<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">     
    <channel>      
        <title>Dunia Fauna - Voice of America</title>     
        <link>https://www.voaindonesia.com/z/4478</link>
        <description>Himpunan kisah di website Voice of America mengenai dunia binatang, manusia dan hewan peliharaan, kesejahteraan binatang, berikut upaya konservasi dan perlindungan satwa.</description>
        <image>
            <url>https://www.voaindonesia.com/Content/responsive/VOA/id/img/logo.png</url>
            <title>Dunia Fauna - Voice of America</title>
            <link>https://www.voaindonesia.com/z/4478</link>
        </image>
        <language>id</language>
        <copyright> </copyright>   
        <ttl>60</ttl>        
        <lastBuildDate>Sun, 05 Apr 2026 21:05:51 +0700</lastBuildDate> 
        <generator>Pangea CMS – VOA</generator>        
        <atom:link href="https://www.voaindonesia.com/api/zvqoqmeokoqm" rel="self" type="application/rss+xml" />
    		<item>
            <title>Laporan: Populasi Burung di Amerika Menurun</title>
            <description>Lebih dari 100 spesies yang diteliti telah mencapai &quot;titik kritis&quot;, kehilangan lebih dari setengah populasi mereka dalam 50 tahun terakhir.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/laporan-populasi-burung-di-amerika-menurun/8011120.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/laporan-populasi-burung-di-amerika-menurun/8011120.html</guid>            
            <pubDate>Sat, 15 Mar 2025 05:47:50 +0700</pubDate>
            <category>Dunia Fauna</category><category>Amerika Serikat</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/251f6130-15c4-4100-08bb-08dd5c8b1668_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Tabrak Kawanan Gajah, Kereta Api di Sri Lanka Tergelincir</title>
            <description>Pihak berwenang di Sri Lanka mengatakan sebuah kereta penumpang tergelincir setelah menabrak kawanan gajah, Kamis (20/2). Kereta ekspres itu melaju di dekat suaka margasatwa di Habarana, 180 kilometer timur ibu kota Kolombo, saat menabrak gajah yang sedang menyeberangi rel sebelum fajar menyingsing.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/tabrak-kawanan-gajah-kereta-api-di-sri-lanka-tergelincir/7981897.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/tabrak-kawanan-gajah-kereta-api-di-sri-lanka-tergelincir/7981897.html</guid>            
            <pubDate>Thu, 20 Feb 2025 22:46:27 +0700</pubDate>
            <category>Asia Pasifik</category><category>Dunia</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (VOA)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/30de9d2f-040c-4f15-9d18-83e800458c3b_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Lebih dari 150 Paus Pembunuh Palsu Terdampar di Pantai Tasmania</title>
            <description>Lebih dari 150 ekor paus pembunuh palsu (false killer whale) terdampar di pantai terpencil di Tasmania, Australia, kata para pejabat hari Rabu. Hewan yang termasuk spesies lumba-lumba itu ditemukan pada Selasa sore, dan sebagian di antaranya mungkin telah terdampar selama 48 jam pada Rabu dini hari.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/lebih-dari-150-paus-pembunuh-palsu-terdampar-di-pantai-tasmania/7980514.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/lebih-dari-150-paus-pembunuh-palsu-terdampar-di-pantai-tasmania/7980514.html</guid>            
            <pubDate>Wed, 19 Feb 2025 21:54:29 +0700</pubDate>
            <category>Dunia Fauna</category><category>Berita</category><category>Dunia</category><author>voaindonesia@voanews.com (VOA)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/09733717-c168-4ec4-9dd1-29a24af95753_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Orangutan Tersesat di Wilayah Tambang Batu Bara, Aktivis Lingkungan Khawatir
 </title>
            <description>Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat deforestasi tertinggi di dunia, yang didorong oleh aktivitas pertambangan. Ironisnya, Indonesia juga merupakan satu dari dua negara terakhir yang masih menjadi habitat orangutan, selain Malaysia.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/orangutan-tersesat-di-wilayah-tambang-batu-bara-aktivis-lingkungan-khawatir-/7976759.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/orangutan-tersesat-di-wilayah-tambang-batu-bara-aktivis-lingkungan-khawatir-/7976759.html</guid>            
            <pubDate>Sun, 16 Feb 2025 18:16:57 +0700</pubDate>
            <category>Indonesia</category><category>Lingkungan Hidup</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (AFP)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/01000000-0aff-0242-bcc0-08db20b5d648_cx0_cy6_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Sempat Tertelan oleh Paus, Pendayung Kayak di Chili Selamat Tanpa Cedera </title>
            <description>Para ahli mengatakan pendayung kayak itu kemungkinan sedang berada di tempat paus mencari makanan dan tidak sengaja tertelan ketika mulut paus terbuka.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/sempat-tertelan-oleh-paus-pendayung-kayak-di-chili-selamat-tanpa-cedera-/7974730.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/sempat-tertelan-oleh-paus-pendayung-kayak-di-chili-selamat-tanpa-cedera-/7974730.html</guid>            
            <pubDate>Sat, 15 Feb 2025 07:03:25 +0700</pubDate>
            <category>Amerika Lainnya</category><category>Berita</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (AFP)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/cfec3395-0c16-4547-a830-0db01106deb4_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Meningkatnya Minat &quot;Birdwatching&quot; Munculkan Produk Pemantau Pintar</title>
            <description>Di saat banyak warga AS seharian menatap layar ponsel, semakin banyak yang menggemari kegiatan “birdwatching” atau mengamati burung. Ini memunculkan peluang mengembangkan teknologi yang bisa memantau burung di sekitar rumah, tak kalah serunya dengan film dokumenter.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/meningkatnya-minat-birdwatching-munculkan-produk-pemantau-pintar/7957482.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/meningkatnya-minat-birdwatching-munculkan-produk-pemantau-pintar/7957482.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 31 Jan 2025 05:09:58 +0700</pubDate>
            <category>VOA Tekno</category><category>Televisi</category><category>Video </category><category>Media</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (Nova Poerwadi)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/d7392a07-56d9-4d43-ba16-2eda06df4a85_tv_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Kebun Binatang Washington Kembali Dapat Sepasang Panda</title>
            <description>Bao Li dan Qing Bao akan tinggal di Kebun Binatang Washington selama 10 tahun sesuai perjanjian dengan China. </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/kebun-binatang-washington-kembali-dapat-sepasang-panda/7949543.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/kebun-binatang-washington-kembali-dapat-sepasang-panda/7949543.html</guid>            
            <pubDate>Sat, 25 Jan 2025 12:33:42 +0700</pubDate>
            <category>Amerika Serikat</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (VOA)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/9ea0c5b8-9e48-4273-b4c6-7a91ac2a557e_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Patroli Anjing Endus Kebocoran Pipa Air di Prancis</title>
            <description>Sebuah brigade anjing khusus digunakan di Prancis untuk melacak pipa air yang bocor.  Kebocoran pipa adalah masalah serius dan mahal bagi perusahaan-perusahaan air dan para pelanggan mereka di negara itu. </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/patroli-anjing-endus-kebocoran-pipa-air-di-prancis/7942496.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/patroli-anjing-endus-kebocoran-pipa-air-di-prancis/7942496.html</guid>            
            <pubDate>Mon, 20 Jan 2025 03:14:49 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>Dunia Fauna</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/c23d0fe5-a3bd-4222-8ff2-a42346e2ef63_cx0_cy10_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Sapi Laut Florida, Mamalia Air yang Rentan Ancaman Perubahan Iklim</title>
            <description>November hingga Maret di Florida adalah &quot;Musim Manatee&quot; atau sapi laut, mamalia air yang bisa dilihat langsung di alam bebas. Selama musim dingin, mereka bermigrasi ke perairan yang lebih hangat untuk bertahan hidup. Namun badai yang semakin sering menerjang Florida menyapu habis makanan mereka. </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/sapi-laut-florida-mamalia-air-yang-rentan-ancaman-perubahan-iklim/7939524.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/sapi-laut-florida-mamalia-air-yang-rentan-ancaman-perubahan-iklim/7939524.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 17 Jan 2025 04:35:32 +0700</pubDate>
            <category>Liputan Berita VOA</category><category>Televisi</category><category>Video </category><category>Media</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (Valdya Baraputri)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/bf562d3e-65f7-47b2-9e16-f1de831e890d_tv_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Serangan Ikan Hiu di Mesir, Satu Wisatawan Tewas</title>
            <description>Kementerian Lingkungan Hidup Mesir dalam sebuah pernyataan pada Minggu (29/12) mengatakan seorang wisatawan tewas dan seorang lainnya luka-luka dalam serangan hiu di resor Marsa Alam Mesir. Pernyataan itu tidak memerinci kewarganegaraan kedua korban. 


