Tautan-tautan Akses

Jerman Nyatakan Peroleh Ribuan Data Anggota ISIS

  • Associated Press

Media Inggris 'Sky News' menunjukkan ribuan arsip para anggota kelompok eksremis ISIS do London, Kamis (10/6).

Media Inggris 'Sky News' menunjukkan ribuan arsip para anggota kelompok eksremis ISIS do London, Kamis (10/6).

Arsip yang berisi data pribadi ribuan anggota kelompok ekstremis ISIS kini berada di tangan Kepolisian Federal Jerman. Klaim serupa juga dinyatakan oleh media Sky News Inggris yang melaporkan telah memperoleh 22.000 arsip militan ISIS.

Para pakar anti- teroris di Jerman dan negara-negara lain sedang mempelajari puluhan ribu arsip data yang katanya dicuri dari kelompok ISIS, dan mengandung rincian informasi pribadi tentang teroris.

Bagian Kriminal Kepolisian Federal Jerman menyatakan pada hari Kamis (10/3), bahwa arsip berisi data pribadi para anggota kelompok ekstremis Negara Islam (ISIS) telah mereka peroleh dan mereka percaya bahwa daftar tersebut otentik.

Pengumuman tersebut mucul setelah jaringan TV Inggris Sky News melaporkan, mereka telah memperoleh 22.000 arsip anggota ISIS di perbatasan antara Turki dan Suriah. Arsip tersebut berisi rincian nama-nama asli para pejuang ISIS, asal mereka, nomor telepon, dan bahkan nama dari mereka yang mensponsori serta merekrut para militan tersebut.

Penyiar tersebut mengatakan bahwa arsip-arsip tersebut diteruskan kepada mereka lewat memory stick yang dicuri dari kepala polisi keamanan internal ISIS, oleh seorang mantan pejuang yang telah merasa kecewa terhadap kelompok militan tersebut.

Suratkabar Jerman Sueddeutsche Zeitung melaporkan mereka juga telah memperoleh “lusinan” arsip-arsip serupa dari perbatasan Turki-Suriah, di mana mereka mengatakan bahwa arsip dan video-video ISIS tersedia luas dari para pejuang Kurdi anti-IS dan juga para anggota kelompok ISIS itu sendiri.

Seorang juru bicara untuk Bundeskriminalamt Jerman, yang menolak disebut namanya, mengatakan bahwa lembaganya saat ini sedang mengevaluasi semua arsip-arsip tersebut. Ia menolak untuk mengatakan di mana lembaganya memperoleh arsip-arsip tersebut, berapa banyak dokumen yang terlibat dan berapa lama lembaganya telah memperoleh arsip-arsip tersebut.

Sky News melaporkan bahwa dokumen-dokumen itu adalah koleksi formulir yang diisi oleh orang-orang yang direkrut ketika mereka bergabung bersama ISIS. Formulir tersebut mencantumkan 23 pertanyaan dan menyertakan paling tidak daftar kebangsaan dari 51 negara, sebagaimana dilaporkan oleh Sky News.

Mendagri Jerman, Thomas de Maiziere mengatakan kepada Kantor Berita DPA, bahan-bahan yang diperoleh itu akan memberikan kesempatan yang lebih baik kepada pihak yang berwenang untuk melacak dan mengadili mereka yang telah bertempur bersama ISIS.

Sky News mengutip mantan kepala Badan Intelijen Rahasia Inggris MI-6, Richard Barrett yang mengatakan, arsip ISIS yang dicuri itu bisa merupakan sumber informasi yang sangat penting.

Tidak semua pengamat yakin arsip itu asli, tetapi jika benar, arsip itu bisa membantu mengidentifikasi calon-calon penyerang dan jaringan simpatisan yang mendukung mereka, dan memberi informasi kepada para penyelidik tentang struktur dan rencana kelompok teror itu.

Juru bicara Perdana Menteri Inggris David Cameron, mengatakan kepada wartawan Kamis: "Yang penting sekarang, pemerintah dapat melihat bagaimana informasi itu dapat digunakan dalam perang melawan ISIS, dan jika bisa, kami akan menyambutnya."

Bahan-bahan tersebut tampaknya juga berpotensi untuk membantu pihak yang berwenang membongkar jejaring rekrutmen di Eropa maupun di tempat lainnya, yang telah mengirim para pejuang ini untuk bergabung bersama kelompok ISIS. Kelompok teror ini telah berhasil menguasai wilayah yang luas di Suriah dan Irak serta mendeklarasikan kekalifahan di daerah-daerah yang mereka kuasai. [ww]

XS
SM
MD
LG