Tautan-tautan Akses

Warga Montenegro Protes Penahanan Pendeta


Polisi Montenegro bentrok dengan para demonstran di Niksic, 13 Mei 2020.

Demonstran di Montenegro kembali turun ke jalan-jalan hari Kamis (13/5), satu hari setelah polisi menangkap puluhan pengunjuk rasa yang menuntut pembebasan pendeta-pendeta yang ditahan setelah memimpin prosesi keagamaan yang mengabaikan aturan-aturan lockdown.

Para demonstran bentrok dengan polisi pada protes hari Rabu (12/5) terkait penahanan delapan pendeta Gereja Ortodoks Serbia yang menghadapi dakwaan melanggar peraturan kesehatan.

Pihak berwenang menyatakan 26 polisi cedera dalam bentrokan di kota Niksic dan Pljevlja. Seorang polisi masih dirawat di rumah sakit.

PM Montenegro Dusko Markovic mengecam bentrokan itu dalam pernyataan yang ditayangkan televisi pada hari Kamis (14/5).

PM Montenegro Dusko Markovic. (Foto: dok).
PM Montenegro Dusko Markovic. (Foto: dok).

"Semua yang telah kita capai dalam pekerjaan penuh pengabdian dan menahan diri bersama selama tiga bulan terakhir ini dipertanyakan," kata Markovic. "Kami khawatir dalam 10 hari ini kita akan kembali pada situasi yang sama seperti dua bulan lalu dengan ancaman dan konsekuensi besar terhadap kesehatan dan nyawa Anda semua. Tidak ada penjelasan atau justifikasi yang masuk akal untuk perilaku seperti itu," tegasnya.

Para pendeta itu memimpin prosesi hari Selasa yang dihadiri ribuan orang tanpa mengenakan masker atau menghormati aturan menjaga jarak.

Di Serbia ratusan orang juga berkumpul di ibu kota, Beograd, untuk menuntut pembebasan delapan pendeta. Larangan berkumpul dalam jumlah besar di Montenegro masih berlaku, sebagai salah satu langkah untuk membendung penyebaran virus corona. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG