Tautan-tautan Akses

AS Siapkan $20 Juta Dana Tambahan untuk Krisis Migran di Eropa


Para migran antri untuk mendapatkan pembagian makanan di kamp pengungsi Idomeni, Yunani (23/3).

Para migran antri untuk mendapatkan pembagian makanan di kamp pengungsi Idomeni, Yunani (23/3).

Amerika menyediakan dana tambahan sebesar 20 juta dolar kepada Eropa untuk membantu upaya-upaya internasional menanggapi krisis migran.

Departemen Luar Negeri Amerika dalam pernyataan hari Senin (28/3) menyatakan dana itu akan mendukung PBB dan Masyarakat Bulan Sabit/Palang Merah untuk memberi perlindungan, tempat penampungan dan beberapa jenis bantuan lain di seluruh Eropa.

Pengumuman dana baru ini akan membuat jumlah sumbangan bantuan kemanusiaan Amerika bagi krisis migran ini menjadi hampir 44 juta dolar sejak dimulai tahun lalu. Sekitar 17,5 juta dolar akan digunakan untuk membantu mewujudkan Rencana Tanggapan Migran dan Pengungsi Regional bagi Eropa yang dirancang oleh Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR).

Dana itu secara khusus akan digunakan untuk membuat pengaturan bagi migran yang baru tiba, meningkatkan konseling dan komunikasi antara pemerintah dan migran tentang bagaimana melakukan migrasi secara legal.

Sisanya – sekitar 2,5 juta dolar – akan digunakan untuk mengatasi kondisi darurat baru-baru ini di Yunani dan bagi migran perempuan dan anak perempuan di bagian tenggara Eropa.

Dana tersebut akan digunakan otorita Yunani untuk menyediakan perangkat anti-perkosaan dan membantu mencegah serta menanggapi aksi kekerasan berbasis gender di seluruh kawasan itu.

Pengumuman itu hanya berselang satu minggu setelah Uni Eropa dan Turki mencapai apa yang oleh kedua pihak disebut sebagai “perjanjian terobosan” untuk menangani migran yang memasuki Yunani – lewat Suriah dan negara-negara lain – secara illegal.

Berdasarkan perjanjian yang mulai berlaku 28 Maret ini, seluruh migran yang memasuki Yunani secara ilegal akan dikirim ke Turki setelah mereka didaftarkan dan klaim untuk mencari suaka di Eropa dipertimbangkan. Sementara itu Uni Eropa akan memukimkan ribuan migran yang melarikan diri dari Turki dan mencari tempat pengungsian secara legal di seluruh negara anggota Uni Eropa.

Turki – yang sudah menampung sekitar tiga juta pengungsi Suriah – akan menerima bantuan sekitar 6,7 milyar dolar untuk membantu menangani krisis tersebut jika memenuhi sejumlah syarat-syarat yang digariskan dalam perjanjian tersebut.

Meskipun sebagian besar pemimpin Uni Eropa dan Turki memuji perjanjian itu sebagai cara untuk mengatasi arus pengungsi terparah sejak Perang Dunia Kedua, beberapa pengecam mengatakan perjanjian itu menggunakan migran sebagai 'pion-pion politik'. [em]

XS
SM
MD
LG