<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">     
    <channel>      
        <title>Krisis di Afghanistan - Voice of America</title>     
        <link>https://www.voaindonesia.com/z/6431</link>
        <description>Berita terbaru tentang keadaan di Afghanistan dan sepak terjang Taliban menjelang penarikan seluruh pasukan AS dari Afghanistan pada September 2021.</description>
        <image>
            <url>https://www.voaindonesia.com/Content/responsive/VOA/id/img/logo.png</url>
            <title>Krisis di Afghanistan - Voice of America</title>
            <link>https://www.voaindonesia.com/z/6431</link>
        </image>
        <language>id</language>
        <copyright> </copyright>   
        <ttl>60</ttl>        
        <lastBuildDate>Sun, 15 Mar 2026 18:29:52 +0700</lastBuildDate> 
        <generator>Pangea CMS – VOA</generator>        
        <atom:link href="https://www.voaindonesia.com/api/ztktqpl-vomx-tpekpgq_" rel="self" type="application/rss+xml" />
    		<item>
            <title>Jepang Dorong Taliban untuk Hormati Hak Asasi Manusia</title>
            <description>Kementerian Luar Negeri Jepang menolak untuk menyebutkan siapa perwakilan Taliban yang bertemu dengan pejabatnya, namun media di Afghanistan telah mengatakan kelompok pejabat yang ikut dalam lawatan tersebut mencakup mereka yang mengurusi bidang pendidikan tinggi dan kebijakan luar negeri.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/jepang-dorong-taliban-untuk-hormati-hak-asasi-manusia/7980246.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/jepang-dorong-taliban-untuk-hormati-hak-asasi-manusia/7980246.html</guid>            
            <pubDate>Wed, 19 Feb 2025 16:32:44 +0700</pubDate>
            <category>Krisis di Afghanistan</category><category>Asia Pasifik</category><category>VOA Headline News</category><author>voaindonesia@voanews.com (AFP)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/31f9211c-4172-4a08-82dc-08dd4a843460_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Pengawas Amerika: Taliban Tak Berhak atas Dana Afghanistan</title>
            <description>Pada 2022, Amerika memindahkan $3,5 miliar aset bank sentral Afghanistan yang sempat dibekukan ke Dana untuk Rakyat Afghanistan yang berbasis di Swiss. Menurut inspektur jenderal, dana tersebut kini telah meningkat hampir mencapai $4 miliar.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/pengawas-amerika-taliban-tak-berhak-atas-dana-afghanistan/7959959.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/pengawas-amerika-taliban-tak-berhak-atas-dana-afghanistan/7959959.html</guid>            
            <pubDate>Sun, 02 Feb 2025 20:16:39 +0700</pubDate>
            <category>Krisis di Afghanistan</category><category>Dunia</category><author>voaindonesia@voanews.com (Associated Press)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/01000000-0aff-0242-4abe-08dcc4ea7352_cx0_cy6_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Taliban Kuasai Satu-Satunya Hotel Mewah di Afghanistan
 </title>
            <description>Taliban pertama kali menyerang Serena pada 2008 dan lagi pada 2014. Penjabat Menteri Dalam Negeri, Sirajuddin Haqqani, mengakui merencanakan serangan pada 2008 yang menewaskan delapan orang, termasuk warga negara Amerika, Thor David Hesla.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/taliban-kuasai-satu-satunya-hotel-mewah-di-afghanistan-/7959304.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/taliban-kuasai-satu-satunya-hotel-mewah-di-afghanistan-/7959304.html</guid>            
            <pubDate>Sat, 01 Feb 2025 19:23:42 +0700</pubDate>
            <category>Krisis di Afghanistan</category><category>Asia Pasifik</category><author>voaindonesia@voanews.com (Associated Press)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/4F36204D-E25A-4749-A78B-B959F20EC97E_cx0_cy11_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Menlu Rubio: Amerika Mungkin Tawarkan &quot;Hadiah Besar&quot; untuk Tangkap Pemimpin Taliban</title>
            <description>Marco Rubio mengungkapkan bahwa informasi yang diterimanya menunjukkan Taliban menahan lebih banyak sandera Amerika daripada yang sebelumnya dilaporkan.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/menlu-rubio-amerika-mungkin-tawarkan-hadiah-besar-untuk-tangkap-pemimpin-taliban/7950637.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/menlu-rubio-amerika-mungkin-tawarkan-hadiah-besar-untuk-tangkap-pemimpin-taliban/7950637.html</guid>            
            <pubDate>Sun, 26 Jan 2025 19:23:52 +0700</pubDate>
            <category>Krisis di Afghanistan</category><category>Asia Pasifik</category><category>Amerika Serikat</category><author>voaindonesia@voanews.com (Reuters)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/6dc49663-2a53-4388-9407-1b1dc69dd9f9_cx0_cy9_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Pemotongan Dana Afghanistan adalah ‘Ancaman Terbesar dalam Membantu Perempuan’</title>
            <description>Memotong dana untuk Afghanistan merupakan ancaman terbesar dalam membantu perempuan di negara itu, kata kepala badan bantuan terkemuka, Minggu (19/1).


