Tautan-tautan Akses

Kudeta Militer Jenderal Prayuth Chan-ocha dan Politik Thailand


Jenderal Prayuth Chan-ocha (tengah) saat mengumumkan pengambilalihan kekuasaan melalui siaran televisi di Bangkok, Thailand, Kamis, 22 Mei 2014 yang lalu (Foto: dok).

Jenderal Prayuth Chan-ocha (tengah) saat mengumumkan pengambilalihan kekuasaan melalui siaran televisi di Bangkok, Thailand, Kamis, 22 Mei 2014 yang lalu (Foto: dok).

Jenderal Prayuth Chan-ocha yang memimpin pengambilalihan pemerintahan di Thailand, dikenal sebagai pembela kuat kerajaan (monarki) dan musuh mantan perdana menteri dalam krisis politik yang terjadi di negara itu.

Dalam kudeta hari Kamis (23/5), Jenderal Prayuth Chan-ocha tersebut melaksanakan apa yang sudah merupakan prerogatif tradisional panglima-panglima militer di Thailand. Sejak menjadi negara monarki konstitusional tahun 1932 Thailand telah mengalami 12 kudeta yang sukses.

Jenderal Prayut mengatakan kudeta itu ditujukan ‘untuk memelihara perdamaian dan ketertiban serta mengatasi masalah negara’ meskipun ia juga tampak memandang rendah pemerintahan yang digantikannya.

Hari Jumat (23/5) militer memanggil mantan perdana menteri Yingluck dan pengganti sementaranya Boonsongpaisan, dan menahan menteri kabinet maupun juga para pemimpin protes dari kedua pihak yang menggoncang negara itu lebih dari enam bulan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG