Tautan-tautan Akses

Presiden SBY Serukan Partai Islam Turut Perangi Islamofobia dan Radikalisme

  • Wella Sherlita

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menguatkan peranannya sebagai partai Islam bagi masyarakat; termasuk dalam memperbaiki citra Islam.

Sebagai partai Islam yang sejak lama berkiprah di bidang politik, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diminta oleh Presiden untuk terus meningkatkan kiprahnya bagi masyarakat, terutama menghadapi stigma negatif seperti isu Islam garis keras dan terorisme. Hal ini disampaikan Menteri Agama yang juga Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali, usai pertemuan Pengurus Pusat PPP dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di kantor Presiden, Rabu siang.

Kedatangan Pengurus Pusat PPP sekaligus untuk melaporkan rencana partai Islam ini melakukan Muktamar (pertemuan nasional partai) pada 3-6 Juli 2011 mendatang, di Bandung Jawa Barat.

Muktamar PPP akan didahului dengan Munas Alim Ulama, yang akan membicarakan sejumlah persoalan Islam terkini. Suryadharma menambahkan, “Beliau (Presiden SBY) juga mendukung akan diadakannya Munas Alim Ulama, ini forum yang akan mendahului pelaksanaan muktamar pada 3 Juli itu. Munas Alim Ulama dimaksudkan untuk memberikan penjelasan kepada khalayak luas mengenai hubungan Islam dengan Pancasila, Islam dengan demokrasi, Islam dan pengentasan kemiskinan, dan sebagainya. Juga pandangan PPP tentang Islam garis keras dan terorisme, dengan demikian masyarakat bisa mendapatkan pedoman tentang Islam yang dikembangkan PPP.”

Selain itu, kata Suryadharma, Munas Alim Ulama juga bertujuan untuk mengurangi kecurigaan dan pandangan negatif mengenai Islam. “Dengan demikian kita harapkan masyarakat bisa tercegah dari pemahaman Islam yang sesat, radikal, dan intoleransi,” demikian ujar Suryadharma.

Namun, Suryadharma Ali tidak menjabarkan penerapan macam apa yang akan dilakukan PPP dalam upaya mencegah pemahaman Islam yang sesat dan radikal itu. Isu Ahmadiyah dan terorisme, misalnya, sampai sekarang belum selesai meskipun berulangkali pemerintah mengadakan dialog dan seminar-seminar terkait.

Dalam koalisi partai pendukung SBY, terdapat dua partai Islam; yaitu PPP dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Presiden SBY mengakui PPP termasuk partai pendukung yang setia mendampingi sejak ia terpilih pada 2004. Bahkan, beberapa kali tokoh-tokoh PPP menyampaikan solusi untuk masalah-masalah penting.

Presiden SBY mengatakan, “Setelah itu kebersamaan kita tahun 2004-2009 bersama-sama saya menjalankan roda pemerintahan dan alhamdulillah sekarang tahun 2009-2014 juga kembali bersama-sama untuk sejahterakan rakyat. Banyak sekali tokoh-tokoh PPP yang senior-senior menjadi bagian dari solusi yang tidak mudah.”

Ke depannya, SBY berharap presiden-presiden berikutnya akan lebih banyak bertindak bagi rakyat dan bangsanya. Persoalan negeri ini tidak bisa diselesaikan oleh satu kelompok saja tapi harus bersama-sama, kata Presiden SBY.

XS
SM
MD
LG