Tautan-tautan Akses

Gerbang Besi Depan Rumah Suu Kyi Akan Dilelang


Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi, bersama para pejabat partainya, berbicara kepada para pendukung dari balik gerbang besi rumahnya di Yangon, 2010. (Foto: Dok)

Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi, bersama para pejabat partainya, berbicara kepada para pendukung dari balik gerbang besi rumahnya di Yangon, 2010. (Foto: Dok)

Hasil penjualannya akan digunakan untuk membantu Aung San Suu Kyi membangun kantor pusat partai Liga Demokrasi Nasional yang baru.

Gerbang besi di depan rumah pahlawan demokrasi Myanmar tempat ia pernah dipenjarakan, yang memisahkannya dari massa pendukungnya ketika ia menyampaikan pidato yang menantang penguasa militer negara itu, akan dilelang.

Soe Nyunt, pemiliknya yang sekarang, mengatakan Senin tawaran pembukaan akan ditentukan US$200 ribu.

Ia mengatakan hasil penjualannya akan digunakan untuk membantu Aung San Suu Kyi membangun kantor pusat partai Liga Demokrasi Nasional yang baru.

Pemenang hadiah Nobel berusia 69 tahun itu -- dan putri pejuang kemerdekaan negara itu Jenderal Aung San – menjadi lambang internasional perlawanan damai terhadap penindasan selama 15 tahun ia berada dalam tahanan rumah.

Dia pindah dari London untuk menetap ke rumah ibunya di Yangon hampir 27 tahun yang lalu. Selama dalam tahanan rumah, Suu Kyi sering berdiri di atas meja di belakang gerbang depan dan memegang jeruji berujung tajam gerbang tersebut ketika ia berbicara kepada khalayak ramai melalui pengeras suara mengenai apa saja dari korupsi hingga keadaan pendidikan yang sangat buruk.

Soe Nyunt mengatakan ia sedang merawat kebun Suu Kyi segera setelah ia dibebaskan tahun 2010 ketika ia melihat gerbang itu – dan nomer rumah, 54, yang dicat pada pelat terpisah – di bawah pohon mangga yang menungu untuk diangkut oleh kolektor benda bersejarah yang dibuang orang.

XS
SM
MD
LG