Tautan-tautan Akses

AS Puji Komitmen Iran Penuhi Kesepakatan Nuklir


Seorang teknisi bekerja di fasilitas pengayaan uranium Iran di Isfahan (foto: dok).

Seorang teknisi bekerja di fasilitas pengayaan uranium Iran di Isfahan (foto: dok).

Menlu AS John Kerry memuji bahwa pemerintah Iran telah mengambil satu langkah paling signifikan guna memenuhi komitmennya terhadap kesepakatan nuklir.

Iran telah mengambil satu langkah paling signifikan guna memenuhi komitmennya terhadap kesepakatan nuklir, kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Kerry mengatakan bahwa Iran melakukan hal tersebut hari Senin (28/12), ketika sebuah kapal yang membawa lebih dari 11.300 kilogram bahan uranium yang diperkaya meninggalkan Iran menuju Rusia.

Penghapusan uranium yang diperkaya adalah salah satu rintangan utama yang harus dilakukan Iran di bawah perjanjian nuklir yang dikenal sebagai Aksi Rencana Komprehensif Bersama (JCPOA). Ini harus dilakukan Iran agar mendapatkan pelonggaran atas sanksi-sanksi nuklirnya.

Rintangan lainnya termasuk menghapus ribuan sentrifugal yang digunakan untuk memperkaya uranium, dan mendesain ulang reaktor air berat sehingga tidak dapat digunakan untuk memproduksi plutonium yang bisa digunakan sebagai senjata nuklir.

Langkah yang Signifikan

"Penghapusan uranium hari Senin (28/12) adalah "langkah signifikan" bagi Iran dalam memenuhi komitmennya untuk memiliki "tidak lebih dari 300 kilogram uranium rendah yang diperkaya pada hari implementasi," kata Kerry.

Iran dan kekuatan dunia menjuluki "Hari Implementasi" sebagai hari di mana Iran memenuhi semua ketentuan dalam JCPOA dan, sebagai imbalannya, memenuhi syarat untuk mendapatkan keringanan atas sanksi-sanksi.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di media pemerintah hari Senin, perunding nuklir senior Iran Abbas Araqchi mengulangi komentar yang dikeluarkan oleh Presiden Hassan Rouhani awal bulan ini, dengan mengatakan bahwa ia mengharapkan 'Hari Implementasi' akan terjadi bulan depan.

"Kita akan menyaksikan (hari) implementasi JCPOA pada pertengahan Januari, insya Allah," kata Araqchi.

Namun, AS dan kekuatan dunia lainnya belum memprediksi tanggal yang pasti.

Mereka mengatakan 'Hari Implementasi' (pelaksanaan JCPOA) tidak akan terjadi sampai badan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional atau IAEA, memverifikasi kepatuhan Iran dengan ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam kesepakatan nuklir. [pp/dw]

XS
SM
MD
LG