Tautan-tautan Akses

Amerika Kutuk Pelanggaran HAM di Krimea


Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika John Kirby (Foto: dok).

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika John Kirby (Foto: dok).

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika John Kirby mengimbau kepada Rusia, agar membatalkan keputusan Kementrian Kehakiman yang menetapkan Majelis Tatar Krimea itu sebagai sebuah organisasi “ekstremis”.

Kementrian kehakiman Rusia telah menghentikan kegiatan-kegiatan Majelis Rakyat Tatar Krimea, sebuah lembaga yang terdaftar pada pemerintah Ukraina dan beroperasi di wilayah Ukraina dan menempatkannya dalam daftar ‘organisasi teroris” pemerintah Rusia.

Majelis itu sejak lama menjadi badan perwakilan penduduk Tatar Krimea. Majelis itu juga berfungsi sebagai corong independen penting dalam melestarikan kebudayaan dan melindungi mereka dari diskriminasi.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika John Kirby mengimbau kepada Rusia, agar membatalkan keputusan Kementrian Kehakiman yang menetapkan Majelis Tatar Krimea itu sebagai sebuah organisasi “ekstremis” dan keputusan pihak berwenang de facto di Krimea untuk menghentikan lembaga demokratis ini.

Tindakan terhadap majelis ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian pelanggaran yang dilakukan pihak berwenang de facto terhadap mereka yang berada di Krimea yang menentang pendudukan Rusia dan upaya aneksasi, termasuk warga Tatar Krimea dan anggota etnis dan kelompok agama minoritas lainnya di Krimea.

Menurut laporan HAM terbaru, Departemen Luar Negeri Amerika selama tahun lalu, badan keamanan Rusia terlibat dalam kampanye intimidasi ekstensif untuk menekan pembangkang dan oposisi pendudukan itu yang melakukan penculikan, penghilangan dan penyiksaan fisik serta deportasi di Krimea.

Lebih luas lagi, pihak berwenang Rusia terlibat dalam kampanye luas untuk menekan kebebasan berbicara dan media di Krimea. Mereka menolak mendaftar media dan organisasi-organisasi berita Krimea, melarang mereka beroperasi secara sah. Badan keamanan juga menahan dan menyiksa wartawan dan mengancam mereka dengan hukuman karena menentang pendudukan.

Tanggal 19 April, pihak berwenang Rusia menahan sejumlah wartawan di Krimea dan menyerbu lima kantor media di semenanjung itu. Seorang wartawan, Mykola Semena, ditahan karena dituduh menentang pendudukan Rusia. Ini merupakan pola upaya-upaya terbaru untuk memberangus kebebasan berbicara di Krimea.

Amerika mengecam terus berlanjutnya pelanggaran-pelanggaran di Krimea dan kembali menyerukan kepada Rusia untuk mengakhiri pendudukannya di Krimea. Sanksi-sanksi terkait Krimea masih tetap diberlakukan sampai Rusia mengakhiri pendudukannya dan mengembalikan semenanjung itu kepada Ukraina [my/al]

XS
SM
MD
LG