Tautan-tautan Akses

Rayakan Hari Batik, Festival 'Made in Indonesia' Raih Award di AS

  • Zulfian Bakar

Warga Amerika memakai baju batik, ikut memeriahkan acara 'Made in Indonesia' festival di Silver Spring, Maryland (Zulfian/VOA).

Warga Amerika memakai baju batik, ikut memeriahkan acara 'Made in Indonesia' festival di Silver Spring, Maryland (Zulfian/VOA).

Festival Made in Indonesia diselenggarakan oleh Acha Productions di Silver Spring, Maryland di pinggiran kota Washington DC ini merupakan yang festival yang kelima kalinya tahun ini.

Kota Silver Spring, di Maryland pada akhir pekan (Minggu 2/10) tampak berbeda. Warga setempat memenuhi arena publik Veterans Plaza, tempat diselenggarakannya 'Made in Indonesia' Festival.

Festival yang diselenggarakan setiap tahun oleh Acha Productions ini merupakan yang kelima kalinya tahun ini. Para pengunjung tidak hanya dihibur dengan berbagai acara di atas panggung, mereka juga menikmati kuliner khas Indonesia dari berbagai tenda penjual dan food truck, berbelanja berbagai produk garmen, perhiasan, kopi, dan berbagai produk Indonesia lainnya.

Sejumlah bintang tamu seniman local dan Jakarta tampil diatas panggung. Sejumlah artis dan seniman lokal tampil diatas panggung seperti tarian Banjar Bali, Indonesia Kids Performing Arts (IKPA), hingga ke para bintang tamu yaitu Prayang Sunni Yulia (finalis X Factor Indonesia) Kang Danny Bule dari Chicago, Mrs Irena Liza (Putri Indonesia untuk kontes Miss Asia USA), Fashion by Metrini dan Chef William Wongso dan Dangdut in America.

Direktur Regional Services untuk kota Silver Spring, Reemberto Rodriguez mengatakan “Distrik Montgomery menyambut baik semua komunitas, kami menghargai dan menghormati semua komunitas dari seluruh dunia untuk melakukan pesta budaya mereka di kota Silver Spring ini.”

Memperkenalkan budaya dan produk Indonesia secara langsung kepada masyarakat Amerika merupakan tujuan utama penyelenggaraan festival ini, namun ada yang berbeda untuk acara tahun ini.

Reemberto Rodriguez (Direktur Regional Silver Spring), Maya Naratama, David Merill (President US-Indonesia Society) dan Arto R.Suryodipuro (The Deputy Chief of Mission) KBRI Washington DC. (Zulfian/VOA).

Reemberto Rodriguez (Direktur Regional Silver Spring), Maya Naratama, David Merill (President US-Indonesia Society) dan Arto R.Suryodipuro (The Deputy Chief of Mission) KBRI Washington DC. (Zulfian/VOA).

Pihak penyelenggara dari Acha Productions, Maya Naratama, mengatakan, "Tahun ini benar-benar kita merayakan Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, sementara acara ini juga diselenggarakan pada tanggal yang sama. Jadi kita ada lomba peragaan busana batik, tenda-tenda yang menjual batik, dan segala sesuatu yang berbau batik. Kita juga menghadirkan performance yang keren-keren.”

Antusiasme juga terlihat dari antrian panjang para pengunjung untuk membeli berbagai kuliner khas Indonesia. Tahun ini, Made in Indonesia Festival memusatkan pada tema Hari Batik nasional yang jatuh tanggal 2 Oktober dan mempromosikan berbagai produk kopi dari seluruh Indonesia. Apalagi sehari sebelumnya adalah hari kopi dunia.

Maya Naratama juga menerima award dari pemerintah daerah Montgomery County sebagai pengakuan bagi acara Made in Indonesia Festival. Penghargaan ini disampaikan oleh Reemberto Rodriguez mewakili County Executive (Walikota) Isiah Legget yang berhalangan untuk hadir.

“Ini adalah sebuah penghargaan bagi Festival Made In Indonesia atas keberhasilannya membangun hubungan antara komunitas, terutama komunitas Indonesia dengan komunitas Amerika,” tambah Rodriguez dengan semangat. Festival ini kemudian diresmikan sebagai festival tahunan yang diakui oleh pemerintahan local Montgomery dan negara bagian Maryland.

Adam, pengunjung yang datang dari negara bagian Connecticut yang bisa berbahasa Indonesia dengan lancar mengatakan, “Saya sangat kangen dengan makanan masakan Indonesia, dan tidak banyak pilihannya di Washington DC.”

Sementara Melinda Walker, model dari Maryland yang juga menjadi anggota tim juri untuk lomba peragaan busana batik mengatakan, “Saya sangat terkesan, banyak sekali tenda-tenda makanan dan produk-produk Indonesia. Saya bisa belajar lebih banyak tentang kerajinan, budaya, dan kuliner Indonesia. Ini adalah pengalaman yang sangat menarik.”

Dari pukul 12 siang hingga 6 sore, pengunjung menikmati berbagai hiburan, penampilan musik putra-putri Indonesia, peragaan busana batik dari berbagai usia, lomba-lomba khas Indonesia, hingga penampilan dua penyanyi dangdut asal Amerika, Beeba dan Desiree, yang tentunya para penonton turut berjoget dangdut bersama mereka.

Suksesnya acara ini juga didukung oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia serta organisasi United States and Indonesia Society (USINDO)

“Acara tahun ini sepertinya lebih meriah dibandingkan tahun lalu, kita selalu bersama-sama untuk bekerja sama mempromosikan Indonesia, terima kasih kepada kawan-kawan semua,” demikian ujar wakil duta besar Indonsesia untuk Amerika, bapak Arto Suryodipuro.

Acara diakhiri dengan penampilan artis rock lawas Indonesia Atiek CB yang menyanyikan beberapa lagu hitsnya. Penonton ikut bernyanyi bersama artis yang telah menetap belasan tahun di Amerika ini. Atiek juga sempat berduet dengan penyanyi Shakila. [zb]

XS
SM
MD
LG