Tautan-tautan Akses

China Umumkan Kasus Pertama MERS


Foto dari Institut Nasional bagi Alergi dan Penyakit Menular menunjukkan transmisivirus MERS yang muncul tahun 2012.

Foto dari Institut Nasional bagi Alergi dan Penyakit Menular menunjukkan transmisivirus MERS yang muncul tahun 2012.

China mengumumkan Jumat, seorang pria Korea Selatan telah dites positif terkena MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Ini merupakan kasus pertama yang dikonfirmasi oleh pemerintah China.

Para pejabat kesehatan di provinsi Guangdong di bagian Selatan China mengatakan kemungkinan penyakit ini menyebar saat pasien menumpang sebuah bus, melintasi pos pemeriksaan di perbatasan yang sibuk antara Hong Kong dan China daratan. Pasien ini tinggal di sebuah hotel sebelum dibawa ke rumah sakit.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, kemungkinan MERS menyebar ke Guangdong sangat tinggi," ujar He Jianfeng, direktur Pusat Pengendalian Penyakit untuk provinsi Guangdong, kepada reporter.

"Secara teori, mungkin akan ada kasus kedua," katanya, menambahkan bahwa 38 orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien belum menunjukkan hasil positif MERS.

Virus ditemukan tahun 2012

Pertama kali diidentifikasi pada manusia tahun 2012, MERS disebabkan oleh virus corona dari keluarga yang sama yang memicu penyebaran SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Hingga saat ini belum ada obat maupun vaksin bagi penyakit ini.

"Virus ini tampaknya beredar secara luas di seluruh Semenanjung Arab," menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) di websitenya. "Semua kasus belakangan ini yang dilaporkan di luar Timur Tengah berasal dari penularan yang berlangsung di Timur Tengah."

WHO mengatakan Jumat, 10 orang di Kora Selatan dikonfirmasi terjangkit MERS, tapi tidak ditemukan penyebaran terus-menerus antar manusia. Lembaga PBB ini tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan ke Korea Selatan atau perdagangan dengan negara itu untuk mencegah penyebaran penyakit MERS.

"Virus ini tidak menunjukkan perubahan perilaku. Virus menular melalui kontak langsung dan tidak ditemukan pola transmisi antar manusia yang berkelanjutan," menurut juru bicara WHO Christian Lindmeier dalam sebuah pertemuan di Jenewa.

Pasien di China yang dirawat dalam karantina di sebuah rumah sakit di Huizhou, menderita demam dan radang paru-paru, menurut Komisi Kesehatan Nasional dan Keluarga Berencana China.

"Menurut sepengetahuan kami ia berada dalam kondisi stabil, dan dirawat dengan baik," menurut pernyataan dari kantor WHO di China.

Pria tersebut, yang merupakan pria seorang pasien lain yang dipastikan menderita MERS di Korea Selatan, datang ke Huizhou dari Hong Kong, Selasa, menurut pejabat Korsel dan China.

Sejumlah orang dimonitor

Pejabat kesehatan Hong Kong mentakan 29 orang berada dalam kontak dekat dengan pasien di China tersebut saat berada di Hong Kong. Dua belas di antaranya, termasuk tiga warga Korea, dikarantina di rumah sakit.

Di antara mereka, tiga orang menunjukkan gejala ringan dan pejabat Hong Kong berkeyakinan kemungkinan penyebaran MERS di Hong Kong masih rendah.

Dua korban baru di Korea Selatan diyakini terjangkit virus MERS dari kasus pertama yang dikonfirmasi pekan lalu, seorang pria berusia 68 tahun yang mengunjungi Bahrain di bulan April dan Mei, dan kembali ke Korea Selatan melalui Qatar.

Pekan lalu, Kementerian Kesehatan Korea Selatan mengatakan ada 1.142 kasus MERS di 23 negara dan 465 korban tewas dilaporkan pada 16 Mei.

XS
SM
MD
LG