Sejumlah hiu diketahui hidup di Laut Merah, tetapi mereka sangat jarang menyerang manusia. 


Kementerian itu mengatakan serangan terjadi di perairan dalam, di luar zona berenang yang ditentukan dekat dermaga di Marsa Alam utara. Kementerian itu menambahkan bahwa pihak berwenang telah mengeluarkan larangan berenang keluar dari dermaga dan dermaga akan ditutup selama dua hari mulai Senin (30/12).


Marsa Alam adalah kota pesisir Mesir yang terkenal dengan terumbu karang, kehidupan laut, dan pantainya.


Insiden serupa terakhir terjadi pada Juni 2023 ketika seekor hiu macan membunuh seorang warga negara Rusia di Hurghada, kota pesisir lainnya di Laut Merah, di utara Marsa Alam.


Bulan lalu sebuah kapal wisata terbalik di daerah yang sama.  Sedikitnya empat orang tewas dan tujuh lainnya hilang. [em/jm]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/serangan-ikan-hiu-di-mesir-satu-wisatawan-tewas/7917855.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/serangan-ikan-hiu-di-mesir-satu-wisatawan-tewas/7917855.html</guid>            
            <pubDate>Mon, 30 Dec 2024 06:50:25 +0700</pubDate>
            <category>Dunia Fauna</category><category>Timur Tengah</category><author>voaindonesia@voanews.com (Reuters)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/f993e675-4407-49b8-9f2f-d40bcf116e83_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Amerika Serikat Berencana Masukkan Kupu-kupu Raja sebagai Spesies Terancam</title>
            <description>Para pejabat urusan satwa liar Amerika baru-baru ini mengumumkan akan memperluas perlindungan federal terhadap kupu-kupu raja setelah bertahun-tahun mendapat peringatan dari para pencinta lingkungan bahwa populasi kupu-kupu tersebut menurun karena tidak mampu bertahan menghadapi perubahan iklim. </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/amerika-serikat-berencana-masukkan-kupu-kupu-raja-sebagai-spesies-terancam/7899287.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/amerika-serikat-berencana-masukkan-kupu-kupu-raja-sebagai-spesies-terancam/7899287.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 13 Dec 2024 03:01:38 +0700</pubDate>
            <category>Amerika Serikat</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (Associated Press)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/f1b0ca5c-639e-430e-b88b-8d8c843003c4_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Pemakaman Hewan Peliharaan, Bisnis Milyaran Dolar di Amerika Serikat</title>
            <description>Sekitar 66% di Amerika miliki hewan peliharaan dan bisnis terkait seperti makanan, perawatan, hingga pemakaman bernilai milyaran dolar/tahun.Hartsdale Pet Cemetery, taman makam hewan tertua di Amerika, di mana warga rela menghabiskan ribuan dolar untuk peristirahatan terakhir binatang kesayangan. </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/pemakaman-hewan-peliharaan-bisnis-milyaran-dolar-di-amerika-serikat-/7898919.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/pemakaman-hewan-peliharaan-bisnis-milyaran-dolar-di-amerika-serikat-/7898919.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 13 Dec 2024 01:43:03 +0700</pubDate>
            <category>Liputan Feature VOA</category><category>Televisi</category><category>Video </category><category>Media</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (Ariadne Budianto)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/fbf3faf9-de4d-41a3-8afb-592498a0c1cb_tv_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Aktivis Anti-Adubanteng Ditangkap di Depan Mobil Paus di Roma</title>
            <description>Roma, Italia  — Empat aktivis satwa ditahan di Roma pada Minggu (8/12), setelah merebahkan diri di jalanan pada rute kendaraan yang membawa Paus Fransiskus. Mereka meneriakkan “adu banteng adalah sebuah dosa”, kata kelompok pembela hak satwa, PETA.


Rekaman video yang ditunjukkan oleh organisasi Masyarakat untuk Perlakuan Etis bagi Satwa (PETA) menunjukkan tiga perempuan melompati sebuah barikade dan berlutut di jalur, di mana sebuah mobil Fiat warna putih yang membawa paus mendekat, dan mereka mengangkat poster-poster.


Pasukan keamanan dengan segera membawa para perempuan itu pergi, ketika perempuan lain yang berada di belakang barikade mengacungkan poster yang sama, yang bertuliskan “adu banteng adalah sebuah dosa” dalam bahasa Spanyol, rekaman video menunjukkan itu.


Insiden ini terjadi ketika Paus Fransiskus, 87 tahun, sedang berada dalam perjalanan menuju Tangga Spanyol di Roma, untuk memberkati patung Perawan Maria di dekatnya, pada Hari Raya Pembuahan Tak Bernoda.


Dalam sebuah pernyataan, PETA mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan sebuah kampanye “mendesak paus untuk memutuskan hubungan Gereja Katolik dengan adu banteng dan mengutuk olah raga berdarah yang tercela ini”.




Belum lama ini, aktivis anti-adubanteng melakukan protes di depan kendaraan paus selama sebuah kunjungan ke Luksemburg pada September, di mana para aktivis menginterupsi sebuah kebaktian di Roma yang dipimpin oleh Paus Fransiskus untuk memrotes praktik tersebut.


Mimi Bekhechi, Wakil Presiden PETA untuk Eropa, menyebut itu sebuah “aib” bahwa Gereja masih terus mendukung “pembunuhan dan mutilasi banteng-banteng”.


“PETA mendesak Paus Fransiskus untuk mencela tontonan yang memalukan ini dan menjelaskan sekali lagi dan untuk selamanya, bahwa tidak ada orang yang memiliki niat baik yang mendukung adu banteng,” kata dia.


Kelompok ini mengatakan bahwa adu banteng – di mana banteng itu diejek dan berulangkali ditusuk sebelum akhirnya dibunuh – kadang digelar untuk menghormati orang-orang suci Katolik, termasuk Maria Sang Perawan, dengan para pendeta menggelar ritual keagamaan selama adu banteng berlangsung.


PETA juga mencatat bahwa Paus Fransiskus menulis dalam ensikliknya pada 2015 yang berjudul “Laudato Si”, sebuah surat kepausan yang dikirim ke semua uskup, tentang lingkungan, bahwa memperlakukan satwa dengan buruk “bertentangan dengan martabat manusia”.


Adu banteng diselenggarakan di Spanyol, Prancis, Portugal, Venezuela, Meksiko, Peru dan Ekuador.


