Tautan-tautan Akses

Malaysia Airlines Ubah Rute ke Atas Suriah


Layanan pelacak penerbangan Swedia Flightradar24 AB memperlihatkan peta penerbangan yang menunjukkan perubahan rute Malaysian Airlines penerbangan MH4, yang terbang dari Kuala Lumpur ke London.

Layanan pelacak penerbangan Swedia Flightradar24 AB memperlihatkan peta penerbangan yang menunjukkan perubahan rute Malaysian Airlines penerbangan MH4, yang terbang dari Kuala Lumpur ke London.

Ada perubahan dalam rute Malaysia Airlines penerbangan MH4, yang terbang dari Kuala Lumpur ke London, yaitu melintasi Suriah.

Malaysia Airlines mengubah rute sebuah penerbangan di atas Suriah pada Minggu (20/7) setelah jalur biasanya di atas Ukraina ditutup, mencerminkan tantangan-tantangan yang dihadapi maskapai-maskapai penerbangan dalam menemukan rute-rute bebas konflik antara Asia dan Eropa.

Setelah Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH17 ditembak jatuh Kamis pekan lalu oleh rudal darat ke udara di Ukraina timur, maskapai-maskapai penerbangan mulai menghindari wilayah udara di atas lokasi pertempuran militer Ukraina dengan pemberontak yang didukung Rusia.

Layanan pelacak penerbangan Swedia Flightradar24 AB mengunggah peta penerbangan di akun Twitternya pada Senin menunjukkan perubahan dalam rute Malaysia Airlines penerbangan MH4, yang terbang dari Kuala Lumpur ke London.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan penerbangan ini sebelumnya melintas di atas Ukraina timur.

Suriah sedang menghadapi perang saudara, di mana 170.000 orang telah tewas sejak 2011.

Fredrik Lindahl, CEO Flightradar24 AB, mengatakan relatif tidak biasa bagi penerbangan-penerbangan antar-benua untuk melintasi Suriah.

"Di Irak, selalu ada pesawat terbang di sana. Tidak ada jalan lain untuk mengakses bagian-bagian Timur Tengah selain menggunakan koridor Irak," ujarnya.

"Tapi Suriah jarang. Kita tidak melihat ada penerbangan antar-benua lain yang melewati wilayah udara Suriah kemarin."

Beberapa lalu lintas regional menggunakan wilayah udara Suriah, termasuk penerbangan maskapai Timur Tengah menuju Beirut, Senin, menurut laman Flightradar24.

Malaysia Airlines mengatakan rencana penerbangan MH4 adalah sesuai dengan rute-rute yang telah disetujui oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

“Sesuai dengan pemberitahuan yang diberikan pada Otoritas Penerbangan Sipil Suriah, wilayah udara Suriah tidak mendapat pembatasan," ujar Malaysia Airlines dalam pernyataan. "MH4 pada keseluruhan penerbangan ada di wilayah udara yang disetujui ICAO."

Kenneth Quinn, mantan kepala Administrasi Penerbangan Federal AS dan sekretaris Yayasan Keselamatan Penerbangan di AS, mempertanyakan kebijakan terbang "di atas wilayah berkonflik" namun mengatakan ia tidak tahu adanya ancaman kredibel terhadap pesawat-pesawat yang terbang di wilayah udara Suriah.

Tim Clark, presiden Emirates Airlines, salah satu maskapai terbesar di dunia, mengatakan sulit menghindari penerbangan di atas zona-zona konflik dalam rute-rute utama antara Timur dan Barat.

Para maskapai berasumsi bahwa ketika rencana penerbangan diterima dalam wilayah udara yang dikontrol, akan aman terbang di rute tersebut, ujar Clark. Mungkin perlu ada perubahan-perubahan dalam cara industri menilai risiko-risiko menyusul bencana MH17, tambahnya.

Ratusan penerbangan secara rutin melintasi Ukraina sebelum insiden Kamis, dan bukanlah sesuatu yang tidak biasa bagi maskapai internasional untuk terbang di atas zona perang seperti Afghanistan.

John Saba, dosen program manajemen penerbangan terintegrasi di McGill University, Montreal, mengatakan pemerintah Suriah sepertinya tidak akan menembak rudal pada pesawat komersial.

“Pertanyaannya adalah: siapa yang memiliki akses terhadap rudal-rudal ini dan berapa rentangnya?" ujarnya.

Administrasi Penerbangan Federal AS, yang aturan-aturannya termasuk paling ketat di dunia, "sangat tidak menyarankan" operator-operator AS untuk terbang dari, menuju atau di atas Suriah, menurut pemberitahuan tertanggal Mei 2013 di laman mereka. (Reuters)

XS
SM
MD
LG