Tautan-tautan Akses

AS

Badai Salju Diperkirakan akan Kembali Lewati Pantai Timur AS


Sebuah orang-orangan salju (snowman) tampak menghiasi pelataran National Mall, Washington, D.C., tepatnya di sisi barat gedung Capitol, pasca badai salju (13/2).

Sebuah orang-orangan salju (snowman) tampak menghiasi pelataran National Mall, Washington, D.C., tepatnya di sisi barat gedung Capitol, pasca badai salju (13/2).

Gelombang terakhir badai salju diyakini akan melewati pantai timur Amerika Serikat hari Jumat dan Sabtu, setelah hujan salju paling lebat dalam musim dingin yang sangat parah tahun ini.

Badai terakhir ini diramalkan sementara jutaan orang masih berusaha membersihkan salju tebal yang menyelimuti sepertiga wilayah Amerika di bagian timur. Satu juta orang di Selatan tidak memiliki aliran listrik setelah cabang-cabang pohon yang terbebani es patah menimpa kawat-kawat listrik.

Sedikitnya 18 orang meninggal dunia terkait badai salju, termasuk seorang perempuan hamil yang mobilnya ditabrak truk pembersih salju. Bayinya dilahirkan dalam keadaan kritis.

Badai salju hari Rabu(12/2) melanda kawasan tenggara Amerika Serikat dan hari Kamis (13/2) bergerak ke utara di sepanjang pantai timur menuju kawasan New England, Amerika bagian timur laut.

Salju setebal lebih dari 30 sentimeter turun di beberapa bagian pantai timur Amerika, membuat kantor-kantor pemerintah dan sekolah tutup, dan ribuan penerbangan dibatalkan. Layanan bus kota di Washington DC tidak beroperasi.

Sebagian penduduk tampaknya bertekad menikmati hari libur mereka yang diluar perkiraan itu. Sebagian penduduk Washington pergi ke lapangan luas di tengah kota untuk main ski atau membuat patung salju.

Musim dingin kali ini lebih parah dari biasanya, dengan suhu sangat rendah di Amerika bagian barat tengah, badai es yang jarang terjadi di Selatan, dan curah salju paling besar di Amerika bagian timur selama beberapa tahun terakhir.
XS
SM
MD
LG