Tautan-tautan Akses

Berbagai Kelompok di Yaman Kembali Lakukan Pembicaraan


Para demonstran di Yaman yang menentang pengambilalihan pemerintahan oleh pemberontak Syiah Houthi, melakukan unjuk rasa di Taiz (9/2).

Para demonstran di Yaman yang menentang pengambilalihan pemerintahan oleh pemberontak Syiah Houthi, melakukan unjuk rasa di Taiz (9/2).

Utusan PBB Jamal Benomar melanjutkan kembali perundingan antar kelompok-kelompok politik di Yaman yang gagal hari Kamis (5/2) lalu.

Pembicaraan yang dimediasi PBB dan ditujukan untuk menyelesaikan krisis politik di Yaman dilanjutkan kembali hari Senin (9/2), dengan pertemuan para perwakilan dari partai-partai politik utama, termasuk kelompok pemberontak Houthi, yang menguasai pemerintah pekan lalu.

Utusan PBB Jamal Benomar melanjutkan kembali perundingan yang gagal Kamis (5/2) lalu. Ia mengatakan, pada hari Minggu, berbagai pihak telah setuju untuk melanjutkan pembicaraan agar memperoleh solusi politik bagi krisis itu.

Para pejuang Houthi membubarkan parlemen hari Jumat, dan membentuk pemerintah sementara untuk mengisi kekosongan setelah tersingkirnya presiden dukungan Barat, Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Dalam sebuah pernyataan, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyambut pembicaraan itu dan menyerukan kepada semua pihak untuk berunding dengan saling percaya dan dengan semangat berkompromi.

Para pemimpin Houthi menggambarkan pengambilalihan itu sebagai sebuah cara untuk menghindari ancaman eksistensi al-Qaida yang kuat di Yaman Timur dan Selatan. Namun hari Sabtu (7/2), sementara ribuan demonstran di Yaman memenuhi jalan-jalan di beberapa kota penting, negara-negara tetangga Yaman di Teluk, menganggap pengambilalihan itu sebagai kudeta.

XS
SM
MD
LG