Tautan-tautan Akses

AS

Konferensi Jaksa di Hawaii Bahas Perdagangan Seks Global


Iklan layanan masyarakat mengenai perdagangan manusia yang diluncurkan oleh Kejaksaan Agung New Mexico, AS. (Foto: Dok)

Iklan layanan masyarakat mengenai perdagangan manusia yang diluncurkan oleh Kejaksaan Agung New Mexico, AS. (Foto: Dok)

Jaksa-jaksa dari Hawaii telah menemukan korban-korban perdagangan seks yang didatangkan dari China, Filipina, Taiwan, Korea dan Thailand.

Para jaksa penuntut dari seluruh Amerika mengatakan, perdagangan seks adalah bentuk perbudakan zaman modern yang menyentuh tiap negara bagian, dan karena itu mereka bekerjasama untuk memberantasnya.

Wakil-wakil dari delapan negara asing dan belasan negara bagian Amerika bertemu di Hawaii untuk berbagi informasi tentang korban-korban yang dipaksa bekerja dalam industri seks dan mengusahakan strategi untuk menyeret para pedagang manusia itu ke pengadilan.

“Perdagangan seks di dunia internasional menghasilkan antara US$7-23 miliar,” kata Cyrus Vance Jr., jaksa sebuah distrik di negara bagian New York.

“Perdagangan seks itu terjadi di tiap komunitas di Amerika, apakah kita akui atau tidak, dan juga di tiap negara di dunia."

Jaksa-jaksa dari Kanada, China, Jepang, Filipina, Korea Selatan, Taiwan dan Thailand hadir dalam konferensi tingkat tinggi tersebut, bersama para rekan mereka dari banyak negara bagian Amerika.

Di kota New York ada sebuah pengadilan khusus yang mengurus kasus-kasus yang menyangkut prostitusi dan perdagangan seks, kata Vance, termasuk anak muda laki-laki dan perempuan yang didatangkan dari negara-negara bagian lain dan dipaksa bekerja dalam industri seks.

Polisi di California telah menemukan korban-korban perdagangan seks yang berasal dari Meksiko, Taiwan dan China, tapi kebanyakan korban itu lahir di Amerika, kata Michael Ramos, jaksa distrik kabupaten San Bernardino.

Jaksa-jaksa dari Hawaii telah menemukan korban-korban perdagangan seks yang didatangkan dari China, Filipina, Taiwan, Korea dan Thailand, kata jaksa penuntut umum Honolulu Keith Kaneshiro.

Dalam setahun terakhir ini, katanya, kantor kejaksaan telah menutup tiga panti pijat yang mempekerjakan korban-korban perdagangan seks asal Asia.

Bahkan, tambahnya, ada pekerja seks yang didatangkan dari China dan diterbangkan ke New York sebelum dibawa ke Hawaii. [isa/sp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG