Tautan-tautan Akses

AS

Kebakaran Besar Ancam Ribuan Rumah di California, AS

  • Mike O’Sullivan

Warga mengambil foto kobaran api di dekat Camarillo, sebelah baratlaut Los Angeles yang mengancam ribuan rumah (2/5).

Warga mengambil foto kobaran api di dekat Camarillo, sebelah baratlaut Los Angeles yang mengancam ribuan rumah (2/5).

Kobaran api akibat kebakaran hutan telah menghanguskan lebih dari 7.000 hektar semak kering, mengancam ribuan rumah dan memaksa diungsikannya ratusan orang di California selatan.

Pasukan pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang mengamuk di pantai California dekat Los Angeles. Kobaran api itu mengancam ribuan rumah, dan menandai awal apa yang dikatakan pihak berwenang sebagai musim kebakaran yang buruk.

Untuk hari ke dua, pasukan pemadam kebakaran dekat Camarillo, sebelah baratlaut Los Angeles, berjuang menghadapi tiupan angin yang berubah-ubah, sambil berusaha mencegah meluasnya kebakaran. Hari Jumat lalu, api menghanguskan lebih dari empat ribu hektar lahan dan merusak 15 rumah. Anggota pemadam kebakaran Tony McHale dari Ventura County mengatakan, cuaca kering menyebabkan musim kebakaran lebih awal.

“Ini mungkin akan menjadi musim kebakaran yang hebat di pantai Barat. Musim semi sekarang ini sudah sangat kering. Belakangan ini musim kebakaran selalu mulai lebih awal. Baru bulan Mei, tetapi sudah terjadi sejumlah kebakaran di California,” kata McHale.

Lebih dari 900 anggota pemadam kebakaran menggunakan peralatan berat dalam memadamkan api dari darat dan udara.

Palang Merah Amerika memberikan bantuan kepada orang-orang yang kehilangan rumah, kata Jim McGee, kepala kantor regional organisasi itu. Palang Merah telah membuka tiga lokasi penampungan darurat.

“Orang-orang membutuhkan tempat berlindung, makanan, pakaian, dan dalam beberapa hal, dukungan emosional. Kami menempatkan jururawat-jururawat di lokasi untuk membantu warga menghadapi trauma situasi darurat ini,” kata McGee.

Sebuah tempat perlindungan darurat didirikan di sebuah gereja setempat, Calvary Chapel Nexus, dan pendetanya Robb Oram, mengutarakan bahwa masyarakat setempat turut membantu.

Oram menuturkan, “Biasanya kita hanya menonton berita televisi tentang terjadinya malapetaka yang menimpa orang lain, tetapi sungguh menyejukkan menyaksikan dalam peristiwa ini, para warga benar-benar saling membantu. Ada orang yang berhenti melakukan pekerjaan mereka dan datang membawa makanan dan berbagai sumbangan lainnya. Juga orang datang menawarkan tenaga sukarela. Saya rasa musibah ini menjadikan masyarakat saling mengenal lebih erat.”

Tetapi tugas-tugas pasukan pemadam kebakaran masih tergantung pada cuaca, sambil mereka terus berjuang memadamkan amukan api yang belum dapat dikuasai.
XS
SM
MD
LG