<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">     
    <channel>      
        <title>Religi - Voice of America</title>     
        <link>https://www.voaindonesia.com/z/325</link>
        <description>Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai agama, tradisi dan pemeluknya.</description>
        <image>
            <url>https://www.voaindonesia.com/Content/responsive/VOA/id/img/logo.png</url>
            <title>Religi - Voice of America</title>
            <link>https://www.voaindonesia.com/z/325</link>
        </image>
        <language>id</language>
        <copyright> </copyright>   
        <ttl>60</ttl>        
        <lastBuildDate>Sun, 05 Apr 2026 21:20:15 +0700</lastBuildDate> 
        <generator>Pangea CMS – VOA</generator>        
        <atom:link href="https://www.voaindonesia.com/api/zbjqretyoo" rel="self" type="application/rss+xml" />
    		<item>
            <title>Perempuan Gaza Daur Ulang Kardus untuk Hiasan Ramadan</title>
            <description>Sebagian orang di Jalur Gaza berusaha membawa kegembiraan bagi warga yang lelah oleh perang di sana sambil mencari cara untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sejak menjelang Ramadan. </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/perempuan-gaza-daur-ulang-kardus-untuk-hiasan-ramadan/8010381.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/perempuan-gaza-daur-ulang-kardus-untuk-hiasan-ramadan/8010381.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 14 Mar 2025 07:20:24 +0700</pubDate>
            <category>Timur Tengah</category><category>Religi</category><category>Konflik Israel-Hamas</category><category>Kiprah Perempuan</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/268c98f9-5b9b-4914-923f-08dd4a843460_cx0_cy10_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Genap 12 Tahun Paus Fransiskus Pimpin Gereja Katolik, Masa Depan Kepimpinannya Tak Pasti</title>
            <description>Paus Fransiskus itu sempat sakit kritis saat berjuang melawan pneumonia di kedua paru-parunya saat di rumah sakit Gemelli di Roma, tempat ia dirawat sejak 14 Februari.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/genap-12-tahun-paus-fransiskus-pimpin-gereja-katolik-masa-depan-kepimpinannya-tak-pasti/8009137.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/genap-12-tahun-paus-fransiskus-pimpin-gereja-katolik-masa-depan-kepimpinannya-tak-pasti/8009137.html</guid>            
            <pubDate>Thu, 13 Mar 2025 18:30:02 +0700</pubDate>
            <category>Religi</category><category>Dunia</category><author>voaindonesia@voanews.com (AFP)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/b660e3c7-8ac8-4279-33ae-08dd5c897904_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Dokter: Paus Tak Lagi dalam Bahaya Besar Akibat Pneumonia</title>
            <description>Roma, Italia  — Tim dokter mengatakan pada hari Senin (10/3) bahwa Paus Fransiskus tidak lagi dalam bahaya besar akibat pneumonia yang membuatnya dirawat di rumah sakit selama hampir sebulan. Tetapi mereka telah memutuskan untuk tetap merawatnya di rumah sakit selama beberapa hari lagi.


Mereka mengatakan bahwa paus berusia 88 tahun itu tetap stabil dan telah mengalami perbaikan dalam beberapa hari terakhir, sebagaimana dipastikan oleh tes darah dan respons positif terhadap perawatan obat.


Vatikan mengatakan para dokter telah mencabut prognosis &quot;waspada&quot; mereka sebelumnya, yang berarti mereka memastikan bahwa ia tidak lagi dalam bahaya besar akibat infeksi pernapasan awal yang dideritanya pada tanggal 14 Februari. Namun, kehati-hatian mereka tetap ada.


Sebagai tanda kesehatannya membaik, Fransiskus mengikuti retret rohani Vatikan selama seminggu melalui video konferensi pada hari Senin dalam sesi pagi dan sore.




Paus, yang menderita penyakit paru-paru kronis dan pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru ketika masih muda, menderita bronkitis parah saat dirawat di rumah sakit bulan lalu. Infeksi tersebut berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan yang kompleks dan pneumonia ganda yang telah membuat Fransiskus absen selama periode terpanjang dari 12 tahun masa kepausannya dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depannya.


Pada hari Kamis, Vatikan akan memperingati ulang tahun ke-12 keterpilihan Fransiskus sebagai  Paus tanpa kehadirannya secara langsung.


Fransiskus terpilih sebagai Paus ke-266, Paus Jesuit pertama dan yang pertama dari Amerika Latin pada tanggal 13 Maret 2013, setelah pengunduran diri Paus Benediktus XVI. [ab/ka]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/dokter-paus-tak-lagi-dalam-bahaya-besar-akibat-pneumonia/8006222.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/dokter-paus-tak-lagi-dalam-bahaya-besar-akibat-pneumonia/8006222.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 11 Mar 2025 07:27:14 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>Religi</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/5b3060ae-b036-4ea7-0a17-08dd5c8d307c_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Sumber Vatikan: &quot;Terlalu Dini&quot; Bahas Kepulangan Paus</title>
            <description>Vatikan mengatakan Paus menghabiskan malam dengan tenang di kamarnya di lantai 10 RS Gemelli dan menghabiskan siangnya untuk menjalani terapi fisik dan pernapasan.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/sumber-vatikan-terlalu-dini-bahas-kepulangan-paus/8005275.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/sumber-vatikan-terlalu-dini-bahas-kepulangan-paus/8005275.html</guid>            
            <pubDate>Mon, 10 Mar 2025 22:51:38 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>Kesehatan</category><category>Dunia</category><category>Religi</category><author>voaindonesia@voanews.com (AFP)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/042d6295-ae86-430d-970b-c599de3a992d_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Kondisinya Membaik, Paus Fransiskus Berterima Kasih Kepada Tim Dokter</title>
            <description>Roma, Italia  — Paus Fransiskus, yang merespons pengobatan pneumonia dengan baik, pada hari Minggu (9/3) berterima kasih kepada para dokter dan petugas kesehatan saat dia tidak dapat menyampaikan doa misa untuk keempat kalinya secara langsung.


Paus Fransiskus usia 88 tahun yang dirawat di rumah sakit Gemelli di Roma sejak 14 Februari itu, menyampaikan doa tertulis di mana ia berterima kasih kepada mereka yang secara sukarela membantu orang lain yang membutuhkan, memuji “kedekatan dan kelembutan mereka.”


“Saya juga mengalami layanan perawatan yang penuh perhatian dan tulus, khususnya dari para dokter dan petugas kesehatan, dan saya ucapkan terima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam,“ katanya. ‘Kita membutuhkan ini, ’ketulusan ajaib&apos; yang menyertai mereka yang kesulitan, membawa sedikit cahaya ke dalam malam yang penuh penderitaan,” katanya dalam tulisan yang diterbitkan Vatikan.


Pemimpin dari 1,4 miliar umat Katolik di dunia ini pernah dirawat di Gemelli sebelumnya, terutama untuk operasi usus besar pada tahun 2021 dan operasi hernia pada tahun 2023. Namun, rawat inap kali ini lebih serius, karena Paus Fransiskus menderita beberapa kali krisis pernapasan, yang memicu kekhawatiran pemulihan akan lama, atau mungkin akan memaksa Paus yang sudah lanjut usia itu untuk mengundurkan diri.


Pada hari Sabtu, Vatikan mengatakan bahwa paus tampaknya akhirnya merespons pengobatan dengan baik dan mengalami “sedikit peningkatan secara bertahap,” yang menandai beberapa hari tanpa krisis. Meskipun paus tidak mengalami demam, para dokternya ingin melihat hasil yang lebih positif “dalam beberapa hari mendatang” sebelum memberikan prognosis, kata sebuah buletin medis pada malam hari. Buletin berikutnya diperkirakan akan terbit Senin sore.


Mengingat banyaknya tugas, Paus Fransiskus secara bergantian beristirahat, berdoa, dan melakukan sedikit tugasnya ketika dia merasa sanggup melakukannya.”




Pada Minggu pagi, Paus menerima Kardinal Italia Pietro Parolin, sekretaris negara Vatikan, dan Edgar Pena Parra, uskup agung Venezuela yang juga seorang pejabat senior Vatikan.


Umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu, di mana Fransiskus biasanya berdiri di jendela Vatikan untuk membacakan doa misa kepada umat mengatakan kehadirannya sangat dirindukan. “Dia adalah orang yang luar biasa yang telah memberi begitu banyak dan saya berharap dia dapat kembali sesegera mungkin,” kata Diana Desiderio, seorang sukarelawan di lembaga perlindungan sipil di Pescara. Dia dan rekan-rekan sukarelawan lainnya berdoa agar Fransiskus “kembali muncul dari jendela dan membawa kedamaian dan ketenangan bagi semua orang, karena kita membutuhkannya,” katanya kepada kantor berita AFP.


Paus Fransiskus mengakhiri dia dengan seruan tradisionalnya untuk perdamaian dalam konflik, “khususnya di Ukraina yang tersiksa, Palestina, Israel, Lebanon, Myanmar, Sudan, dan Republik Demokratik Kongo.”


