Tautan-tautan Akses

AS

Biaya Perang AS Jadi Beban Selama 100 Tahun


Para veteran perang AS yang menjadi cacat setelah bertempur. (Foto: Dok)

Para veteran perang AS yang menjadi cacat setelah bertempur. (Foto: Dok)

Pemerintah AS telah menghabiskan lebih dari US$270 miliar untuk para veteran perang dan keluarga yang ditinggalkannya sejak 1970an.

Jika sejarah menjadi patokan, pemerintah Amerika Serikat akan menanggung biaya perang di Irak dan Afghanistan selama seabad ke depan, seiring kesulitan yang dihadapi tentara dan keluarganya dalam menghadapi pengorbanan akibat pertempuran.

Analisis kantor berita Associated Press (AP) mengenai catatan pembayaran negara menemukan bahwa pemerintah masih membayar biaya bulanan keluarga veteran Perang Sipil, 148 tahun setelah konflik berakhir.

Pada peringatan 10 tahun mulainya Perang Irak, lebih dari US$40 miliar (Rp 388,3 triliun) setiap tahun dibayarkan sebagai kompensasi untuk para veteran dan keluarga yang ditinggalkan akibat Perang Spanyol-Amerika pada 1898, Perang Dunia I dan II, Perang Korea, Perang Vietnam, dua perang Vietnam dan konflik Afghanistan. Dan semua biaya tersebut naik secara pesat.

Senator Patty Murray mengatakan pengeluaran semacam itu seharusnya menjadi pengingat bangsa mengenai biaya keuangan perang berkepanjangan.

"Saat kita memutuskan berperang, kita harus secara sadar juga berpikir mengenai biayanya,” ujar Murray, yang mewakili Partai Demokrat dari negara bagian Washington, dengan menambahkan bahwa bantuan keuangan untuk ayahnya, veteran Perang Dunia II yang mengalami cacat fisik, membantu memberi makan keluarganya.

Alan Simpson, mantan senator Partai Republik dan veteran yang ikut mengepalai komite defisit pemerintahan Barack Obama pada 2010, mengatakan para pemimpin pemerintah yang bekerja untuk membatasi utang negara harus menjamin keluarga para veteran membutuhkan uang yang mereka terima.

"Tanpa ragu, saya akan mengecek kekayaan orang-orang ini,” ujar Simpson.
Dengan meningkatnya jumlah pasukan yang bertahan dari luka perang akibat perbaikan dalam pengobatan dan teknologi di medan perang, biaya kompensasi kecacatan diperkirakan akan menjadi jauh lebih besar.

Ada empat program kompensasi yang mengidentifikasi penerima sebagai berikut: Veteran yang cacat; keluarga dari mereka yang ditinggal mati saat bertugas aktif atau dari kecacatan terkait tugas; veteran perang berpenghasilan rendah berusia lebih dari 65 tahun atau cacat; dan keluarga yang ditinggalkan veteran perang yang berpenghasilan rendah atau anak-anaknya yang cacat.

Perang-perang di Irak, Afghanistan dan konflik Teluk Persia pertama pada awal 1990an menghabiskan biaya $12 miliar per tahun untuk membayar kompensasi mereka yang meninggalkan tugas militer atau anggota keluarga yang ditinggal mati.

Kompensasi pasca-tugas ini telah mencapai $50 miliar sejak 2003, tidak termasuk pengeluaran biaya medis dan biaya lain. Biaya ini diperkirakan akan naik akibat beberapa faktor, termasuk krisis ekonomi yang membuat para veteran tidak bisa mendapatkan pekerjaan serta kesadaran yang meningkat akan trauma kepala serta kesehatan mental.

Untuk Perang Vietnam, kompensasi yang dibayarkan 40 tahun setelah AS mengakhiri keterlibatannya terus meningkat, menjadi di atas $22 miliar.

Sementara itu, Perang Dunia I yang telah berakhir 94 tahun lalu terus membebani pembayar pajak di AS sekitar $20 juta per tahun, sementara Perang Dunia II $5 miliar.
Untuk Perang Sipil dan Perang Spanyol-Amerika, biaya total adalah $50.000 per tahun. (AP/Mike Baker)
XS
SM
MD
LG