Tautan-tautan Akses

Laporan: 1.000 Atlet Olimpiade Rusia Terkait Skandal Doping


Seorang pria berjalan melewati papan bertuliskan "Doping Control" di lokasi Olimpiade Musim Dingin 2014 di Krasnaya Polyana, Socci, Rusia, 21 Februari 2014. (Foto: dok).

Seorang pria berjalan melewati papan bertuliskan "Doping Control" di lokasi Olimpiade Musim Dingin 2014 di Krasnaya Polyana, Socci, Rusia, 21 Februari 2014. (Foto: dok).

Temuan ini mengukuhkan dan memperluas bukti-bukti yang diungkapkan dalam laporan pertama McLaren yang dikeluarkan pada bulan Juli, yang menyebabkan WADA menyerukan pengecualian Rusia dari Olimpiade Rio 2016.

Sebuah laporan baru mengenai doping sistematis Rusia telah menemukan bahwa lebih dari 1.000 atlet Rusia yang bersaing di Olimpiade musim panas dan musim dingin serta Paralimpiade terlibat dalam atau diuntungkan oleh konspirasi terorganisasi untuk menyembunyikan hasil tes doping yang positif.

Laporan ini mungkin akan meningkatkan tekanan pada Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk menghukum Rusia sebelum Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan.

Penyidik Badan Anti-Doping Dunia (WADA) Richard McLaren, profesor hukum Kanada, merilis laporan terbarunya, Jumat (9/12) mengenai dugaan kecurangan dan upaya menutup-nutupinya yang disponsori negara di Rusia, khususnya yang melibatkan Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi, Rusia.

"Itu upaya menutup-nutupi yang berevolusi dari kekacauan tidak terkendali menjadi konspirasi yang dilembagakan dan disiplin untuk memenangkan medali," kata McLaren kepada para wartawan.

Temuan ini mengukuhkan dan memperluas bukti-bukti yang diungkapkan dalam laporan pertama McLaren yang dikeluarkan pada bulan Juli, yang menyebabkan WADA menyerukan pengecualian Rusia dari Olimpiade Rio 2016.

IOC menolak seruan itu, dan mengizinkan federasi olahraga internasional untuk memutuskan atlet Rusia mana yang boleh bersaing. Lebih dari 100 atlet Rusia akhirnya dilarang bertanding di Olimpiade Rio 2016. [as/uh]

XS
SM
MD
LG