Tautan-tautan Akses

China Pertimbangkan Langkah Hadapi Ancaman ISIS


Seorang pegawai Kedutaan China memeriksa jendela pecah di kedutaan tersebut setelah bom bunuh diri di Bishkek, Kyrgyzstan, 30 Agustus 2016. (Foto: dok).

Seorang pegawai Kedutaan China memeriksa jendela pecah di kedutaan tersebut setelah bom bunuh diri di Bishkek, Kyrgyzstan, 30 Agustus 2016. (Foto: dok).

Kelompok teror Islamis, ISIS, merilis video sebelumnya bulan ini yang dengan jelas mengancam China dengan serangan di wilayah China sendiri. Para analis mengatakan bahwa sementara China berusaha memperluas pengaruhnya di seluruh Asia tengah, Timur Tengah dan Afrika, warganya sedang rawan terhadap ancaman teror yang lebih besar dan Beijing sedang menyesuaikan sikap untuk menghadapinya.

Video ISIS itu menunjukkan apa yang disebutnya etnik Uighur China yang bertempur bersama ISIS di Irak. Mereka mengancam akan kembali dan menghabisi mereka.

Analis Raffaello Pantucci dari Royal United Services Institute Inggris mengatakan propaganda itu adalah bagian dari usaha ISIS untuk membalas kemungkinan kekalahan besar di Irak dan Suriah.

“Kalau ISIS dapat mengatakan akan terus berperang, yang dimaksudnya adalah orang-orang dari seluruh dunia yang berjuang bersama ISIS di sana dan kelak akan pulang untuk melakukan teror yang mengerikan di sana. Dengan demikian ISIS memberi gambaran bahwa mereka jauh lebih kuat,” katanya.

Video itu memberi gambaran penindasan oleh Beijing di provinsi Xinjiang yang mayoritas Muslim Uighur di bagian barat China. "China membatasi dengan ketat akses ke daerah itu dan memeriksa kebenaran laporan serangan di sana sangat sulit," menurut Pantucci.

"Walaupun ISIS musuh bersama negara-negara di dunia, hampir tidak ada koordinasi antara China dan koalisi dunia yang memerangi ISIS," kata Mathieu Duchatel dari Dewan Eropa urusan Hubungan Luar Negeri. [gp]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG