Tautan-tautan Akses

Konvoi kendaraan militer, jelas milik Rusia, telah memasuki pangkalan dekat Simferopol, ibukota Krimea.

Kantor berita Reuters, yang memfilmkan kendaraan-kendaraan itu dan mengidentifikasi mereka sebagai milik Rusia, mengatakan konvoi tersebut mencakup delapan kendaraan lapis baja, dua ambulans dan kapal-kapal tanker. Kantor berita Associated Press mengatakan kendaraan-kendaraan itu pergi ke lapangan udara militer di mana berkibar bendera Rusia.

Rusia membantah tentaranya ada di Krimea di luar yang biasa ditempatkan dengan armada Laut Hitam-nya, yang berbasis di Krimea.

Sebelumnya hari Sabtu, saksi mata mengatakan tembakan peringatan dilepaskan ketika pasukan pro-Rusia menolak masuk tim pemantau internasional dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) ke Krimea. Ini hari ketiga berturut-turut tim pemantau ditolak masuk ke wilayah tersebut.

Melalui Twitter, OSCE mengatakan, tim itu akan kembali ke Kherson, Ukraina selatan.

Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengumumkan, Polandia telah mengevakuasi konsulat di Sevastopol karena gangguan terus-menerus oleh pasukan Rusia.

Penjabat menteri luar negeri Ukraina mengimbau penyelesaian diplomatik dan diakhirinya secara damai krisis di Ukraina. Berbicara di Kyiv hari Sabtu, Andrii Deshchytsia mengatakan Ukraina terbuka untuk setiap kemungkinan yang mengarah ke hasil yang nyata, tetapi ia menekankan Krimea adalah dan akan tetap menjadi wilayah Ukraina.

Pernyataan Gedung Putih hari Jumat menyebutkan Presiden Amerika Barack Obama setuju dengan para pemimpin Eropa bahwa Rusia harus menarik mundur pasukannya yang berpatroli di Krimea, mengizinkan pemantau internasional dan pengamat HAM bekerja di sana, dan juga mendukung pemilihan presiden yang bebas dan adil pada bulan Mei.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan Amerika agar tidak mengambil langkah-langkah tergesa-gesa dan sembrono yang dapat merusak hubungan Rusia-Amerika.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG