Tautan-tautan Akses

Kepala IAEA Bertemu dengan Kepala Badan Nuklir Iran


Kepala Badan Nuklir Iran, Mohammad Eslami dan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi dalam konferensi pers di Isfahan, 7 Mei 2023. (ATTA KENARE / AFP)
Kepala Badan Nuklir Iran, Mohammad Eslami dan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi dalam konferensi pers di Isfahan, 7 Mei 2023. (ATTA KENARE / AFP)

Kepala badan pengawas nuklir PBB, Rafael Grossi bertemu dengan kepala badan nuklir Iran, Mohammad Eslami di Isfahan, Iran, pada Selasa (7/5). Pertemuan ini berlangsung sebagai upaya meningkatkan pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap aktivitas nuklir Teheran.

Pembicaraan berlangsung positif dan produktif, kata Eslami seusai pertemuan, dalam konferensi pers bersama dengan Grossi.

Pada 2023, Teheran memberi jaminan meluas kepada IAEA bahwa mereka akan membantu penyelidikan yang telah lama terhenti terhadap partikel-partikel uranium yang ditemukan di sebuah lokasi yang tidak diumumkan, dan memasang kembali peralatan pemantau yang dilepas sebelumnya. Tetapi jaminan itu sedikit sekali membuahkan hasil, kata laporan IAEA kepada negara-negara anggota.

Keputusan mantan presiden AS Donald Trump pada tahun 2018 untuk membatalkan perjanjian penting antara Iran dan negara-negara berpengaruh, yang memberi pelonggaran sanksi sebagai imbalan atas pembatasan nuklir, telah menyebabkan perjanjian itu gagal.

Iran memperkaya uranium dengan tingkat kemurnian hingga 60 persen, mendekati kadar 90 persen yang diperlukan untuk membuat senjata. Jika diperkaya lebih lanjut, materi itu akan cukup untuk membuat dua senjata nuklir, menurut standar resmi IAEA.

Iran membantah sedang berupaya membuat senjata nuklir. Namun, tidak ada negara lain yang memperkaya uranium hingga kadar tersebut tanpa membuat senjata nuklir. [uh/ns]

Forum

XS
SM
MD
LG