Tautan-tautan Akses

Gagal Tembus 15 Besar, Qory Minta Maaf


Qory Sandioriva, Putri Indonesia 2010, tampil dengan gaun malamnya. Pengamat kecantikan menyebut kontes Miss Universe in semakin lama semakin komersial.

Qory Sandioriva, Putri Indonesia 2010, tampil dengan gaun malamnya. Pengamat kecantikan menyebut kontes Miss Universe in semakin lama semakin komersial.

Padahal, Qory sempat dijagokan pada sebuah survei yang diselenggarakan situs Miss Universe.

Putri Indonesia Qory Sandioriva gagal menembus 15 besar pada malam final Miss Universe 2010 di Mandalay Bay Hotel, Senin malam waktu Las Vegas. Jimena Navarrete dari Meksiko keluar sebagai pemenang.

Kepada masyarakat dan para pendukungnya di Indonesia, Qory meminta maaf atas hasil tersebut. "Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi belum ada kesempatan untuk saya. Sedihnya di situ, karena saya merasa memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat Indonesia," ujar Qory.

Qory Sandioriva, Putri Indonesia 2010, dalam sebuah acara awal Miss Universe.

Qory Sandioriva, Putri Indonesia 2010, dalam sebuah acara awal Miss Universe.

Padahal, Qory sempat dijagokan pada sebuah survei yang diselenggarakan situs Miss Universe. Seperti halnya tahun lalu kala Putri Indonesia Zivanna Siregar berhasil menduduki posisi lima besar dalam survei Miss Universe Organization, tahun ini Qory juga menduduki peringkat lima besar dalam survei serupa. Tapi, hasil jajak pendapat ini memang tidak mencerminkan hasil akhir dari kontes Miss Universe.

Menurut pengamat kontes kecantikan Miss Universe, kompetisi Miss Universe sekarang makin bersifat komersial. Tujuannya tak lagi semata mencari seorang duta yang cantik, anggun, luwes dan cerdas. "Organisasi Miss Universe mencari model adibusana, yang punya nilai jual yang tinggi," papar Jay, seorang pengamat dari Filipina.

Qory Sandioriva, Putri Indonesia 2010, berpose bagi para juri dalam busana renang Dar Be Dar.

Qory Sandioriva, Putri Indonesia 2010, berpose bagi para juri dalam busana renang Dar Be Dar.

Wardiman Djojonegoro dari Yayasan Puteri Indonesia mengemukakan teori hukum perbandingannya. "Misalnya si A cantik, B cantik. Lalu dibandingkan, (tapi) setelah itu apa? Pintar ngomong, pandai, ramah tamah. (Lalu) yang ini seksinya lebih banyak dari yang ini. Ya, ini dong, yang menang, bagaimana? tanya Wardiman.

Kompetisi tahun ini cukup unik karena bertepatan dengan bulan Ramadhan. Padatnya jadwal, ditambah suhu Las Vegas yang mencapai 42 derajat Celcius, membuat para peserta beragama Islam, di antaranya Miss Lebanon, Miss Turkey dan Miss USA Rima Fakih, kesulitan berpuasa.

Kita di sini tak ada yang puasa, karena keadaan iklim yang sangat (membuat) dehidrasi. Kita belum terbiasa di sini. Saya yakin Tuhan juga mengizinkan, karena membawa misi negara masing-masing. Jadi, saya puasanya, tidak puasa makan, tapi puasa emosi," jelas Qory, yang berasal dari tanah Serambi Mekkah, Aceh.

Sepulangnya ke tanah air, Qory ingin melanjutkan peran sebagai Duta Harimau Indonesia. Ia juga berkampanye untuk kesetaraan gender di Indonesia. "Istilahnya, saya ingin jihad untuk Indonesia. Jadi kalau saya tidak menang Miss Universe, saya ingetnya Indonesia, apa yang saya harus lakukan," kata Qory.

Qory, mahasiswi Sastra Perancis di Universitas Indonesia ini, sempat merayakan ulang tahunnya yang jatuh bertepatan dengan HUT RI pekan lalu, di ajang Miss Universe ini.

XS
SM
MD
LG