Kolombia telah melarang olah raga berdarah itu pada Mei, sementara sebuah RUU di Prancis untuk melarang anak-anak di bawah 16 tahun menghadiri ajang ini, gagal disahkan di majelis tinggi parlemen bulan lalu. [ns/ab]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/aktivis-anti-adubanteng-ditangkap-di-depan-mobil-paus-di-roma/7892160.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/aktivis-anti-adubanteng-ditangkap-di-depan-mobil-paus-di-roma/7892160.html</guid>            
            <pubDate>Mon, 09 Dec 2024 07:48:58 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>Isu Sosial</category><category>Dunia Fauna</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/418ead0c-9f52-48c9-934e-9e23c19029fb_cx0_cy9_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Warung VOA: Aneka Ragam Dunia Satwa di Amerika</title>
            <description>Cak Supri dan Ning Jinny mengantarkan sejumlah cerita tentang keunikan dunia satwa baik di Amerika maupun Indonesia. Ada juga upaya pelestarian dan penelitian antara negara untuk mempelajari habitat asli hewan agar bisa terus terjaga bagi generasi mendatang. </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/warung-voa-aneka-ragam-dunia-satwa-di-amerika/7884712.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/warung-voa-aneka-ragam-dunia-satwa-di-amerika/7884712.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 03 Dec 2024 09:50:30 +0700</pubDate>
            <category>Warung VOA</category><category>Televisi</category><category>Video </category><category>Media</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (Virginia Gunawan, Supri Yono)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/f8b43f96-7df2-4d08-8e2a-65c5cfd93b49_tv_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Kakatua Maluku: Menyelamatkan yang Tersisa dari Prosesi Adat</title>
            <description>Masyarakat suku Huaulu di Pulau Seram, Maluku, rutin menggelar prosesi adat untuk menandai peralihan laki-laki, dari remaja menjadi dewasa. Tradisi ini mengancam kelangsungan hidup Kakatua, karena penggunaan bulu jambulnya. Pelestari burung melakukan pendekatan bertahun-tahun mengubah kondisi ini.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/kakatua-maluku-menyelamatkan-yang-tersisa-dari-prosesi-adat/7883662.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/kakatua-maluku-menyelamatkan-yang-tersisa-dari-prosesi-adat/7883662.html</guid>            
            <pubDate>Mon, 02 Dec 2024 09:57:59 +0700</pubDate>
            <category>Indonesia</category><category>Lingkungan Hidup</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (Nurhadi Sucahyo)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/e7625e2c-1957-42a8-9ef5-1181263a433a_cx0_cy16_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Perdagangan Ilegal 1,18 Ton Sisik Tenggiling di Asahan Digagalkan, 4 Pelaku Ditangkap</title>
            <description>Tim Gabungan Penegak Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pomdam I Bukit Barisan dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara menggagalkan perdagangan satwa dilindungi berupa sisik tenggiling sebanyak 1.180 kilogram di Kota Kisaran, Sumatera Utara. Empat pelaku ditangkap dan tiga di antaranya merupakan aparat keamanan. 


VOA - Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani, dalam jumpa pers, Selasa (26/11), membeberkan aksi penggagalan sehari sebelumnya itu.



“Dalam operasi ini berhasil diamankan 1.180 kilogram (1,18 ton) sisik tenggiling dan empat orang pelaku yakni AS (warga sipil), MYH (anggota TNI), RS (anggota TNI), dan AHS (anggota Polri). Ada tiga orang aparat yang terlibat. AS sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KLHK dan saat ini ditahan di Rutan Tanjung Gusta. Ketiga aparat lainnya sedang dalam penanganan oleh instansi yang terkait,” katanya,



Rasio menjelaskan pengungkapan kasus perdagangan sisik tenggiling itu dilakukan di dua lokasi berbeda. Pertama, di salah satu loket bus Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kisaran, ditemukan barang bukti 9 kardus berisi sisik tenggiling dengan berat total 322 kilogram.



“Lokasi kedua di gudang rumah MYH, Kelurahan Siumbut-umbut Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, petugas menemukan barang bukti 21 karung berisi sisik tenggiling seberat 858 kilogram,” jelasnya.




