Tautan-tautan Akses

Gencatan Senjata di Suriah Dinilai Tidak Berguna, Assad Blokir Bantuan Kemanusiaan


Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Mark Toner (Foto: dok).

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Mark Toner (Foto: dok).

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga menyuarakan skeptisisme tentang tingkat komitmen Rusia untuk gencatan senjata.

Gencatan senjata Suriah yang dinegosiasikan oleh Amerika Serikat dan Rusia tampaknya semakin bermasalah dengan Moskow menuduh Washington gagal mengendalikan pemberontak, dan komandan pemberontak mengatakan gencatan senjata tidak berguna karena Presiden Suriah, Bashar al Assad, terus menghadang bantuan PBB untuk mencapai kota Aleppo yang terkepung.

Pada hari Kamis (16/9), juru bicara militer Rusia menuduh Amerika Serikat menutup-nutupi tindakan pemberontak yang mereka dukung di Suriah.

"Sampai hari ketiga (gencatan senjata), hanya tentara Suriah yang mematuhi," katanya. "Pada saat yang sama, 'oposisi moderat' yang dipimpin Amerika Serikat meningkatkan jumlah serangan terhadap daerah pemukiman," lanjutnya.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga menyuarakan skeptisisme tentang tingkat komitmen Rusia untuk gencatan senjata, dan mengatakan lebih banyak waktu dan usaha diperlukan untuk mengkoordinasikan serangan udara dan mendirikan pusat komando bersama.

"Saya pikir tidak ada seorang pun dalam pemerintahan Amerika Serikat yang percaya begitu saja pada Rusia atau komitmen rezim Suriah untuk perjanjian ini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner.

Toner juga mengatakan satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah komitmen Presiden Barack Obama untuk kesepakatan tersebut. [as/ab]

XS
SM
MD
LG