Tautan-tautan Akses

Masjid Al-Aqsa Buka Sebagian Setelah Bentrokan di Yerusalem


Seorang demonstran Palestina melemparkan kembali kaleng gas airmata kepada polisi Israel saat terjadinya bentrokan dekat masjid al-Aqsa, Jumat (31/10)

Seorang demonstran Palestina melemparkan kembali kaleng gas airmata kepada polisi Israel saat terjadinya bentrokan dekat masjid al-Aqsa, Jumat (31/10)

Pihak berwenang membatasi akses ke kompleks yang disengketakan itu, yang di dalamnya terdapat masjid Al-Aqsa, menyusul bentrokan terkait pembunuhan seorang warga Palestina oleh pasukan keamanan Israel.

Masjid Al-Aqsa di Yerusalem sebagian dibuka kembali hari Jumat (31/10), ketika pasukan keamanan Israel membiarkan para perempuan dan para lelaki lebih tua untuk beribadah sholat setelah sepenuhnya menutup kompleks itu sehari sebelumnya.

Pasukan keamanan Palestina dan Israel bentrok di Tepi Barat, setelah dibukanya kembali sebagian masjid Al-Aqsa itu untuk sholat Jumat.

Warga Palestina berdemonstrasi di dekat Hebron dan di pos pemeriksaan Qalandiya setelah sholat Jumat, menyerukan “hari kemarahan,” dan pasukan Israel meresponnya dengan gas air mata dan senjata kejut. Tidak ada laporan segera mengenai jatuhnya korban.

Polisi Israel dikerahkan di sekitar lokasi suci itu, yang oleh orang Yahudi dikenal sebagai Bukit Bait Allah dan yang oleh umat Islam disebut sebagai Haram al-Sharif.

Pihak berwenang membatasi akses ke kompleks yang disengketakan itu, yang di dalamnya terdapat mesjid Al-Aqsa, menyusul bentrokan terkait pembunuhan seorang warga Palestina oleh pasukan keamanan Israel. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut penutupan itu sebagai tindakan perang.

Pria Muslim di bawah usia 50 tahun masih dilarang memasuki kompleks itu hari Jumat.

Kompleks suci itu ditutup setelah polisi menembak mati Muataz Hijazi, yang diduga menembak dan mengakibatkan luka parah seorang rabi garis keras, Yehuda Glick, hari Rabu (29/10) malam.

Ketegangan antara warga Yahudi dan Palestina di Yerusalem telah meningkat sejak perang dua bulan di Gaza antara Israel dan Hamas yang menewaskan lebih dari 2.100 orang, sebagian besar warga sipil.

XS
SM
MD
LG