Tautan-tautan Akses

Serangan Bom Sasar Pemberontak Houthi di Yaman, 15 Tewas


Pemberontak Syiah Houthi melakukan pemeriksaan kendaraan di Sana'a, Yaman (foto: dok).
Pemberontak Syiah Houthi melakukan pemeriksaan kendaraan di Sana'a, Yaman (foto: dok).

Sebuah bom mobil meledak hari Minggu (28/9) di Yaman, di sebuah rumah sakit yang dikelola pemberontak Houthi.

Pihak berwenang melaporkan jumlah korban cukup besar, di mana sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas. Serangan itu terjadi di sebuah rumah sakit pemberontak Houthi di propinsi Marib, sekitar 175 kilometer timur laut ibukota Sana’a.

Rumah sakit sementara itu telah digunakan oleh kelompok Houthi untuk merawat orang yang luka-luka akibat pertempuran dengan Islamis Sunni, ketika suku Houthi merebut ibukota pekan lalu.

Ledakan bom itu terjadi sewaktu ratusan warga Yaman sedang berdemonstrasi di Sana’a, menuntut supaya pemberontak Houthi meninggalkan kota itu.

Beberapa saksi mata mengatakan para demonstran meneriakkan slogan menentang Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi yang dinilai gagal melawan pemberontak Houthi.

Pemberontak Houthi telah turun dari benteng pertahanan mereka di pegunungan yang terletak 540 kilometer barat daya dari ibukota dan kini berpatroli di jalan-jalan serta mengoperasikan beberapa pos pemeriksaan. Mereka menolak meninggalkan Sana’a meskipun sudah tercapai kesepakatan yang dimediasi PBB, yang akan mengikutsertakan mereka dalam pemerintahan Suriah.

Satu poster yang dibawa para demonstran hari Minggu menyerukan “bebaskan ibukota dari milisi bersenjata”.

Pemberontak Houthi tidak mencoba menghentikan demonstrasi itu.

Pemberontak itu hari Sabtu menandatangani perjanjian keamanan yang mensyaratkan perlucutan senjata dan penarikan mundur dari daerah-daerah yang mereka kuasai dalam beberapa bulan ini. Itu merupakan bagian dari perjanjian komprehensif yang dimediasi PBB.

Departemen Luar Negeri Amerika hari Sabtu mengutuk aksi kekerasan yang terus berlangsung di Yaman dan menyampaikan dukungan bagi Presiden Hadi, yang kini berupaya menerapkan Perjanjian Kemitraan dan Perdamaian Nasional. Amerika juga menghimbau seluruh pihak untuk menjalankan seluruh aspek perjanjian perdamaian itu, khususnya menyerahkan seluruh senjata berat dan menengah kepada pemerintah.

Departemen Luar Negeri Amerika sedang meningkatkan upaya untuk bekerjasama dengan masyarakat internasional guna menerapkan sanksi-sanksi terhadap individu yang mengancam perdamaian, stabilitas dan keamanan Yaman, jika mereka tidak menghentikan kegiatan seperti itu.

XS
SM
MD
LG