomi atau keberadaan wilayah pemerintahan Kurdistan.”

Wilayah Kurdi yang semih otonom di Irak , yang berbatasan dengan Turki, menurut para pengamat, secara strategis sangat penting bagi Amerika.

Akhir bulan lalu, juru bicara Kementrian Luar Negeri Turki, Selcuk Unal mengatakan Amerika telah mengusulkan (agar Turki) mengambil alih peran untuk melatih personil militer Irak, dengan ditariknya pasukan Amerika. “Kami telah ikut melatih unsur-unsur militer di Irak dalam kerangka kerja NATO. Isu ini telah muncul dalam agenda dan tentu saja, kami akan mempertimbangkannya," ujar Unal.

Langkah semacam itu dilihat sebagai penguatan pengaruh Turki di wilayah Irak yang lebih luas untuk melawan apa yang dikatakan para pengamat bertambahnya pengaruh Iran dengan ditariknya pasukan Amerika.

Dalam beberapa tahun ini Turki mencoba memperluas pengaruh politiknya di Irak. Negara itu dilaporkan mendukung koalisi kelompok Sunni dan kelompok sekuler yang dipimpin oleh Ayad Allawi dalam pemilu Irak tahun lalu, melawan PM yang berkuasa, Nouri al-Maliki, yang terlihat dekat dengan Iran.

Tetapi pakar hubungan internasional, Soli Ozel mengatakan meskipun Turki berkeinginan untuk menantang pengaruh Iran, sudah ada polemik yang berkembang di Irak terhadap Turki.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Turki ingin turut berperan, tetapi minggu lalu saja, Maliki tampak kesal pada Turki karena apa yang dilakukannya. Jadi hubungan kedua negara mungkin tidak terlalu baik. Dan itu bukanlah kejutan karena Turki tidak ingin Maliki menjadi perdana menteri.”

Upaya apapun dari Turki untuk menantang pengaruh Iran di Irak tampaknya akan membuat hubungan semakin tegang dengan Iran. Hubungan tersebut sudah mengalami tekanan karena dukungan Turki terhadap oposisi yang melawan mitra penting Iran, Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

XS
SM
MD
LG