Tautan-tautan Akses

Gaza dan Israel Relatif Tenang Pasca Gencatan Senjata


Seorang tentara Israel tengah berdoa sambil berjaga di perbatasan dekat Gaza, selatan Israel (22/11). (AP/Lefteris Pitarakis)

Seorang tentara Israel tengah berdoa sambil berjaga di perbatasan dekat Gaza, selatan Israel (22/11). (AP/Lefteris Pitarakis)

Warga Palestina dan warga Israel kembali melakukan kegiatan sehari-hari mereka dalam keadaan relatif tenang pasca gencatan senjata.

Kehidupan di Gaza mulai kembali normal Kamis (22/11), hari pertama gencatan senjata antara Israel dan militan Palestina pimpinan Hamas di wilayah itu.

Gencatan senjata memberi warga di daerah yang rawan itu malam yang tenang untuk pertama kalinya setelah lebih dari seminggu dilanda konflik.

Jika Israel dan militan Hamas yang memerintah Gaza dapat menjaga ketenangan hingga pukul sembilan malam waktu setempat, daerah-daerah perbatasan dari Gaza akan dibuka, yang memungkinkan orang dan barang keluar-masuk di wilayah itu.

Gencatan senjata yang diperantarai Mesir itu mulai berlaku pukul sembilan malam waktu setempat hari Rabu (22/11). Menteri Luar Negeri Mesir Mohammed Kamel Amr mengumumkan gencatan senjata itu di Kairo, didampingi Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton.

Penduduk Gaza membanjir ke jalan-jalan setelah gencatan senjata itu mulai, dan tembakan-tembakan perayaan kedengaran.

Mesir mengawasi pelanggaran oleh kedua pihak atas persetujuan gencatan senjata itu. Gencatan senjata itu dilakukan setelah beberapa hari serangan udara yang gencar terhadap kedua sisi perbatasan itu antara Israel dan Gaza, yang menewaskan lebih 140 warga Palestina dan lima warga Israel.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG