Tautan-tautan Akses

Gedung Putih Kecam Rencana Pembangunan di Yerusalem Timur


Kata Penasihat Presiden Obama, rencana pembangunan permukiman Israel itu adalah “penghinaan” dan meresahkan proses perdamaian.

Pejabat tinggi Gedung Putih mengatakan rencana Israel untuk membangun lebih banyak rumah di kawasan Yerusalem Timur yang dipersengketakan adalah usaha yang sengaja dilakukan untuk menggerogoti proses perdamaian timur tengah.

Kata Penasihat Presiden Barack Obama, David Axelrod hari Minggu, rencana Israel itu adalah “penghinaan” dan meresahkan semua orang yang berusaha mendorong perdamaian dan keamanan.

Israel memicu sengketa itu minggu lalu dengan mengumumkan akan membangun 1600 rumah baru di Jerusalem Timur, yang direbutnya dalam perang tahun 1967. Padahal, Palestina ingin menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina yang akan dibangun kelak.

Israel mengumumkan hal itu ketika Wakil Presiden Amerika Joseph Biden sedang berkunjung ke Yerusalem, tidak lama setelah Palestina sepakat mengadakan perundingan tidak langsung dengan Israel. Tapi Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuntut supaya Israel menghentikan semua kegiatan pembangunan permukiman, sebelum perundingan bisa dimulai.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton menyatakan kemarahannya kepada Perdana Menteri Israel Netanyahu dalam pembicaraan telpon selama 45 menit hari Jumat. Clinton mengatakan pemilihan waktu pengumuman Israel itu “menghina” Amerika, dan mengirim isyarat yang “sangat negatif” tentang proses perdamaian Timur Tengah.

XS
SM
MD
LG