Dia mengatakan bahwa dia telah “mengetahui dengan keprihatinan tentang kembalinya kekerasan di beberapa daerah di Suriah: Saya berharap mereka berhenti secara pasti, dengan menghormati sepenuhnya semua komponen etnis dan agama masyarakat.”


Umat Katolik juga berkumpul di rumah sakit Gemelli untuk mendoakan Fransiskus atau meninggalkan bunga, lilin, dan kartu ucapan. Giuseppe Antonio Perazzo, yang berusia 74 tahun, berada di rumah sakit itu untuk hari Minggu kedua berturut-turut, berpakaian rapi dengan setelan jas dan dasi, dengan harapan Paus akan muncul di jendela. Sebuah poster yang disandarkannya di depan jendela kamar Paus mendesak Paus asal Argentina itu - yang dikenal sebagai pasien yang keras kepala - agar “terus melakukan apa yang disarankan oleh para dokter dan suster.” [my/jm]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/kondisinya-membaik-paus-fransiskus-berterima-kasih-kepada-tim-dokter/8004543.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/kondisinya-membaik-paus-fransiskus-berterima-kasih-kepada-tim-dokter/8004543.html</guid>            
            <pubDate>Mon, 10 Mar 2025 05:43:39 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>Religi</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/b4315fe6-9a87-41f6-8c87-08dd4a843460_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Tarawih di Times Square dan Hidangan Ramadan dengan Bumbu Kemasan Produksi Diaspora di Florida</title>
            <description>Liputan Ramadan dari seluruh AS, termasuk Tarawih di tengah gemerlap Times Square New York yang kontras dengan suasana prihatin komunitas Muslim Los Angeles yang terdampak karhutla. Kenalan dengan diaspora pengusaha restoran Indonesia di Florida yang bisnis bumbu masak dalam kemasan untuk pasar AS.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/tarawih-di-times-square-dan-hidangan-ramadan-dengan-bumbu-kemasan-produksi-diaspora-di-florida/8002612.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/tarawih-di-times-square-dan-hidangan-ramadan-dengan-bumbu-kemasan-produksi-diaspora-di-florida/8002612.html</guid>            
            <pubDate>Sun, 09 Mar 2025 19:00:00 +0700</pubDate>
            <category>VOA Global Report</category><category>Amerika Serikat</category><category>Religi</category><category>Televisi</category><category>Video </category><category>Cakrawala Ramadan</category><category>Islam di Amerika</category><category>Special Events</category><author>voaindonesia@voanews.com (Ariadne Budianto, Rendy Wicaksana, Rio Tuasikal)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/f59bce2a-cec5-4330-0211-08dd5c8b1668_tv_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Paus Fransiskus Merespons Positif Pengobatan untuk Pneumonia Ganda</title>
            <description>Kondisi Paus Fransiskus tetap stabil, tanpa demam dan kadar oksigen yang baik dalam darahnya selama beberapa hari, tapi belum lepas dari bahaya, kata para dokter.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/paus-fransiskus-merespons-positif-pengobatan-untuk-pneumonia-ganda/8003855.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/paus-fransiskus-merespons-positif-pengobatan-untuk-pneumonia-ganda/8003855.html</guid>            
            <pubDate>Sun, 09 Mar 2025 06:24:43 +0700</pubDate>
            <category>Religi</category><category>Dunia</category><author>voaindonesia@voanews.com (Associated Press)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/a5ca1245-5724-4afd-a1b2-387eed789c85_cx0_cy10_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Genap 3 Minggu Dirawat di Rumah Sakit, Paus Fransiskus Masih Lemah Tapi Stabil</title>
            <description>Vatikan mengatakan Paus Fransiskus yang berusia 88 tahun itu tidur nyenyak semalam dan bangun pada Jumat pagi tepat setelah pukul 08.00. </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/genap-3-minggu-dirawat-di-rumah-sakit-paus-fransiskus-masih-lemah-tapi-stabil/8003065.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/genap-3-minggu-dirawat-di-rumah-sakit-paus-fransiskus-masih-lemah-tapi-stabil/8003065.html</guid>            
            <pubDate>Sat, 08 Mar 2025 11:00:15 +0700</pubDate>
            <category>Religi</category><category>Berita</category><category>Dunia</category><author>voaindonesia@voanews.com (Associated Press)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/32caf6ed-6942-4192-b223-b23196961ad4_cx0_cy10_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Paus Kirim Pesan Audio Pertama Sejak Dirawat di Rumah Sakit</title>
            <description>Roma, Italia  — Paus Fransiskus pada hari Kamis (6/3) mengirimkan pesan audio pertamanya sejak dirawat di rumah sakit karena pneumonia ganda hampir tiga minggu lalu. Ia menyampaikan rasa terima kasih “dari lubuk hati saya” kepada para simpatisan di seluruh dunia yang telah memberikan dukungan mereka.


Pesan singkat dua baris yang direkam dari Rumah Sakit Gemelli di Roma pada hari Kamis itu diperdengarkan kepada umat di Lapangan Santo Petrus di Vatikan yang telah berkumpul untuk pembacaan doa rosario setiap malam.


“Saya berterima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam atas doa-doa Anda di Lapangan untuk kesehatan saya,” kata Paus, yang berbicara dalam bahasa aslinya, Spanyol, dan berhenti sejenak setiap beberapa kata untuk mengambil napas dalam-dalam. “Semoga Tuhan memberkati kalian dan Bunda Maria melindungi kalian. Terima kasih.”


Pesan audio itu datang tak lama setelah Vatikan mengatakan Paus tetap stabil pada hari Kamis dan tidak mengalami episode baru krisis pernapasan.


Sebagai tanda kemajuan sementara Paus berusia 88 tahun itu melanjutkan perawatan, para dokter mengatakan mereka tidak akan mengeluarkan buletin kesehatan lagi hingga Sabtu, “mengingat stabilitas gambaran klinisnya.”


Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit Gemeli di Roma pada 14 Februari karena infeksi pernapasan yang parah yang memerlukan perawatan terus menerus.




Dalam info medis rinci terbaru mengenai kondisinya, Vatikan mengatakan Paus tidak mengalami demam dan hasil tes daerahnya tetap stabil.


Meskipun menghentikan pembacaan informasi harian mengenai kondisinya, para dokter terus menyebut prognosis Paus “diwaspadai,” yang berarti ia belum terlepas dari bahaya.


Nada pembaruan dari Vatikan terdengar lebih optimistis dalam beberapa hari ini, menyusul apa yang disebut sebagai dua episode “insufisiensi pernapasan akut” pada hari Senin. Pada hari Kamis, Vatikan mengatakan Paus dapat bekerja di antara waktu menjalani perawatan dan waktu istirahatnya.


Vatikan juga mengatakan Paus, yang menggunakan kursi roda dalam beberapa tahun terakhir karena nyeri lutut dan punggung, telah melanjutkan terapi fisik untuk membantu mobilitas, Terapi tersebut dimulai pada hari Rabu lalu.


Episode pernapasan pada hari Senin lalu mengharuskan Paus Fransiskus menggunakan ventilasi mekanis noninvasif, yang melibatkan pemasangan masker di wajah untuk membantu mendorong udara masuk ke paru-paru. Paus sekarang hanya menggunakan ventilasi pada malam hari, kata Vatikan. Pada siang hari, ia menerima oksigen melalui selang kecil di bawah hidungnya.


Paus Fransiskus tidak terlihat di depan umum sejak masuk rumah sakit. Ini adalah periode terlama ia absen dari hadapan umum sejak masa kepausannya dimulai 12 tahun silam. Para dokter belum mengatakan berapa lama perawatan terhadapnya akan berlangsung.


Paus, yang dikenal suka bekerja hingga kelelahan, terus bekerja di rumah sakit. Pada hari Kamis, Vatikan mengumumkan pengangkatan dua uskup yang akan memerlukan persetujuannya.


Paus telah beberapa kali jatuh sakit selama dua tahun terakhir dan rentan terkena infeksi paru karena ia menderita radabg selaput dada sewaktu muda dan sebagian dari salah satu paru-parunya telah diangkat.


Pneumonia ganda merupakan infeksi serius pada kedua paru-paru yang dapat menimbulkan peradangan dan jaringan parut, membuat seseorang sulit bernapas. [uh/ab/lt/ka]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/paus-kirim-pesan-audio-pertama-sejak-dirawat-di-rumah-sakit/8002016.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/paus-kirim-pesan-audio-pertama-sejak-dirawat-di-rumah-sakit/8002016.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 07 Mar 2025 08:15:37 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>Religi</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/8602cd38-e9f0-4c4f-9f0e-d36aed75d2c1_cx0_cy10_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Vatikan: Paus Fransiskus Stabil, Info Kesehatan Harian akan Dihentikan</title>
            <description>Vatikan  — Paus Fransiskus, yang berjuang melawan pneumonia selama hampir tiga pekan, masih dalam keadaan stabil pada hari Kamis dan tidak mengalami episode krisis pernapasan baru, kata Vatikan.


Sebagai tanda kemajuan sementara Paus berusia 88 tahun itu melanjutkan perawatan, para dokter mengatakan mereka tidak akan mengeluarkan buletin kesehatan lagi hingga Sabtu, “mengingat stabilitas gambaran klinisnya.”


Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit Gemeli di Roma pada 14 Februari karena infeksi pernapasan yang parah yang memerlukan perawatan terus menerus.


Dalam info medis rinci terbaru mengenai kondisinya, Vatikan mengatakan Paus tidak mengalami demam dan hasil tes darahnya tetap stabil. Meskipun menghentikan pembacaan informasi harian mengenai kondisinya, para dokter terus menyebut prognosis Paus “diwaspadai,” yang berarti ia belum terlepas dari bahaya.


Nada pembaruan dari Vatikan terdengar lebih optimistis dalam beberapa hari ini, menyusul apa yang disebut sebagai dua episode “insufisiensi pernapasan akut” pada hari Senin.


Pada hari Kamis, Vatikan mengatakan Paus dapat bekerja di antara waktu menjalani perawatan dan waktu istirahatnya.


Vatikan juga mengatakan Paus, yang menggunakan kursi roda dalam beberapa tahun terakhir karena nyeri lutut dan punggung, telah melanjutkan terapi fisik untuk membantu mobilitas, Terapi tersebut dimulai pada hari Rabu lalu.




Episode pernapasan pada hari Senin lalu mengharuskan Paus Fransiskus menggunakan ventilasi mekanis noninvasif, yang melibatkan pemasangan masker di wajah untuk membantu mendorong udara masuk ke paru-paru.


Paus sekarang hanya menggunakan ventilasi pada malam hari, kata Vatikan. Pada siang hari, ia menerima oksigen melalui selang kecil di bawah hidungnya.


Paus Fransiskus tidak terlihat di depan umum sejak masuk rumah sakit. Ini adalah periode terlama ia absen dari hadapan umum sejak masa kepausannya dimulai 12 tahun silam. Para dokter belum mengatakan berapa lama perawatan terhadapnya akan berlangsung.


Paus, yang dikenal suka bekerja hingga kelelahan, terus bekerja di rumah sakit. Pada hari Kamis, Vatikan mengumumkan pengangkatan dua uskup yang akan memerlukan persetujuannya.


Paus telah beberapa kali jatuh sakit selama dua tahun terakhir dan rentan terkena infeksi paru karena ia menderita radang selaput dada sewaktu muda dan sebagian dari salah satu paru-parunya telah diangkat.


Pneumonia ganda merupakan infeksi serius pada kedua paru-paru yang dapat menimbulkan peradangan dan jaringan parut, membuat seseorang sulit bernapas. [uh/ab]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/vatikan-paus-fransiskus-stabil-info-kesehatan-harian-akan-dihentikan/8001609.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/vatikan-paus-fransiskus-stabil-info-kesehatan-harian-akan-dihentikan/8001609.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 07 Mar 2025 05:54:41 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>Dunia</category><category>Religi</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/53f017c1-de4e-4512-b180-0b1871e382ce_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Kangen “Tahu Bulat” Hingga Latihan Jadi Muazin: Diaspora Indonesia di Philadelphia Sambut Ramadan</title>
            <description>Sebagai kota yang menjadi rumah bagi banyak diaspora Indonesia di Amerika, ada banyak titik yang menjadi tujuan diaspora berkumpul selama Ramadan di Philadelphia, Pennsylvania. Jurnalis VOA Rivan Dwiastono mengunjungi beberapa tempat tersebut untuk menangkap suasana menyambut Ramadan di sana.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/kangen-tahu-bulat-hingga-latihan-jadi-muazin-diaspora-indonesia-di-philadelphia-sambut-ramadan/7998860.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/kangen-tahu-bulat-hingga-latihan-jadi-muazin-diaspora-indonesia-di-philadelphia-sambut-ramadan/7998860.html</guid>            
            <pubDate>Thu, 06 Mar 2025 00:45:34 +0700</pubDate>
            <category>Indonesia di Amerika</category><category>Berita</category><category>Gaya Hidup</category><category>Religi</category><category>Cakrawala Ramadan</category><author>voaindonesia@voanews.com (Rivan Dwiastono)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/b2fbb0dd-9213-4124-8ffe-08dd5b02d8d7_cx7_cy10_cw78_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Absen Perayaan Prapaskah, Paus Fransiskus &apos;Beristirahat dengan Baik&apos;</title>
            <description>Paus Fransiskus telah melewati hari yang tenang tanpa serangan, tetapi tidak memimpin misa Rabu Abu yang menandai masa Prapaskah.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/absen-perayaan-prapaskah-paus-fransiskus-beristirahat-dengan-baik-/7998404.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/absen-perayaan-prapaskah-paus-fransiskus-beristirahat-dengan-baik-/7998404.html</guid>            
            <pubDate>Wed, 05 Mar 2025 19:47:25 +0700</pubDate>
            <category>Dunia</category><category>Berita</category><category>Religi</category><author>voaindonesia@voanews.com (AFP)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/d0f8852d-0e9e-4df2-b9b8-786fe9a72bfd_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Paus Alami Krisis Pernapasan Lagi, Umat Katolik Berdoa Bersama di Vatikan</title>
            <description>Vatikan  — Umat Katolik dari seluruh dunia berkumpul di Lapangan Santo Petrus di Roma pada hari Selasa (4/3) untuk berdoa bagi Paus Fransiskus yang sedang sakit di tengah kemunduran dalam kesehatannya akibat penyakit pernapasan.


