Tautan-tautan Akses

AS

Atasi Anoreksia, Atlet Sepeda AS Ikut Olimpiade


Dotsie Bausch (kiri) dan kawan satu tim Lauren Michelle dalam Kejuaraan Dunia Sepeda Trek 2010 di Denmark. (Photo: AP)

Dotsie Bausch (kiri) dan kawan satu tim Lauren Michelle dalam Kejuaraan Dunia Sepeda Trek 2010 di Denmark. (Photo: AP)

Berhasil mengatasi anoreksia, Dotsie Bausch menjadi atlet balap sepeda tingkat dunia seraya membantu penderita penyakit pola makan.

Lebih dari satu dekade lalu, hidup Dotsie Bausch berantakan saat ia berjuang melawan kelainan pola makan yang membuatnya hanya berbobot 40 kilogram. Bausch bahkan pernah mempertimbangkan untuk bunuh diri.

Saat bekerja sebagai model di New York City pada 1990an, ia mengkonsumsi kokain dan narkoba lainnya dan mengidap anoreksia, penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Pilihannya hanya satu, hidup atau mati.

“Saya terhempas ke jurang permasalahan paling dalam. Situasi setiap orang berbeda, namun untuk saya, saat itu saya mengatakan pada diri saya sendiri, ‘OK, saya ingin dan perlu berubah.’ Awalnya, saya tidak melakukannya untuk diri sendiri,” kata Bausch.

“Saya melakukannya untuk keluarga saya karena saya sadar saya tidak mungkin bertahan hidup jika terus seperti itu, dan saya bahkan tidak peduli. Namun saya memiliki sistem pendukung yang luar biasa, dan saya tahu betapa mengerikannya situasi saya.”

Bausch menemukan penyaluran. Dengan energi yang baru, ia mulai bersepeda pada 1998 dan tak lama terlibat dalam perlombaan amal, termasuk perjalanan sejauh 877 kilometer dengan sepeda gunung dari San Fransisco ke Los Angeles.

Bausch kemudian naik peringkat dari pembalap pemula ke pembalap Kategori 1, atau level tertinggi dalam olahraga sepeda di AS. Ia menjadi anggota tim nasional pada 2002.

Atlet sepeda dengan tinggi 175 centimeter itu berlomba dalam beberapa kompetisi balap sepeda terbesar di dunia. Namun setelah satu dekade, ia ingin mencoba sesuatu yang baru dan beralih ke sepeda trek pada 2007. Ia kemudian terpilih dalam grup dimana tiga pembalap sepeda bertanding untuk nomor 3.000 meter pada trek oval.

Dalam umur 39 saat ini, untuk pertama kalinya Bausch akan bertanding dalam Olimpiade di London.


Dotsie Bausch dan rekan senegaranya dalam Kejuaraan Sepeda Trek di Belanda, 2011. (Photo: AP)

Dotsie Bausch dan rekan senegaranya dalam Kejuaraan Sepeda Trek di Belanda, 2011. (Photo: AP)

Bausch mengatakan bersepeda telah mengubah hidupnya sejuta kali lebih positif.

“Awalnya kegiatan ini hanya bagian dari penyembuhan selama dua tahun. Namun kemudian saya mulai ikut balap karena saya sangat mencintai bersepeda dan saya pikir, suatu hari nanti saya harus mencoba bertanding,” kata Bausch.

“Saya tidak pernah menyangka mengalami perjalanan sejauh ini, apalagi ikut olimpiade. Tapi kenyataannya begitu,” tambahnya.

Bausch adalah pemegang gelar juara nasional AS dalam sepeda selama tujuh kali dan memiliki dua medali emas perlombaan sepeda trek Pan America. Pada 2010, ia dan kawan satu tim, Sarah Hammer dan Lauren Tamayo memegang rekor dunia pada kejuaraan Pan America di Meksiko untuk kategori perempuan (women’s team pursuit).
Trio ini akan bersatu lagi di London, di mana kategori women’s team pursuit ini pertama kalinya dipertandingkan di Olimpiade.

Bausch, yang berasal dari keluarga tentara, merasa bangga bisa mewakili negaranya.

“Kakak perempuan saya, yang memiliki hubungan sangat akrab dengan saya dan merupakan mitra bisnis saya, merupakan pejabat Angkatan Udara dan sempat bertugas di Irak. Jadi, memakai warna merah, putih dan biru serta bendera AS memiliki arti penting untuk saya sebagai orang Amerika dan datang dari keluarga yang membela negara ini,” katanya.

Meski ia sangat fokus pada bersepeda, Bausch memiliki tujuan-tujuan lain. Ia aktif sebagai mentor dan memberikan dukungan bagi perempuan yang ingin mengatasi kelainan pola makan yang akut supaya mereka dapat kembali ke gaya hidup yang sehat.

“Saya selalu berkata pada perempuan baik remaja maupun dewasa bahwa saya bisa membantu. Saya pernah ada di posisi mereka dan itu memang bagian hidup saya. Dengan bersikap terbuka dan jujur, serta mengatakan pada mereka bahwa saya tahu kengerian yang harus mereka hadapi, orang-orang menjadi lebih terbuka pada saya,” kata Bausch.
XS
SM
MD
LG