Jan Egeland, Sekjen Dewan Pengungsi Norwegia (NRC), mengatakan, kaum perempuan dewasa dan anak-anak menanggung beban dari berkurangnya dukungan finansial untuk berbagai lembaga swadaya masyarakat dan bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan.


NRC membantu 772.484 orang Afghanistan pada tahun 2022. Jumlah tersebut merosot menjadi 491.435...</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/pemotongan-dana-afghanistan-adalah-ancaman-terbesar-dalam-membantu-perempuan-/7942951.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/pemotongan-dana-afghanistan-adalah-ancaman-terbesar-dalam-membantu-perempuan-/7942951.html</guid>            
            <pubDate>Mon, 20 Jan 2025 13:23:17 +0700</pubDate>
            <category>Krisis di Afghanistan</category><category>VOA Headline News</category><author>voaindonesia@voanews.com (Associated Press)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/bf17ecff-190e-4555-b00f-0b7f3ee402ee_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>PBB: Keputusan Taliban Larang Anak Perempuan Belajar di Sekolah Kedokteran akan Perburuk Krisis Kemanusiaan</title>
            <description>Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (12/12) memperingatkan bahwa keputusan Taliban untuk melarang para pelajar perempuan mengikuti pelatihan medis diperkirakan akan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah mengerikan di Afghanistan, yang terburuk kedua di dunia setelah Sudan. Hal tersebut disampaikan Wakil Sekjen PBB Untuk Urusan Kemanusiaan dan Bantuan Darurat Tom Fletcher dalam pertemuan triwulan Dewan Keamanan PBB. 


Lebih jauh Fletcher mengatakan pembatasan yang diberlakukan...</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/pbb-keputusan-taliban-larang-anak-perempuan-belajar-di-sekolah-kedokteran-akan-perburuk-krisis-kemanusiaan/7899996.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/pbb-keputusan-taliban-larang-anak-perempuan-belajar-di-sekolah-kedokteran-akan-perburuk-krisis-kemanusiaan/7899996.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 13 Dec 2024 17:15:35 +0700</pubDate>
            <category>Krisis di Afghanistan</category><category>VOA Headline News</category><author>voaindonesia@voanews.com (Ayaz Gul)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/ba6f0580-b5dc-4a7e-8020-4d128ee9380d_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Untuk Pertama Kali Sejak Berkuasa, Taliban Hadiri Konferensi Iklim PBB </title>
            <description>Untuk pertama kalinya sejak pengambilalihan kekuasaan atas Afghanistan pada pertengahan Agustus 2021, Taliban akan menghadiri konferensi iklim PBB, demikian ungkap badan lingkungan hidup nasional negara tersebut pada hari Minggu (10/11).


Konferensi yang dikenal sebagai COP29 ini dimulai pada hari Senin (11/11) di Azerbaijan, dan merupakan salah satu pembicaraan multilateral terpenting yang melibatkan Taliban, yang tidak memiliki pengakuan resmi sebagai penguasa sah Afghanistan.


Badan...</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/untuk-pertama-kali-sejak-berkuasa-taliban-hadiri-konferensi-iklim-pbb-/7860632.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/untuk-pertama-kali-sejak-berkuasa-taliban-hadiri-konferensi-iklim-pbb-/7860632.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 12 Nov 2024 10:56:08 +0700</pubDate>
            <category>Krisis di Afghanistan</category><category>Lingkungan Hidup</category><category>VOA Headline News</category><category>Isu Iklim</category><author>voaindonesia@voanews.com (Associated Press)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/344947d8-1c3c-4516-bd77-74ed0b655896_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Jumlah Madrasah Meningkat di Bawah Pemerintahan Taliban Seiring Lesunya Pendidikan Sekuler</title>
            <description>Jumlah madrasah atau sekolah keagamaan meningkat empat kali lipat di bawah pemerintahan Taliban di Afganistan seiring dengan kecemasan para pakar bahwa peningkatan tersebut dapat memicu ekstremisme di negara itu dan membatasi peluang bagi generasi muda Afghanistan, khususnya anak-anak perempuan.


“Tahun lalu, setidaknya 1 juta anak terdaftar di madrasah untuk pendidikan agama,” kata Karamatullah Akhundzada, wakil menteri pendidikan, dalam konferensi pers pada September.


Jumlah siswa...</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/jumlah-madrasah-meningkat-di-bawah-pemerintahan-taliban-seiring-lesunya-pendidikan-sekuler/7815833.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/jumlah-madrasah-meningkat-di-bawah-pemerintahan-taliban-seiring-lesunya-pendidikan-sekuler/7815833.html</guid>            
            <pubDate>Wed, 09 Oct 2024 16:09:59 +0700</pubDate>
            <category>Krisis di Afghanistan</category><category>Isu Sosial</category><category>Religi</category><category>VOA Headline News</category><author>voaindonesia@voanews.com (Homa Wahaj)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/07f027fc-de71-42a6-aca7-1bd013c06be7_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Pemimpin Dunia di PBB Serukan Penerapan Pakta Baru untuk Atasi Berbagai Tantangan Global</title>
            <description>Para pemimpin di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak penerapan cetak biru yang baru diadopsi untuk mengatasi berbagai tantangan global. Seruan tersebut disampaikan pada hari Senin (23/9), hari kedua dan terakhir dari KTT Masa Depan.  


“Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi,” kata Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi. “Kita harus mendorong reformasi yang benar dan nyata – reformasi yang mendengarkan suara negara-negara berkembang dan menanggapi keprihatinan mereka.”  


Ia...</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/pemimpin-dunia-di-pbb-serukan-penerapan-pakta-baru-untuk-atasi-berbagai-tantangan-global/7796001.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/pemimpin-dunia-di-pbb-serukan-penerapan-pakta-baru-untuk-atasi-berbagai-tantangan-global/7796001.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 24 Sep 2024 15:20:53 +0700</pubDate>
            <category>Dunia</category><category>VOA Headline News</category><category>Krisis di Afghanistan</category><author>voaindonesia@voanews.com (Margaret Besheer)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/a9fbe958-6cbf-4499-adbf-25652bc7ac96_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Dianggap Tak Hormati Lagu Kebangsaan Pakistan dan Iran, Diplomat Taliban Tuai Kecaman</title>
            <description>Pejabat Pakistan dan Iran mengkritik diplomat Taliban karena tidak berdiri saat lagu kebangsaan mereka dikumandangkan.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/dianggap-tak-hormati-lagu-kebangsaan-pakistan-dan-iran-diplomat-taliban-tuai-kecaman/7792168.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/dianggap-tak-hormati-lagu-kebangsaan-pakistan-dan-iran-diplomat-taliban-tuai-kecaman/7792168.html</guid>            
            <pubDate>Sat, 21 Sep 2024 01:39:38 +0700</pubDate>
            <category>Dunia</category><category>Asia Pasifik</category><category>Timur Tengah</category><category>Krisis di Afghanistan</category><author>voaindonesia@voanews.com (Ayaz Gul)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/e3a7ebf6-f163-4e66-bcaf-55c33e5cfb2d_cx0_cy3_cw0_w800_h450.png" length="0" type="image/png"/>
        </item>		
        <item>
            <title>PBB Serukan Taliban Hentikan ‘Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan’ </title>
            <description>Menteri Luar Negeri Slovenia menyerukan agar semua penganiayaan dan diskriminasi berbasis gender terhadap perempuan dan anak perempuan di Afghanistan “dihentikan sekarang.” 


Tanja Fajon, Menteri Luar Negeri dan Urusan Eropa Republik Slovenia, memberikan pernyataan itu pada hari Rabu (18/9) di markas besar PBB. Ia didampingi oleh perwakilan dari Ekuador, Prancis, Guyana, Jepang, Malta, Korea Selatan, Sierra Leone, Swiss, Inggris, dan AS. 


“Sifat sistematis dan komprehensif” dari...</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/pbb-serukan-taliban-hentikan-segala-bentuk-diskriminasi-terhadap-perempuan-/7790177.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/pbb-serukan-taliban-hentikan-segala-bentuk-diskriminasi-terhadap-perempuan-/7790177.html</guid>            
            <pubDate>Thu, 19 Sep 2024 12:39:24 +0700</pubDate>
            <category>Krisis di Afghanistan</category><category>Politik</category><category>Isu Sosial</category><category>VOA Headline News</category><author>voaindonesia@voanews.com (Associated Press)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/acca00ed-7b6a-4a44-9544-2849a535d8cc_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Pejabat PBB Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Afghanistan karena Kurangnya Dana</title>
            <description>Para pejabat PBB dalam pertemuan Dewan Keamanan pada Rabu (18/9), menyampaikan keprihatinan mereka atas memburuknya krisis kemanusiaan di Afghanistan, dan memperingatkan bahwa jutaan orang berada dalam risiko akibat kekurangan dana dan terbatasnya dukungan internasional. 


Perwakilan Khusus Sekretrais Jenderal PBB untuk Afghanistan dan Kepala Misi Bantuan PBB di Afghanistan Roza Otunbayeva mengatakan Rencana Respons Kemanusiaan Afghanistan tahun 2024 hanya didanai sekitar 30 persen dari...</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/pejabat-pbb-peringatkan-memburuknya-krisis-kemanusiaan-di-afghanistan-karena-kurangnya-dana/7790154.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/pejabat-pbb-peringatkan-memburuknya-krisis-kemanusiaan-di-afghanistan-karena-kurangnya-dana/7790154.html</guid>            
            <pubDate>Thu, 19 Sep 2024 11:15:49 +0700</pubDate>
            <category>Krisis di Afghanistan</category><category>VOA Headline News</category><author>voaindonesia@voanews.com (Associated Press)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/8ead034f-79c6-4aa3-ba93-99c8419f6829_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>VOA Headline News: PBB Serukan Taliban Hentikan ‘Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan’</title>
            <description>VOA Headline News: PBB Serukan Taliban Hentikan ‘Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan’

Kamis, 19 September 2024, pukul 11.00 WIB</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/voa-headline-news-pbb-serukan-taliban-hentikan-segala-bentuk-diskriminasi-terhadap-perempuan-/7790144.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/voa-headline-news-pbb-serukan-taliban-hentikan-segala-bentuk-diskriminasi-terhadap-perempuan-/7790144.html</guid>            
            <pubDate>Thu, 19 Sep 2024 10:29:56 +0700</pubDate>
            <category>VOA Headline News</category><category>Krisis di Afghanistan</category><category>Politik</category><category>Audios</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/1E91440D-F600-40D7-9E26-3C9FF9D77EE2_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>PBB: Undang-undang Moral Taliban Target Perempuan, Afghanistan Makin Terisolasi </title>
            <description>Kepala hak asasi PBB, pada Senin (9/9), menyatakan &quot;rasa jijiknya&quot; atas pengumuman terbaru Afghanistan yang dikuasai Taliban terkait &quot;apa yang disebut undang-undang moral.&quot; Undang-undang itu membungkam perempuan atau memerintahkan mereka menutupi wajah dan tubuh mereka di depan umum. 


Volker Türk mengatakan dalam sesi Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa bahwa undang-undang baru tersebut diterapkan bersamaan dengan larangan anak perempuan Afghanistan untuk bersekolah di sekolah menengah,...</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/pbb-undang-undang-moral-taliban-target-perempuan-afghanistan-makin-terisolasi-/7778184.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/pbb-undang-undang-moral-taliban-target-perempuan-afghanistan-makin-terisolasi-/7778184.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 10 Sep 2024 14:40:53 +0700</pubDate>
            <category>Krisis di Afghanistan</category><category>VOA Headline News</category><author>voaindonesia@voanews.com (Ayaz Gul)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/bddddebb-e5d3-46b1-ab07-8a57ffc32f90_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>VOA Headline News: PBB: Undang-undang Moral Taliban Target Perempuan, Afghanistan Makin Terisolasi</title>
            <description>VOA Headline News: PBB: Undang-undang Moral Taliban Target Perempuan, Afghanistan Makin Terisolasi

Selasa, 10, September 2024, pukul 12.00 WIB</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/voa-headline-news-pbb-undang-undang-moral-taliban-target-perempuan-afghanistan-makin-terisolasi/7778135.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/voa-headline-news-pbb-undang-undang-moral-taliban-target-perempuan-afghanistan-makin-terisolasi/7778135.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 10 Sep 2024 11:09:57 +0700</pubDate>
            <category>VOA Headline News</category><category>Audios</category><category>Krisis di Afghanistan</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/1E91440D-F600-40D7-9E26-3C9FF9D77EE2_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Anak-Anak Perempuan Afghanistan Menderita 3 Tahun Setelah Penarikan Pasukan AS</title>
            <description>Washington — Tiga tahun kekuasaan Taliban di Afghanistan telah membawa kesengsaraan bagi anak-anak perempuan dan perempuan di negara itu, kata para kritikus rezim garis keras tersebut. Baik Presiden Joe Biden maupun Wakil Presiden Kamala Harris minggu ini memperingati ulang tahun ketiga penarikan pasukan Amerika Serikat, tetapi para pendukung ingin melihat Washington bertindak lebih keras terhadap situasi hak asasi manusia yang mengerikan di sana.



Setelah Taliban berkuasa selama tiga...</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/anak-anak-perempuan-afghanistan-menderita-3-tahun-setelah-penarikan-pasukan-as/7764405.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/anak-anak-perempuan-afghanistan-menderita-3-tahun-setelah-penarikan-pasukan-as/7764405.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 30 Aug 2024 02:50:55 +0700</pubDate>
            <category>Asia Pasifik</category><category>Dunia</category><category>Krisis di Afghanistan</category><author>voaindonesia@voanews.com (Anita Powell)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/6e147930-2e7e-4fde-a027-27bb8b9adc2f_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Uni Emirat Arab Terima Kredensial Dubes Taliban</title>
            <description>Uni Emirat Arab (UEA), pada Rabu (21/8), menerima surat-surat kepercayaan duta besar Taliban untuk negara kaya minyak di Teluk Arab itu. Ini merupakan keberhasilan diplomatik bagi penguasa Afghanistan, yang tidak diakui secara resmi sebagai pemerintah yang sah di negara itu.