Vatikan mengatakan pada hari Senin bahwa dokter di Rumah Sakit Gemelli Roma mengeluarkan sejumlah besar cairan dari paru-paru Sri Paus.


Paus Fransiskus tetap dalam keadaan sadar dan berorientasi selama prosedur tersebut. Ia telah kembali menggunakan ventilator non-invasif.


Dia telah berjuang melawan pneumonia ganda dan infeksi pernapasan kompleks sejak tanggal 14 Februari.


Rawat inap kali ini adalah yang terlama sejak kepausannya dimulai pada Maret 2013.




Ditanya tentang kemungkinan pengunduran diri Paus Fransiskus karena kondisinya, seorang umat dari Macerata, Italia, mengatakan, “Menurut saya dia tidak akan mengundurkan diri. Biasanya, semangat Jesuit menolak untuk berhenti. Saya pikir dia akan melanjutkan (tugasnya).”


Vatikan mengatakan Paus tidur sepanjang malam Senin-Selasa dan terus beristirahat.


Laporan medis lengkap tentang kondisinya diperkirakan akan disampaikan pada Selasa malam.


Paus Fransiskus rentan terhadap infeksi paru-paru setelah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-parunya saat ia masih muda. [lt/ab]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/paus-alami-krisis-pernapasan-lagi-umat-katolik-berdoa-bersama-di-vatikan/7998222.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/paus-alami-krisis-pernapasan-lagi-umat-katolik-berdoa-bersama-di-vatikan/7998222.html</guid>            
            <pubDate>Wed, 05 Mar 2025 09:20:55 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>Dunia</category><category>Religi</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/332d50e7-aa82-44b8-8e96-08dd5b02d8d7_cx0_cy10_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Sambut Ramadan, Komunitas Masjid Indonesia di Los Angeles Berbagi Bingkisan dengan Tetangga</title>
            <description>Menyambut Ramadan, komunitas masjid Indonesia, At Thohir, di Los Angeles, California, bersilaturahmi dengan tetangga sekitar. Layaknya bertamu, mereka membawa bingkisan istimewa khas Indonesia.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/sambut-ramadan-komunitas-masjid-indonesia-di-los-angeles-berbagi-bingkisan-dengan-tetangga/7997544.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/sambut-ramadan-komunitas-masjid-indonesia-di-los-angeles-berbagi-bingkisan-dengan-tetangga/7997544.html</guid>            
            <pubDate>Wed, 05 Mar 2025 08:05:36 +0700</pubDate>
            <category>Indonesia di Amerika</category><category>Isu Sosial</category><category>Religi</category><category>Cakrawala Ramadan</category><author>voaindonesia@voanews.com (Dhania Iman, Ariadne Budianto, Irfan Ihsan)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/61c02ded-26c5-469d-a508-08dd5afe0892_cx3_cy1_cw93_w800_h450.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Sampaikan Pesan Ramadan, Trump Tegaskan Tekad Tegakkan Kebebasan Beragama</title>
            <description>Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Senin (3/3) mengawali pesan Ramadan dengan menyampaikan “salam hangat untuk bulan suci, waktu yang suci untuk berpuasa, berdoa dan berkumpul bersama.” 


Trump mengatakan bulan puasa ini merupakan “waktu untuk menarik harapan, keberanian, dan inspirasi untuk menjalani kehidupan yang suci dan baik.”


Secara khusus Trump menegaskan kembali komitmen pemerintahnya untuk “menegakkan kebebasan beragama yang merupakan bagian tak terpisahkan dari cara hidup warga Amerika.”   


Ditambahkannya, “Di atas segalanya, kami memperbarui tekad kami untuk membangun masa depan yang damai, dan mengakui martabat yang terpatri dalam setiap jiwa manusia.”


Trump mengakhiri pesannya dengan menyampaikan harapan terbaiknya pada “sebuah musim yang penuh sukacita untuk merenungkan rahmat Tuhan yang tak terbatas dan kasih-Nya yang tak terbatas.”  [em/jm]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/sampaikan-pesan-ramadan-trump-tegaskan-tekad-tegakkan-kebebasan-beragama/7995914.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/sampaikan-pesan-ramadan-trump-tegaskan-tekad-tegakkan-kebebasan-beragama/7995914.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 04 Mar 2025 06:45:26 +0700</pubDate>
            <category>Pemerintahan Baru Donald Trump</category><category>Amerika Serikat</category><category>Isu Sosial</category><category>Religi</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/2dccabaa-3dae-454c-8657-3213eeed5207_cx0_cy1_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Paus Absen dalam Doa Angelus Mingguan, Peziarah Kecewa</title>
            <description>Vatikan  — Paus Fransiskus pada hari Minggu (2/3) dijenguk oleh sekretaris negara Vatikan sementara ia melanjutkan pemulihannya dari pneumonia ganda – infeksi yang menyerang paru-paru secara bersamaan. Namun, Paus kembali absen dalam pemberian berkat pada Minggu tengah hari dan menghindari penampilan di depan umum, meski pun singkat, di rumah sakit.


Vatikan malah membagikan pesan Paus di mana ia berterima kasih kepada para dokternya atas perawatan mereka dan orang-orang yang mendoakannya, dan kembali berdoa untuk perdamaian di Ukraina dan tempat lainnya.


“Dari sini, perang tampak semakin absurd,” kata Paus Fransiskus dalam pesannya, yang ia susun dalam beberapa hari terakhir dari rumah sakit Gemelli, kata Vatikan. Paus Fransiskus mengatakan ia menjalani rawat inapnya di rumah sakit sebagai pengalaman solidaritas yang kuat dengan orang-orang yang sakit dan menderita di berbagai tempat.


“Saya merasakan di dalam hati ‘berkat’ yang tersembunyi di dalam kelemahan ini, karena persis dalam momen-momen inilah kita belajar untuk lebih percaya lagi kepada Tuhan,” kata Paus Fransiskus dalam pesannya.


“Pada saat bersamaan, saya berterima kasih kepada Tuhan karena memberi saya kesempatan untuk turut merasakan kondisi tubuh dan jiwa dari begitu banyak orang yang sakit dan menderita.”




Para peziarah terus berdatangan dari seluruh dunia untuk melewati Pintu Suci di Vatikan sebagai bagian dari perayaan tahun Yubelium.


Anna Ayala datang dari Oviedo, Spanyol, dan sangat kecewa karena mereka tidak dapat melihat Paus Fransiskus.


“Sayang sekali. Kami datang berziarah dari Asturias untuk ambil bagian dalam Yubelium Harapan. Kami benar-benar berharap akan bertemu dengannya,” katanya.


“Ia adalah sosok yang penting, sosok yang peziarah rasakan perlu didekati,” kata Pierluigi Crescentini, yang mengunjungi Vatikan bersama dengan keluarganya dan mengaku berasal dari Viterbo, yang dulu dikenal sebagai kota para Paus.


Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit sejak 14 Februari, untuk menjalani perawatan karena bronchitis.


Ia belum pernah terlihat lagi di depan umum sejak saat itu karena ia terus berjuang untuk melawan pneumonia. [uh/ab]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/paus-absen-dalam-doa-angelus-mingguan-peziarah-kecewa/7994751.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/paus-absen-dalam-doa-angelus-mingguan-peziarah-kecewa/7994751.html</guid>            
            <pubDate>Mon, 03 Mar 2025 07:23:38 +0700</pubDate>
            <category>Religi</category><category>Eropa</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/0379ac96-3b85-4c1f-ee04-08dd4a81f35f_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Muslim di Belahan Dunia Berbeda Sambut Ramadan dengan Berbagai Tradisi </title>
            <description>Ramadan disambut berbagai tradisi yang menunjukkan kesiapan masyarakat akan datangnya bulan yang diyakini Muslim sebagai penuh keberkahan dan kebaikan. </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/muslim-di-belahan-dunia-berbeda-sambut-ramadan-dengan-berbagai-tradisi-/7994470.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/muslim-di-belahan-dunia-berbeda-sambut-ramadan-dengan-berbagai-tradisi-/7994470.html</guid>            
            <pubDate>Mon, 03 Mar 2025 04:29:29 +0700</pubDate>
            <category>Religi</category><category>Gaya Hidup</category><category>Dunia</category><author>voaindonesia@voanews.com (Karlina Amkas)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/01000000-0aff-0242-3bff-08dc4a819740_cx0_cy5_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Kondisi Medis Paus Fransiskus Alami Kemunduran Baru</title>
            <description>Paus Fransiskus mengalami kemunduran pada Jumat (28/2) saat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Gemelli di Roma selama dua minggu terakhir.


Vatikan mengatakan bahwa Paus mengalami &quot;insiden pernapasan terisolasi&quot; yang menyebabkan dia menghirup muntahnya sendiri, yang memerlukan ventilasi mekanis non-invasif.


Francis, yang berusia 88 tahun, dalam keadaan sadar selama terapi tersebut dan mampu bekerja sama serta berpartisipasi dalam gerakan yang diperlukan untuk pemulihannya.




Vatikan mengatakan bahwa paus tetap &quot;waspada dan sangat fokus.&quot;


Berita tentang komplikasi pada Jumat mengikuti laporan tentang perbaikan kondisi medis Francis selama tiga hari.


Vatikan juga mengumumkan pada Jumat bahwa Fransiskus tidak akan memimpin misa Rabu Abu pada minggu depan yang menandai dimulainya masa Prapaskah menuju Hari Minggu Paskah. Seorang pejabat senior Vatikan akan menggantikan posisi Paus.




Tim Dokter mengatakan pada Kamis (27/2) bahwa &quot;prognosis Francis tetap dijaga,&quot; yang menunjukkan bahwa mereka memperkirakan Paus belum keluar dari &apos;kondisi bahaya&apos;.


Paus Fransiskus menghabiskan Kamis pagi dengan dalam terapi pernapasan. Kemudian, dia berdoa di kapel pribadinya di Rumah Sakit Gemelli, di mana dia juga menerima Ekaristi. Setelah itu, paus melanjutkan sejumlah pekerjaan Vatikan.




Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik, dirawat di Gemelli pada 14 Februari dengan kasus bronkitis yang memburuk dengan cepat menjadi pneumonia ganda. Rawat inap saat ini adalah yang terlama selama masa kepausannya. Kesehatan Paus rentan terhadap infeksi paru-paru, karena pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru ketika masih muda.


Beberapa umat Katolik yang taat, melakukan perjalanan ke Roma untuk melihat Vatikan dan mungkin bertemu paus telah mengubah rencana mereka. Sekarang, mereka sedang berdoa di luar rumah sakit agar Paus pulih seperti sedia kala dari komplikasi.


Fransiskus resmi menjadi Paus pada 2013 ketika pendahulunya, Paus Benediktus XVI, mengundurkan diri.


Beberapa informasi untuk berita ini berasal dari Associated Press, AFP, dan Reuters.

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/kondisi-medis-paus-fransiskus-alami-kemunduran-baru/7993107.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/kondisi-medis-paus-fransiskus-alami-kemunduran-baru/7993107.html</guid>            
            <pubDate>Sat, 01 Mar 2025 07:26:12 +0700</pubDate>
            <category>Dunia</category><category>Eropa</category><category>Religi</category><author>voaindonesia@voanews.com (VOA)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/b76b1e8a-a2f4-405c-ed04-08dd4a81f35f_cx15_cy15_cw65_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Pemerintah, NU Tetapkan Puasa Ramadan Jatuh pada 1 Maret 2025</title>
            <description>Tahun ini, pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama sama-sama menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/pemerintah-nu-tetapkan-puasa-ramadan-jatuh-pada-1-maret-2025/7991473.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/pemerintah-nu-tetapkan-puasa-ramadan-jatuh-pada-1-maret-2025/7991473.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 28 Feb 2025 20:23:52 +0700</pubDate>
            <category>Indonesia</category><category>Religi</category><author>voaindonesia@voanews.com (VOA)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/b439e3a0-5365-4314-00d6-08dd4a817621_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Vatikan: Kondisi Kesehatan Paus Terus Membaik</title>
            <description>Sejumlah jemaat yang telah melakukan perjalanan ke Roma untuk melihat Vatikan dan Paus telah mengubah rencana mereka dan sekarang mendoakan Paus dari luar Rumah Sakit Gemelli agar dia sembuh total.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/vatikan-kondisi-kesehatan-paus-terus-membaik/7991238.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/vatikan-kondisi-kesehatan-paus-terus-membaik/7991238.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 28 Feb 2025 13:18:43 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>Religi</category><category>VOA Headline News</category><author>voaindonesia@voanews.com (VOA)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/1d3960b2-b60a-4542-0412-08dd4a817621_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        </channel></rss>