Tautan-tautan Akses

2 Warga AS Gelar Wisata Lomba Perahu di Sungai Bengawan Solo

  • Yudha Satriawan

Perahu untuk kampanye sungai bersih Bengawan Solo (Foto: dok).

Perahu untuk kampanye sungai bersih Bengawan Solo (Foto: dok).

Dua warga Amerika di kota Solo, Dough Chernoff dan Andrew menunjukkan kepeduliannya pada kondisi sungai Bengawan Solo dengan menggelar aksi lomba perahu di Sungai Bengawan Solo.

Doug Chernoff, warga Amerika Serikat, berjalan ke dereta perahu di tepi sungai Bengawan Solo di kota Solo Jawa tengah, Minggu siang (19/2). Doug yang tinggal di kota Solo lebih dari setahun ini siap berlomba menyusuri sungai Bengawan Solo bersama rekan senegaranya, Andrew. Air sungai tersebut tampak pekat akibat limbah dan sampah.

"Kesan saya Sungai bengawan Solo kotor. Banyak sampah dan limbah. Saya baru pertama kali ikut kegiatan ini. Saya berharap ada langkah nyata membersihkan sungai ini. Saya sangat mendukung acara ini,” demikian ungkap Doug Chernoff.

Selain peserta dari Amerika Serikat, tampak pula warga negara asing lainnya dan peserta dari daerah di Indonesia. Ribuan warga kota Solo menonton di sepanjang bantara sungai Bengawan Solo. Mereka tampak malu dengan kondisi sungai tersebut.

Pepohonan di tepi sungai penuh dengan sampah yang bergantungan, sisa dan bekas banjir yang terjadi awal tahun ini. Juru Bicara Penyelenggara acara tersebut, Michael Micklem, mengatakan lomba perahu ini sebagai bentuk kampanye Gerakan Sungai bersih. Warga negara Australia yang 12 tahun tinggal di kota Solo tersebut berharap ada kesadaran warga menjaga kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan.

Kegiatan ini supaya orang Solo tidak memakai sungai sebagai tempat sampah. Kasihan, sekarang sungai dan kali di sini semua sudah kotor. Masih ada orang yang buang sampah ke sungai, industri-industri buang limbah juga ke sungai. Bahkan ada sungai jadi WC. Mudah-mudahan kalau orang-orang itu melihat sungai bisa menjadi tempat yang nyaman, indah, dan bersih dari limbah, sampah, serta bisa dipakai untuk obyek wisata, mereka akan lebih mengerti dan lebih peduli menjaga kebersihan sungai,” demikian kata Michael Micklem.

Lomba tersebut digelar dalam dua kategori yaitu balap perahu kano dan kreatifitas perahu rakitan, misalnya becak apung, kursi apung, tempat tidur apung, dan sebagainya.

Acara ini diikuti 30 peserta, tujuh orang diantaranya berasal dari luar negeri yaitu Kanada, Inggris, Amerika Serikat, dan Meksiko.

XS
SM
MD
LG