Perkembangan tersebut, yang menjadi duta besar pertama Taliban sejak yang pertama diangkat untuk China pada Desember lalu, menggarisbawahi perbedaan pendapat internasional mengenai cara menghadapi pemerintah yang saat...</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/uni-emirat-arab-terima-kredensial-dubes-taliban/7753874.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/uni-emirat-arab-terima-kredensial-dubes-taliban/7753874.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 23 Aug 2024 14:50:02 +0700</pubDate>
            <category>Timur Tengah</category><category>VOA Headline News</category><category>Krisis di Afghanistan</category><author>voaindonesia@voanews.com (Associated Press)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/01000000-0aff-0242-70b2-08dcc3093bb2_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>VOA Headline News: UEA Terima Kredensial Dubes Taliban</title>
            <description>VOA Headline News: UEA Terima Kredensial Dubes Taliban

Jumat, 23 September 2024, pukul 11.00 WIB</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/voa-headline-news-uea-terima-kredensial-dubes-taliban/7753777.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/voa-headline-news-uea-terima-kredensial-dubes-taliban/7753777.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 23 Aug 2024 10:54:48 +0700</pubDate>
            <category>VOA Headline News</category><category>Krisis di Afghanistan</category><category>Timur Tengah</category><category>Audios</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/1E91440D-F600-40D7-9E26-3C9FF9D77EE2_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Penyelidik HAM PBB: Taliban Tolak Akses Masuk ke Afghanistan</title>
            <description>Pelapor khusus PBB Richard Bennett Rabu (21/8) mengonfirmasi bahwa para pemimpin de facto Taliban di Afghanistan melarangnya memasuki negara itu.


Bennett meminta Taliban agar mencabut larangan perjalanan terhadapnya dan membangun “dialog yang konstruktif” untuk menyelesaikan perbedaan pendapat.


Ia mengeluarkan pernyataan itu sehari setelah Taliban melaporkan bahwa mereka melarangnya memasuki Afghanistan karena dituduh “menyebarkan propaganda.”


Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid...</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/penyelidik-ham-pbb-taliban-tolak-akses-masuk-ke-afghanistan/7752224.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/penyelidik-ham-pbb-taliban-tolak-akses-masuk-ke-afghanistan/7752224.html</guid>            
            <pubDate>Thu, 22 Aug 2024 11:24:25 +0700</pubDate>
            <category>Krisis di Afghanistan</category><category>Politik</category><category>Asia Pasifik</category><category>VOA Headline News</category><author>voaindonesia@voanews.com (Ayaz Gul)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/9b63a493-cd00-41a0-875e-a43c66a12336_cx0_cy8_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>“Reformasi” Taliban Sebabkan 21.000 Alat Musik Hancur di Afghanistan</title>
            <description>Polisi moral Taliban di Afghanistan, Selasa (20/8) mengatakan mereka telah “menyita dan menghancurkan” lebih dari 21.000 alat musik selama setahun terakhir sebagai bagian dari tindakan keras terhadap apa yang mereka sebut sebagai praktik anti-Islam.



Para pejabat dari Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan membahas “performa tahunan” mereka pada konferensi pers di Kabul sehari setelah otoritas Taliban secara terbuka melakukan pembakaran massal ratusan alat musik di...</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/reformasi-taliban-sebabkan-21-000-alat-musik-hancur-di-afghanistan/7749654.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/reformasi-taliban-sebabkan-21-000-alat-musik-hancur-di-afghanistan/7749654.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 20 Aug 2024 21:16:17 +0700</pubDate>
            <category>Krisis di Afghanistan</category><category>Seni &amp; Hiburan</category><category>Asia Pasifik</category><category>Isu Sosial</category><category>Dunia</category><author>voaindonesia@voanews.com (Ayaz Gul)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/01000000-c0a8-0242-ca90-08dcc10d5994_w800_h450.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        </channel></rss>