Tautan-tautan Akses

Israel Hadapi Pertumbuhan Wisata dari China, India


Turis berjemur di pantai kota Laut Merah, Eilat, salah satu tempat liburan populer di Israel.

Turis berjemur di pantai kota Laut Merah, Eilat, salah satu tempat liburan populer di Israel.

Pariwisata merupakan salah satu motor pertumbuhan bagi Israel, mencakup 2.5 persen produk domestik bruto.

Israel mengarah ke China dan India untuk membantu mendorong sektor pariwisata, di saat kunjungan ke negara itu belum sepenuhnya pulih sejak perang Gaza tahun 2014, menurut Direktur Jenderal Kementerian Pariwisata Amir Halevi.

Tahun 2015, pariwisata tumbuh 43 persen dari China menjadi sekitar 50.000 pengunjung dan Kementerian tersebut memperkirakan jumlahnya akan naik dua kali lipat pada 2018.

Target ini akan dibantu oleh peluncuran penerbangan-penerbangan nonstop bulan depan oleh Hainan Airlines dari Beijing ke Tel Aviv yang akan menambah 35.000 kursi tambahan ke Israel per tahun.

"Hal ini akan mengubah permainan," ujar Halevi pada kantor berita Reuters. "Harga-harga tiket akan turun 50 persen."

Pariwisata tahun 2015 turun 3 persen menjadi 3,1 juta, menyusul perang dengan militan Palestina di Gaza tahun 2014. Perekonomian Rusia yang lemah juga berpengaruh.

Dalam konflik di Gaza selama enam minggu, serangan udara Israel menewaskan lebih dari 2.100 orang Palestina, sebagian besar warga sipil, sementara militan Palestina menewaskan enam warga sipil Israel dan 67 tentara.

Pertempuran itu menutup bandar udara utama Israel dekat Tel Aviv karena sebuah rudal dari Gaza jatuh di dekatnya, sementara pemandangan tembakan roket ke Israel dan memaksa warga ke tempat perlindungan, telah membuat banyak turis membatalkan rencana mereka.

Halevi menganggap enteng dampak serangan dengan pisau oleh warga Palestina dalam lima bulan terakhir. Orang-orang Palestina telah menewaskan 28 warga Israel dan dua warga negara AS dengan pisau, tabrakan mobil atau serangan senjata. Setidaknya 190 warga Palestina telah dibunuh tentara Israel.

"Selama hampir 70 tahun, kita telah berupaya mengelola pariwisada dengan hal-hal yang terjadi dari waktu ke waktu," ujar Halevi, mengacu pada tren kekerasan global.

Pariwisata merupakan salah satu motor pertumbuhan bagi Israel, mencakup 2.5 persen produk domestik bruto. Sektor ini menyumbangkan lebih dari 40 miliar shekel ($11 miliar) ke dalam ekonomi per tahun, dengan sekitar 200.000 pegawai, atau 3 persen dari angkatan kerja Israel.

Amerika Serikat merupakan pasar turis terbesar Israel pada 20 persen, diikuti dengan Rusia, Perancis, Jerman dan Inggris.

Israel dan China minggu ini menyetujui kesepakatan visa ganda 10 tahun, menjadikan Israel negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Kanada yang memiliki perjanjian ini dengan China.

Halevi mengatakan ketertarikan China di Israel meningkat. Dalam Maraton Yerusalem bulan Maret, ada 170 orang dari China, naik dari 6 persen tahun lalu.

​Maskapai penerbangan nasional El Al sudah terbang nonstop ke China.

Pariwisata keluar dari China diperkirakan mencapai 200 juta pada 2020.

​Tahun 2016, Israel juga akan menyasar India, yang turisnya ke Israel naik 13 persen tahun lalu menjadi hampir 40.000. Kementerian menargetkan 80.000 sampai 100.000 orang tahun 2018. [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG