Tautan-tautan Akses

Presiden Jokowi ke AS, Jalin Kerjasama Ekonomi Kreatif dan Digital


Presiden Joko Widodo di atas tangga pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdana Kusuma (24/10). (VOA/Andylala Waluyo)

Presiden Joko Widodo di atas tangga pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdana Kusuma (24/10). (VOA/Andylala Waluyo)

Presiden Joko Widodo berharap ada manfaat yang dirasakan masyarakat Indonesia nantinya dalam kerjasama Indonesia-Amerika, termasuk masyarakat pedesaan.

Presiden Joko Widodo di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Sabtu malam (24/10), menyatakan tujuan utama kunjungannya ke Amerika Serikat adalah untuk meningkatkan kerjasama bilateral, khususnya terkait dengan investasi dan ekonomi digital serta ekonomi kreatif.

"Utamanya di bidang investasi, di bidang perdagangan dan juga di bidang ekonomi digital dan ekonomi kreatif. Serta pengembangan sisi demokrasi dan toleransi," ujarnya.

"(Kunjungan) di San Fransisco, Silicon Valley, tujuan utama kita adalah ingin membangun poros teknologi dan melihat langsung sukses Amerika Serikat dalam mengembangkan ekonomi digital dan kreatif. Dan manfaat dari ekonomi digital dan kreatif ini nantinya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat di pedesaan."

Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta (24/10). (VOA/Andylala Waluyo)

Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta (24/10). (VOA/Andylala Waluyo)

​Selama kunjungan di AS lima hari mendatang, Presiden Jokowi memastikan akan tetap memantau kondisi di tanah air, termasuk mengenai bencana asap. ​

Ia mengatakan telah menugaskan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk melakukan tugas-tugas kenegaraan khususnya menyangkut masalah kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan asap.

"Saya telah meminta wakil presiden dibantu menkopolhukam dan menteri terkait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan gambut serta asap," ujarnya.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan, dalam pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Jokowi akan membahas soal peran strategis Indonesia – AS dalam percaturan dunia global, dan persoalan-persoalan yang menyangkut politik, ekonomi, kerjasama dan sebagainya.

​"Kunjungan di timur, yaitu secara resmi Presiden akan bertemu dengan Presiden Obama, juga dengan pimpinan parlemen dan juga para menteri kelompok lobi. Semata-mata saling membahas dengan bagaimana peran Indonesia –Amerika dalam percaturan dunia global. Dan juga penandatanganan memorandum of understanding, kerjasama di bidang hankam, perhubungan dan macam-macam," ujarnya.

Selain bertemu dengan Obama, Presiden Jokowi juga akan bertemu dengan beberapa pimpinan perusahaan teknologi seperti Microsoft dan Google, menurut Pramono.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Sofyan Djalil mengatakan, beberapa orang menteri yang ikut serta dalam kunjungan kenegaraan ini dijadwalkan melakukan pertemuan dengan menteri terkait serta para pengusaha di Amerika Serikat.

"Sebenarnya (menteri) yang relevan semuanya hadir. Kalau Pak Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika) berangkat langsung ke California, mau persiapan pertemuan dengan masyarakat IT. Kemudian Pak Darmin Nasution (Menteri Koordinator bidang Perekonomian) nanti presentasi tentang kondisi ekonomi. Menteri Keuangan gak bisa ikut karena RAPBN 2016 belum diketok DPR," ujarnya.

Selain Darmin dan Rudiantara, beberapa orang menteri yang ikut dalam kunjungan kenegaaraaan Presiden Jokowi ke Amerika Serikat adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar.

Presiden Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat mulai 24 hingga 30 Oktober 2015, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan berjenis Boeing Bussines Jet 2 (BBJ2).

Pesawat ini akan transit di Abu Dhabi dan Amsterdam, baru kemudian terbang ke Washington DC. Jika lewat jalur komersial total waktu penerbangan Jakarta-Washington sekitar 23 jam dengan satu kali transit, maka perjalanan Pesawat Kepresidenan lebih lama, totalnya mencapai 27 jam 30 menit dan dua kali transit.

Model perjalanan menurut Pramono Anung lebih murah dibandingkan menyewa pesawat komersial.

"Memang beliau sangat ingin perjalanan itu ngirit. Dibandingkan dengan jalur komersial, Presiden ingin lebih irit," ujarnya. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG