Tautan-tautan Akses

Menguak Misteri Multiple Sclerosis

  • Budi Setiawan

Susunan mielin penderita MS.

Susunan mielin penderita MS.

Sebuah kajian baru dari New Mexico menemukan bahwa faktor keturunan bukan satu-satunya penyebab penyakit ini.

Tak kurang dari sekitar 1, 2 juta orang di dunia menderita multiple sclerosis, atau MS. Umumnya, penyakit ini banyak menyerang perempuan kulit putih.

MS adalah gangguan otoimun, ketika sistem kekebalan tubuh pasien menyerang mielin yang menyelubungi sel-sel syaraf. Mielin berperan vital dalam mempercepat reaksi syaraf bagi seluruh tubuh dan kerusakan mielin dapat menimbulkan kecacatan.

Para peneliti telah lama menduga bahwa MS menyerang mereka yang cenderung mengidap penyakit ini akibat kombinasi mutasi gen yang diturunkan dan faktor lingkungan, seperti infeksi virus atau tinggal di tempat beriklim sedang.

Sebagai bukti bahwa faktor lingkungan mungkin memiliki pengaruh bagi pembentukan MS, sebuah tim ilmuwan telah mendapati beberapa orang dengan mutasi genetik MS pada DNA mereka, yang tidak pernah mengalami penyakit ini. Mereka melakukan analisis genetika lengkap terhadap tiga pasangan kembar identik, dua di antaranya kembar perempuan. Mereka tidak memperoleh penjelasan biologis mengapa, pada 30 persen kasus, satu pasang kembar mengidap MS dan yang lainnya tidak.

Meski analisis genetika tidak mengungkapkan apapun mengenai mengapa satu pasangan kembar mengidap MS sedangkan yang lainnya tidak, Stephen Kingsmore, peneliti genetika pada Pusat Sumberdaya Genom Nasional di Santa Fe, New Mexico, yang memimpin kajian ini, mengatakan temuannya paling tidak mengukuhkan bahwa MS dipicu oleh kombinasi faktor risiko lingkungan dan genetika.

Kingsmore menyatakan peta genetika mereka mengenai kembar MS itu merupakan analisis DNA komplet pertama terhadap pasangan kembar identik, perempuan, dan penyakit otoimun.

Kingsmore menyatakan penelitian itu dapat membantu para ilmuwan peminat penyakit-penyakit otoimun lainnya, seperti lupus atau diabetes pada anak-anak, meneliti penyebabnya lebih dalam. Artikel mengenai penelitian ini dimuat baru-baru ini dalam jurnal Nature.

XS
SM
MD
LG