Tautan-tautan Akses

Irna: Halo semua sobat VOA, apa kabar? Di sini saya bersama

Brandon: Brandon Garner, welcome friends, to All ABOUT IDIOMS

Irna: Acara ini khusus membahas idiom bahasa Inggris yang umum dalam tulisan dan percakapan orang Amerika sehari-hari. Idiom adalah sekumpulan kata yang punya arti tersendiri jadi tidak bisa diterjemahkan secara harfiah. Oleh karena itu, jika seseorang memahami idiom yang jumlahnya ribuan sering dinilai bahasa Inggris-nya setara dengan native speaker. Salah satu idiom yang sering kita dengar atau baca adalah Brandon?

Brandon: UP TO MY NECK, Irna, sekali lagi UP TO MY NECK

Irna: Artinya dalam kesulitan atau kewalahan karena sesuatu, apakah itu lantaran pekerjaan bertumpuk atau utang banyak. UP ejaannya UP artinya di atas, MY ejaannya M-Y artinya saya dan NECK ejaannya N-E-C-K artinya leher.

Brandon: I’m sorry but I won’t be able to fix your T-V for two weeks. I’m UP TO MY NECK in work right now. But I’ll try to have it ready for you in time for the start of the football season.

Irna: Artinya: Maaf saja, saya tidak bisa memperbaiki televisi anda sampai dua pekan lagi. Saya sekarang kewalahan karena terlalu banyak yang harus saya kerjakan. Tetapi saya akan berusaha supaya bisa selesai saat musim pertandingan sepak bola dimulai.

Kata “neck” dalam idiom tadi bisa diganti dengan “ears” ejaannya E-A-R-S artinya kuping menjadi

Brandon: UP TO HIS EARS sekali lagi UP TO HIS EARS

Irna: Artinya ia kewalahan atau kesulitan. Kita simak contohnya:

Brandon: He only paid the minimum amount on the balance of his credit cards and now he is up to his ears in debt.

Irna: Artinya: Dia hanya melakukan pembayaran minimal untuk semua kartu kreditnya dan sekarang ia kewalahan membayar utangnya.

Kita tadi membahas idiom

Brandon: UP TO MY NECK and UP TO HIS EARS

Irna: Sekian saja untuk hari ini.

Brandon: Friends, we’ll be back soon. So long and thanks for listening.

XS
SM
MD
LG