Tautan-tautan Akses

Kesalahan Medis, Penyebab Kematian Terbesar Ketiga di AS


Tim dokter tengah mengoperasi seorang pasien di rumah sakit St. Vincent Infirmary Medical Center, Little Rock, Arkansas (Foto: dok).

Tim dokter tengah mengoperasi seorang pasien di rumah sakit St. Vincent Infirmary Medical Center, Little Rock, Arkansas (Foto: dok).

Para periset mengatakan, metoda CDC, yang diadopsi pada tahun 1949, perlu diubah agar bisa mencatat kesalahan medis.

Sebuah studi menunjukkan, kesalahan medis merupakan penyebab kematian terbesar ketiga di Amerika Serikat.

Para periset di Universitas Johns Hopkins dalam British Medical Journal mengatakan, lebih dari 250 ribu kematian disebabkan oleh kesalahan medis setiap tahunnya.

Ini berarti kesalahan medis melampaui penyakit gangguan pernafasan sebagai penyebab kematian terbesar ketiga.

Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat menyimpan data resmi mengenai berbagai penyebab kematian terbesar di AS, namun para periset Hopkins mengatakan cara CDC mengumpulkan data tidak mengklasifikasi kesalahan medis secara terpisah pada sertifikat kematian.

Para periset mengatakan, metoda CDC, yang diadopsi pada tahun 1949, perlu diubah agar bisa mencatat kesalahan medis.

Para periset mengamati data tingkat kematian dari tahun 2000 hingga 2008 serta tingkat perawatan di rumah sakit dari tahun 2013. Menggunakan data tersebut, mereka menyimpulkan, dari lebih 35,4 juta orang yang dirawat di rumah sakit, kesalahan medis merupakan penyebab lebih dari seperempat juta kematian.

Mereka mengatakan, itu merupakan 9,5 persen kematian yang terjadi di AS setiap tahunnya.

Pada 2013, CDC mengatakan, penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbesar di AS, diikuti kanker di posisi kedua dan gangguan pernafasan di posisi ketiga. [ab/as]

XS
SM
MD
LG