Tautan-tautan Akses

Israel Persiapkan Pertahanan Udara untuk Hadapi Serangan Iran pada Masa Depan


Jet tempur F-15 Eagle milik Angkatan Udara Israel terparkir di pangkalan udara dalam foto yang dirilis oleh pasukan Israel pada 14 April 2024. (Foto: srael Defense Forces/Handout via Reuters)
Jet tempur F-15 Eagle milik Angkatan Udara Israel terparkir di pangkalan udara dalam foto yang dirilis oleh pasukan Israel pada 14 April 2024. (Foto: srael Defense Forces/Handout via Reuters)

Seorang pejabat militer Israel mengatakan, angkatan udaranya sedang menyiapkan pertahanan udara negara itu untuk menghadapi serangan dari Iran di masa depan.

Pejabat itu mengatakan pada Rabu (17/4) bahwa angkatan udara Israel sedang mengevaluasi pertahanan udaranya yang sukses dalam menangkis serangan misil Iran pada akhir minggu lalu. Pihak angkatan udara kini tengah melakukan beberapa penyesuaian untuk kemungkinan pertempuran yang akan datang.

Israel telah berjanji untuk menanggapi serangan Iran, sehingga meningkatkan kemungkinan munculnya perang terbuka, dan militan Hizbullah di Lebanon tampaknya dipastikan bergabung jika perang meletus.

Hizbullah, yang telah terlibat dalam beberapa pertempuran kecil dengan Israel selama masa perang Israel-Hamas dalam enam bulan terakhir, diduga memiliki lebih dari 100.000 roket dan misil dalam gudang senjatanya.

Jika roket dan misil Hizbullah digabungkan dengan senjata Iran, hal tersebut dapat menjadi ujian besar untuk sistem pertahanan udara Israel.

"Kami tengah mempersiapkan diri untuk masa depan, menjelaskan misi dan melihat bagaimana kami dapat menyiapkan diri untuk serangan selanjutnya," ujar Brigadir Jenderal Doron Gavish, mantan panglima Angkatan Udara Israel yang saat ini bertugas di pasukan cadangan Israel. Ia berbicara kepada wartawan di sebuah pangkalan militer di selatan Israel.

Opsi-Opsi Israel untuk Merespons Serangan Iran
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:55 0:00

Iran mengatakan serangan itu merupakan tanggapan terhadap serangan udara Israel yang menewaskan dua jenderal Iran di Suriah pada 1 April lalu.

Israel mengatakan 99% dari lebih 300 misil dan drone yang diluncurkan Iran berhasil dicegat, namun aksi pertahanan tersebut dibantu oleh koalisi mitra internasional dan fakta bahwa Iran memperingatkan terlebih dahulu tentang serangannya.

Jika Israel melakukan serangan balasan, maka Israel berisiko kehilangan dukungan internasional dan harus mempertahankan wilayah udaranya sendirian.

“Ini merupakan serangan terbesar yang pernah terjadi,” kata Gavish.

Boaz Levy, CEO Industri Luar Angkasa Israel, yang merupakan pembangun utama sistem Arrow, mengatakan bahwa sistemnya sudah "beroperasi selama puluhan tahun," tetapi digunakan "untuk pertama kalinya melawan misil balistik dalam skenario salvo," pada Sabtu (13/4), mencegat munisi yang terbang tinggi di dalam dan di luar atmosfer.

Sistem pertahanan misil Arrow 3 yang dirancang untuk mencegat misil balistik jarak jauh dikerahkan dengan sukses melawan salvo misil untuk pertama kalinya dan menggagalkan serangan Iran terhadap Israel, kata pembuat sistem itu pada hari Rabu. [jm/lt]

Forum

XS
SM
MD
LG