Tautan-tautan Akses

Kapal Pencari Suaka Tenggelam di Lepas Pantai Burma


Kapal pengangkut pencari suaka dari Rohingya, Burma merapat ke pelabuhan Lampulo untuk dialihkan ke penampungan sementara di Krueng Raya, Aceh Besar, 8 April 2013 (Foto: dok). 50 penyitas dikhawatirkan tewas setelah perahu yang ditumpangi mereka terbalik di teluk Benggala, lepas pantai sbelah Barat Burma (4/11).

Kapal pengangkut pencari suaka dari Rohingya, Burma merapat ke pelabuhan Lampulo untuk dialihkan ke penampungan sementara di Krueng Raya, Aceh Besar, 8 April 2013 (Foto: dok). 50 penyitas dikhawatirkan tewas setelah perahu yang ditumpangi mereka terbalik di teluk Benggala, lepas pantai sbelah Barat Burma (4/11).

50 Muslim Rohingya dari Burma dikhawatirkan tewas setelah sebuah kapal yang mengangkut sekitar 70 pencari suaka terbalik di Teluk Benggala, lepas pantai sebelah barat Burma, hari Minggu (4/11) dini hari.

Pihak berwenang menyatakan sejauh ini hanya sekitar delapan penyintas yang berhasil diselamatkan, dan sekitar 50 Muslim Rohingya dari Burma dikhawatirkan tewas setelah sebuah kapal pencari suaka terbalik, hari Minggu (4/11) dini hari. Kapal naas yang mengangkut sekitar 70 pencari suaka tersebut terbalik di lepas pantai sebelah barat Burma, di Teluk Benggala.

Para anggota keluarga penumpang kapal itu hari Senin (4/11) menyusuri pesisir Barat Burma, untuk mencari korban lainnya. Kapal itu sedang menuju Bangladesh sewaktu tenggelam.

Menurut para aktivis, ribuan orang Rohingya telah mulai meninggalkan Burma, mengawali migrasi musiman yang berbahaya untuk menghindari apa yang mereka sebut penindasan di Burma. Komisi Tinggi PBB urusan Pengungsi menyatakan sebanyak 1.500 orang telah berlayar pada pekan lalu.

Kekerasan antara warga Muslim dan Budhis di negara bagian Rakhine tahun lalu menewaskan lebih dari 200 orang dan membuat 140 ribu orang kehilangan tempat tinggal.
XS
SM
MD
LG