Tautan-tautan Akses

Korea Selatan Siap Perbaiki Hubungan dengan China


Menteri Luar Negeri China Liu Zhenmin, kiri bersama Menteri Luar Negeri Korea Selatan Lee Kyung-soo.

Menteri Luar Negeri China Liu Zhenmin, kiri bersama Menteri Luar Negeri Korea Selatan Lee Kyung-soo.

Korea Utara siap memperbaiki hubungan dengan China dan mungkin akan kembali ikut dalam pembicaraan 6 negara, untuk menjadikan semenanjung Korea bebas nuklir.

Setelah kunjungan para diplomat senior China ke Korea Utara, China mengatakan, sedang memulai lagi pembicaraan antar 6 negara mengenai perlucutan nuklir di semenanjung Korea. Menteri Luar Negeri China, Liu Zhenmin mengakhiri kunjungan 4 harinya ke Pyongyang, Jumat, dan kini menuju ke Korea Selatan. Menlu China mengatakan, Korea Utara siap dan bersedia memperbaiki hubungan dengan sekutu utamanya, China.

Juru bicara Tingkok, Hua Chunying mengatakan, Korea Utara siap meningkatkan komunikasi dengan China, dan menjalin hubungan kuat dengan China adalah posisi kokoh yang dipegang pemerintah Korea Utara.

Kunjungan Liu Zhenmin ke Korea Utara, menyusul lawatan Menlu Amerika, John Kerry ke Beijing, di mana Kerry membicarakan tentang Korea Utara dengan para pemimpin China. Dalam lawatan itu, Kerry mengatakan, China bersedia untuk mengambil langkah tambahan dan mendesak Korea Utara untuk melucuti senjata nuklirnya.

Korea Selatan dan Amerika mengatakan, pembicaraan keenam pihak hanya akan dimulai lagi setelah Korea Utara mengambil langkah menuju ke perlucutan senjata nuklir. China dan Korea Utara percaya, pembicaraan itu harus dilanjutkan tanpa prasyarat. persyaratan awal.

Dalam menjelaskan pertemuannya dengan Kerry, Profesor Xiaohe Cheng dari Universitas Renmin mengatakan, para pemimpin China berjanji bahwa pembicaraan 6 negara nanti akan bermakna.

Korea Utara melakukan 3 ujicoba nuklir dan menghidupkan kembali reaktor nuklir yang dapat memproduksi plutonium. Para pakar mengatakan, dalam 2 tahun, Korea Utara dapat menghasilkan plutonium yang cukup untuk membuat 2 bom lagi.

Pertemuan pejabat China di Korea Utara dan Korea Selatan berlangsung beberapa hari setelah laporan PBB secara rinci menyebut pelanggaran HAM yang dilakukan di Korea Utara, termasuk pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan dan penganiayaan. Menlu China menyebut, laporan PBB itu, kecaman yang tidak berdasar.

Awal pekan ini, Korea Utara menahan seorang misionaris Kristen Australia yang tinggal dan mempunyai usaha took buku Kristen di Hong Kong. Misionaris Amerika itu tetap dalam tawanan di Korea Utara setelah pihak berwenang di sana menangkapnya lebih dari setahun lalu.
XS
SM
MD
LG