Rasio mengatakan penindakan perdagangan 1,18 ton sisik tenggiling ini merupakan penindakan terbesar yang pernah dilakukan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Ia menjelaskan, perrbuatan yang dilakukan oleh para pelaku merupakan kejahatan luar biasa karena untuk mendapatkan 1,18 ton satwa bersisik pemakan serangga itu setara dengan membunuh 5.900 ekor tenggiling.


Tenggiling merupakan satwa yang dilindungi karena memiliki peran penting bagi ekosistem Tenggiling berfungsi menjaga populasi semut, rayap, dan serangga lainnya. Tenggiling juga mempunyai fungsi menyuburkan kawasan hutan. “Jadi kalau dibunuh sebanyak 5.900 ekor tenggiling maka kerugian lingkungan mencapai Rp298,5 miliar. Kerugian lingkungan yang sangat signifikan,” ucap Rasio.



Rasio menilai perbuatan yang dilakukan para pelaku merupakan kejahatan serius. Pelaku yang terlibat, katanya, juga harus dihukum dengan maksimal agar memberikan efek jera. “Dalam konteks ini kami memahami bahwa sangat besar kemungkinannya sisik tenggiling dikirim ke luar negeri. Diduga ini berkaitan dengan kejahatan lintas negara,” ujarnya.



Kendati demikian, Tim Gabungan Penegak Hukum KLHK belum bisa membeberkan peran masing-masing keempat pelaku itu. Mereka juga belum bisa memerinci asal usul tenggiling yang diduga diperoleh dari hutan-hutan yang ada di Pulau Sumatra. Tiga pelaku yang merupakan anggota TNI dan Polri masih dalam proses pemeriksaan di masing-masing kesatuannya.



Dalam kasus ini AS dijerat Pasal 40A ayat (1) Huruf f juncto Pasal 21 Ayat (2) huruf c Undang-undang No 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.



“Ancaman hukumannya sekarang lebih berat yaitu paling singkat empat tahun dan maksimal 20 tahun,” tandas Rasio.




Sementara itu Asisten Tindak Pidana Kejaksaan Tinggi Sumut, Ahmad Yusuf Ibrahim, mengatakan pihaknya telah menerima surat pemberitahuan penyidikan terhadap tersangka AS pada 19 November 2024. “Sudah ditetapkan untuk penunjukan jaksa penyidik. Kami juga menunggu untuk proses penyidikan lebih lanjut sampai sejauh mana penanganan perkara ini. Dalam waktu dekat kami berharap berkas itu sudah diterima,” katanya.



Aktivis perlindungan satwa, Arisa Mukharliza, mengatakan, perdagangan satwa liar diakui sebagai salah satu bentuk kejahatan yang terorganisasi. “Perdagangan satwa liar masuk ke dalam lima besar bentuk kejahatan lintas negara,” katanya.



Arisa menyoroti soal jumlah populasi tenggiling di Indonesia yang belum diketahui sehingga sulit untuk memproteksi satwa dilindungi itu.



“Tenggiling berstatus critically endangered tapi permasalahannya adalah belum ada yang dapat menghitung jumlah populasinya di Indonesia. Mungkin itu juga yang menjadi pemicu perdagangan sisik tenggilingtenggiling kerap terjadi karena lemahnya proteksi patroli maupun kesadaran hingga memonitor area yang pintu keluar seperti bandara, pelabuhan, dan pelabuhan tradisional yang sulit dipantau oleh petugas,” pungkasnya.



