Tautan-tautan Akses

Buka Puasa Warga Indonesia di Wisma Indonesia


Suasana buka puasa di Wisma Indonesia

Suasana buka puasa di Wisma Indonesia

Sebagaimana tradisi di bulan Ramadan di tanah air, perwakilan pemerintah Indonesia di Washington DC juga mengadakan buka puasa bersama. Buka bersama diadakan di Wisma Indonesia dengan sajian berbagai makanan Indonesia.

Akhir pekan lalu, perwakilan Indonesia di Washington DC, membuka pintu mereka untuk buka bersama atau iftar di Wisma Indonesia yang juga merupakan kediaman Dubes Indonesia untuk AS.

Menurut Budi Bowo Leksono, Dubes Indonesia untuk AS, buka bersama ini terbuka bagi siapa saja, baik warga Indonesia maupun komunitas lainnya di Washington DC dan sekitarnya.

“Ini rumah Indonesia, rumah kita semua dan bulan suci Ramadan ini kesempatan yang baik bagi berbagai kelompok masyarakat di Washington DC, Maryland, Virginia hadir di sini untuk memperkuat persaudaraan kita di rantau ini,” jelasnya.

Iftar atau buka puasa bersama di bulan Ramadan memang telah menjadi bagian dari tradisi, namun bagi komunitas Indonesia di Washington DC, kesempatan berbuka puasa di Wisma Indonesia mempunyai makna tersendiri.

Zafira Jaya, salah seorang warga Indonesia yang hadir di iftar itu mengaku selalu hadir di acara buka puasa yang diadakan KBRI, baginya acara buka puasa ini juga menjadi ajang bertemu dengan teman-temannya. “Setiap kali buka puasa ini diadakan di Wisma Indonesia, saya selalu datang. Saya bisa bertemu dengan teman-teman yang sudah lama tidak berjumpa,” katanya.

Nurul Fatiyah juga selalu memanfaatkan acara buka puasa ini untuk bersilaturahmi dengan teman-teman. “Puasa hari ini jatuhnya di hari kerja dan anak-anak masih sekolah, jadi dari hari pertama puasa baru kali ini silaturahmi lagi dengan teman-teman,” katanya.

Selain kesempatan bersilaturahmi dan bertemu teman-teman, warga Indonesia selalu menantikan acara buka puasa ini karena hadirnya berbagai hidangan Indonesia, termasuk takjil, yang jarang ditemukan di Amerika.

M. Harris Kuncoro, salah satu warga yang hadir di acara itu mengakui bahwa kehadiran hidangan Indonesia menjadi daya tarik tersendiri. “Rendang itu paling top. Rendang itu kan kalo bikin susah, walaupun udah pake bumbu, udah bawa dari Indonesia tetap aja susah. Biasanya di buka puasa di sini rendangnya paling enak,” ujarnya.

Setelah menikmati hidangan berbuka puasa dan bersilaturahmi, warga menutup iftar dengan shalat Tarawih berjamaah. [dw]

Warga Indonesia melakukan sholat Tarawih di Wisma Indonesia

Warga Indonesia melakukan sholat Tarawih di Wisma Indonesia

XS
SM
MD
LG