Tautan-tautan Akses

Israel: Perundingan dengan Palestina akan Sulit


PM Israel Benjamin Netanyahu saat memimpin rapat kabinet di Yerusalem hari Minggu (21/7).

PM Israel Benjamin Netanyahu saat memimpin rapat kabinet di Yerusalem hari Minggu (21/7).

PM Israel Benjamin Netanyahu hari Minggu (21/7) mengecilkan harapan perundingan perdamaian Israel-Palestina dengan mengatakan bahwa perundingan itu akan sulit.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecilkan harapan untuk perundingan mendatang dengan Palestina dengan mengatakan perundingan itu akan sulit dan perjanjian apapun yang dihasilkan harus disahkan oleh Israel dalam referendum nasional.

Tapi Netanyahu juga mengatakan perundingan-perundingan itu adalah “kepentingan strategis yang penting” bagi Israel, dan menyambut baik dimulainya kembali perundingan setelah macet selama empat tahun.

Komentarnya pada rapat mingguan kabinet di Yerusalem hari Minggu menyusul perjanjian yang ditengahi Amerika untuk memulai kembali perundingan langsung antara kedua belah pihak . Netanyahu mengatakan kepada para menterinya bahwa meskipun proses itu tidak akan mudah, pendekatan Israel akan tulus. Ia mengatakan berharap perundingan itu akan ditangani secara bertanggung jawab dan praktis.

Perundingan terakhir Israel-Palestina ambruk tahun 2010. Perbatasan, pengungsi, keamanan dan pemukiman-pemukiman Yahudi serta Yerusalem termasuk isu-isu sulit yang tidak terpecahkan.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry hari Jumat mengatakan rincian sedang dikerjakan tapi jika semuanya berjalan dengan baik, pejabat Palestina dan Israel akan menuju Washington untuk mengadakan perundingan pertama dalam satu atau dua minggu mendatang.

Kerry mengumumkan bahwa kedua pihak telah menyepakati sebuah landasan bagi dimulainya kembali perundingan setelah beberapa kali bertemu dengan Presiden Mahmoud Abbas selama kunjungan empat hari Kerry ke Yordania.
XS
SM
MD
LG