Tautan-tautan Akses

Dinyatakan Tak Bersalah, Anwar Ibrahim Siap Ikuti Pemilu

  • Luke Hunt

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim berbicara kepada para pendukungnya di luar pengadilan Malaysia di Kuala Lumpur (9/1).

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim berbicara kepada para pendukungnya di luar pengadilan Malaysia di Kuala Lumpur (9/1).

Mahkamah Agung Malaysia telah membebaskan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim atas tuduhan sodomi, mengakhiri kasus selama dua tahun yang menurut para pendukungnya berlatarbelakang politik. Keputusan itu disambut baik pendukungnya dan diperkirakan akan berdampak pada pemilu akhir tahun ini.

Menjelang keputusan yang sangat ditunggu-tunggu itu, hari Senin, Anwar Ibrahim mendesak agar hakim memutuskan perkaranya berdasar bukti.“Saya berharap dan berdoa agar hakim menghormati aturan hukum dan tidak tunduk pada pemimpin elit yang korup," ujar Anwar.

Anwar tidak perlu menunggu lama. Hakim Mohamad Zabidin Diah memutuskan sampel DNA yang dianggap penting untuk kasus tuntutan itu tidak bisa diandalkan. Hakim mengatakan sidang tidak yakin sampel tersebut ditangani polisi dengan benar.

Dalam masa tiga tahun, Anwar tetap bertahan bahwa ia tidak bersalah setelah mantan stafnya yang berusia 26 tahun, Saiful Bukhari Azlan mengklaim berhubungan seks dengan Anwar. Sodomi termasuk kejahatan di Malaysia yang bisa berakibat hukuman penjara 20 tahun.

Hari Senin, hakim ketua mengatakan sidang tidak bisa menghukum pelanggaran seksual tanpa bukti pendukung yang sah.

Diluar pengadilan, Anwar yang muncul sebagai pemenang dielu-elukan pendukungnya. Dia langsung mengucapkan terima kasih kepada keluarganya dan pengadilan atas keputusan itu dan mengatakan ia akan mengalihkan perhatian pada pemilu berikutnya.

“Saya pikir pemilu sudah dekat dan oleh karena itu kami harus mengerahkan semua kekuatan untuk menjamin terlaksananya pemilu yang bebas dan adil," kata Anwar.

Ratusan polisi berjaga-jaga diluar pengadilan, tempat berkumpulnya 20.000 pendukung Anwar. Polisi mengatakan terjadi tiga ledakan kecil yang melukai dua pengunjung. Tidak jelas siapa yang bertanggung jawab.

Azmin Ali, seorang politisi yang juga wakil presiden partai oposisi, Partai Keadilan Rakyat atau PKR mengatakan hukum telah ditegakkan lewat keputusan itu. Ia mengatakan, “Kami telah mengatakan sejak hari pertama bahwa Anwar Ibrahim tidak bersalah. Saya telah bekerja dengannya dalam 30 tahun ini, dia tidak bersalah. Dia adalah orang yang mulia. Dia telah dituduh, telah melewati semua prosesnya, kami menghadapkan bukti dan saksi-saksi yang bisa dipercaya dan sekarang kebenaran telah terungkap.”

PM Najib sudah memulai reformasi politik dan ekonomi yang ditujukan untuk memenangkan suara pemilih yang skeptis dalam pemilu mendatang. Najib juga bisa menghadapi tantangan kepemimpinan dari partainya sendiri bila ia gagal memenangkan dua pertiga suara mayoritas.

XS
SM
MD
LG