Tenggiling sangat terancam karena menjadi target perburuan liar. Status konservasi dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) adalah appendix 1 yang artinya tidak boleh diperjualbelikan. [aa/ab]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/perdagangan-ilegal-1-18-ton-sisik-tenggiling-di-asahan-digagalkan-4-pelaku-ditangkap/7877473.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/perdagangan-ilegal-1-18-ton-sisik-tenggiling-di-asahan-digagalkan-4-pelaku-ditangkap/7877473.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 26 Nov 2024 22:59:48 +0700</pubDate>
            <category>Indonesia</category><category>Isu Sosial</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (Anugrah Andriansyah)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/bc7b79f9-1530-4b57-b15f-305aace7dbd4_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Aplikasi Ponsel untuk Melacak Migrasi Burung di Kenya</title>
            <description>Warga sebuah delta di pesisir Kenya membantu upaya konservasi dengan memakai aplikasi ponsel untuk mendata burung-burung yang bermigrasi. Kawasan Delta Sungai Tana ini adalah ekosistem pesisir yang sangat produktif dan menjadi habitat berbagai spesies burung, termasuk yang sudah hampir punah.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/aplikasi-ponsel-untuk-melacak-migrasi-burung-di-kenya/7873038.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/aplikasi-ponsel-untuk-melacak-migrasi-burung-di-kenya/7873038.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 22 Nov 2024 11:10:36 +0700</pubDate>
            <category>Laporan VOA</category><category>Afrika</category><category>Televisi</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (Helmi Johannes)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/a9b2dabf-d8d8-4b29-8fc6-630c3694665a_tv_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Rusa Ikonik di Florida Terancam akibat Naiknya Permukaan Laut</title>
            <description>Rusa Key (Odocoileus virginianus clavium), subspesies terkecil dari rusa berekor putih, hidup di lahan basah pinus dan rawa yang dibatasi oleh Samudra Atlantik dan Teluk Meksiko di Florida Keys. </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/rusa-ikonik-di-florida-terancam-akibat-naiknya-permukaan-laut/7870223.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/rusa-ikonik-di-florida-terancam-akibat-naiknya-permukaan-laut/7870223.html</guid>            
            <pubDate>Wed, 20 Nov 2024 10:17:49 +0700</pubDate>
            <category>Amerika Serikat</category><category>Dunia Fauna</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/09320000-0a00-0242-8ac4-08db0a104911_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Selundupkan 320 Tarantula Amazon ke Korea Selatan, Seorang Pria Ditahan di Peru</title>
            <description>Pihak berwenang Peru mengatakan, pada Senin (18/11), mereka telah menahan seorang pria asal Korea Selatan berusia 28 tahun di Bandara Internasional Jorge Chavez dengan tuduhan mencoba menyelundupkan 320 tarantula, 110 kelabang, dan sembilan semut peluru ke luar negeri.


Seorang ahli biologi dari Dinas Kehutanan dan Margasatwa Nasional Peru (SERFOR), Pilar Ayala, mengatakan hewan-hewan yang diambil dari wilayah Amazon di Peru itu ditemukan di dalam kantong plastik Ziploc berukuran kecil.




Para pakar mengidentifikasi 35 tarantula dewasa dari spesies Pamphobeteus antinous, 285 tarantula muda dari keluarga Theraphosidae, 110 kelabang dan sembilan semut peluru yang semuanya merupakan hewan asli hutan Peru.


Penangkapan tersebut dilakukan dalam sebuah operasi gabungan antara Kepolisian Nasional Peru, SERFOR dan petugas bea cukai di bandara.


Pihak berwenang mengatakan hewan-hewan itu telah dibawa ke fasilitas SERFOR di Lima. [em/ns]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/selundupkan-320-tarantula-amazon-ke-korea-selatan-seorang-pria-ditahan-di-peru/7868873.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/selundupkan-320-tarantula-amazon-ke-korea-selatan-seorang-pria-ditahan-di-peru/7868873.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 19 Nov 2024 12:15:11 +0700</pubDate>
            <category>Amerika Lainnya</category><category>VOA Headline News</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (Associated Press)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/de5bb785-58a0-4829-952d-21ee38ae6f9f_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Kebun Binatang Edinburgh Sebut Kembang Api Sebabkan Kematian Bayi Panda Merah Langka</title>
            <description>Para penjaga kebun binatang di Skotlandia menyalahkan kembang api dari perayaan tahunan Malam Api Unggun sebagai penyebab kematian seekor bayi panda merah bernama Roxie.


