Tautan-tautan Akses

AS

AS Pindahkan Tersangka Teror Yaman dari Guantanamo


Suasana di dalam penjara Guantanamo, Kuba. (Foto: Dok)

Suasana di dalam penjara Guantanamo, Kuba. (Foto: Dok)

Suleiman yang kini berusia 41 tahun dibawa ke fasilitas tersebut tahun 2002 dan pertama kali direkomendasikan untuk dipindahkan ke luar Guantanamo tahun 2010.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan Minggu (10/7) bahwa mereka telah memindahkan seorang tersangka teror Yaman dari fasilitas penjara di Teluk Guantamo, Kuba ke sebuah penjara di wilayah Italia.

Dephan menyatakan pemindahan Fayiz Ahmad Yahia Suleiman itu disetujui dengan suara bulat oleh Gugus Tugas Kajian Guantanamo setelah melakukan pengkajian ulang secara menyeluruh kasusnya. Ditambahkan, gugus tugas itu mengkaji sejumlah faktor penting, termasuk potensi keamanan, sebelum menyetujui pemindahan tersebut.

Pihak berwenang mengatakan pemindahan Suleiman itu membuat jumlah tahanan di Guantanamo, fasilitas kontroversial yang dijanjikan Presiden Barack Obama akan segera ditutup, kini menjadi 78 orang.

Obama mengeluarkan perintah eksekutif tahun 2009 untuk benar-benar menutup Guantanamo, yang menurut sejumlah kritikus telah memenjarakan ratusan tahanan, beberapa diantaranya selama bertahun-tahun, tanpa gugatan resmi atau bahkan pengadilan.

Upaya Obama ditentang keras oleh para anggota fraksi Republik di Kongres yang khawatir dengan resiko keamanan yang ditimbulkan dengan penutupan fasilitas tersebut.

Suleiman yang kini berusia 41 tahun dibawa ke fasilitas tersebut tahun 2002 dan pertama kali direkomendasikan untuk dipindahkan ke luar Guantanamo tahun 2010.

Dokumen-dokumen yang dipublikasikan oleh surat kabar New York Times tahun 2008 menggambarkan Suleiman, yang kelahiran Arab Saudi, sebagai militan yang terlatih di Afghanistan dan bertempur bersama Taliban.

Ia juga dituduh sebagai salah satu dari tujuh Mujahidin yang bersama Osama bin Laden tahun 2001 ketika pemimpin al-Qaida itu melarikan diri dari operasi perburuan pasukan yang beraliansi dengan Amerika pasca serangan teroris 11 September 2001.

Dokumen itu juga menggambarkan Suleiman sebagai seseorang yang dididik di Kandahar, Afghanistan untuk menjadi ahli medis dan membuat racun. Suleiman sebelumnya bertempur di Bosnia semasa Perang Balkan tahun 1990an. [em]

XS
SM
MD
LG