Panda berusia tiga bulan tersebut mati pada 5 November lalu setelah tersedak muntahannya sendiri yang diyakini karena stres akibat ledakan kembang api dan api unggun yang terdengar untuk menandai Hari Guy Fawkes, yang merupakan peringatan untuk menandai plot untuk meledakkan Parlemen Inggris yang gagal pada tahun 1605.


“Roxie memiliki akses ke sarangnya, tetapi suara-suara menakutkan itu tampaknya terlalu berat baginya,” ujar Ben Supple, wakil kepala eksekutif Royal Zoological Society of Scotland, yang memiliki Kebun Binatang Edinburgh. “Sangat menyedihkan melihat Roxie tersedak muntahannya pada Malam Api Unggun, dan dokter hewan kami percaya bahwa ini mungkin merupakan reaksi terhadap kembang api.”


Panda merah, hewan nokturnal seukuran kucing dengan bulu kemerahan dan ekor berbulu lebat itu, berasal dari Himalaya timur dan barat daya China.




Meskipun dilindungi di India, Bhutan, China, Nepal dan Myanmar, spesies ini terancam punah karena hilangnya habitat, perambahan oleh manusia dan perburuan liar.


Saat ini hanya terdapat kurang dari 10.000 ekor panda merah di alam liar.


Mamalia kecil itu memiliki peluang bertahan hidup yang rendah – bahkan saat dilahirkan di penangkaran sekali pun – dan mereka sangat rentan pada bulan-bulan pertama kehidupan mereka.


Kebun Binatang Toronto merujuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa  60% bayi panda merah tidak mencapai ulang tahun pertama mereka.  Kebun binatang ini pada bulan Agustus lalu juga mengumumkan kematian salah satu dari dua bayi panda merah yang lahir di sana pada bulan Juni.


Ibu Roxie, Ginger, meninggal lima hari sebelumnya tetapi Roxie sudah dapat makan sendiri dan merespons perawatan dengan baik, kata Supple.


Stres akibat kembang api pada hari-hari antara Hari Halloween tanggal 31 Oktober dan Hari Guy Fawkes tanggal 5 November, bisa menjadi faktor penyebab kematian ibu tersebut, katanya.


Pemilik hewan peliharaan sangat menyadari bahaya kembang api yang dapat ditimbulkan pada anjing, kucing, kuda, dan hewan lainnya.




Organisasi pencegahan kekerasan terhadap hewan di Skotlandia,  Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals, telah mengampanyekan pembatasan yang lebih ketat. Sementara pihak kebun binatang menggunakan insiden tersebut untuk menyerukan larangan penjualan kembang api dan hanya mengizinkan pertunjukan kembang api ringan di depan umum.


Sebuah petisi untuk mengendalikan penggunaan kembang api telah ditandatangani oleh lebih dari satu juta orang dan dikirimkan ke kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bulan ini.


Polisi di Edinburgh mengatakan kekacauan pada Malam Api Unggun telah menimbulkan kekhawatiran di kota itu. Sejauh ini lebih dari sepuluh orang telah ditangkap atas berbagai macam tuduhan, termasuk menembakkan kembang api ke arah petugas polisi dan perilaku anti-sosial lainnya.


Menteri Keamanan Masyarakat Skotlandia, Siobhian Brown, mengatakan ini adalah tahun pertama pemerintah setempat melarang penggunaan kembang api di wilayah tertentu. “Sekarang hal ini menjadi kebijakan yang harus diambil oleh pemerintah Inggris,” tambahnya. [em/jm]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/kebun-binatang-edinburgh-sebut-kembang-api-sebabkan-kematian-bayi-panda-merah-langka/7864821.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/kebun-binatang-edinburgh-sebut-kembang-api-sebabkan-kematian-bayi-panda-merah-langka/7864821.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 15 Nov 2024 14:18:58 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>VOA Headline News</category><category>Dunia Fauna</category><author>voaindonesia@voanews.com (Associated Press)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/136f79eb-7db4-46c2-b3be-37793c700c93_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        </channel></rss>