Tautan-tautan Akses

Walau Serangan Teror Turun Drastis, Pakistan Belum Bebas dari Kesulitan 


Ledakan bom di Peshawar, Pakistan, 29 September 2013. (Foto: dok). Jumlah serangan teror di Pakistan menurun drastis lebih dari 85 persen dalam satu dekade terakhir.

Jumlah serangan teror di Pakistan menurun drastis lebih dari 85 persen dalam satu dekade terakhir. Ini merupakan statistik yang menggembirakan bagi Pakistan namun berisiko tidak terlihat karena kekhawatiran internasional terhadap upaya Pakistan dalam membatasi pendanaan aksi teror dan aktivitas militan yang masih tersisa, yang dapat menjadi ujian bagi perdamaian dengan negara tetangga Afghanistan pada masa depan.

Angka yang disusun oleh lembaga penelitian Pakistan itu mendapati serangan teror turun hampir dari 2.000 kasus pada tahun 2009 menjadi kurang dari 250 kasus pada tahun 2019, penurunan stabil dari pemberantasan aksi teror jangka panjang.

Namun sebuah kelompok pemantau internasional yang berbasis di Perancis pada bulan Oktober mengatakan Pakistan belum cukup melakukan banyak hal untuk menghentikan pendanaan aksi teror.

Kelompok itu akan bertemu bulan depan untuk memutuskan apakah status Pakistan seharusnya diturunkan dari “abu-abu” menjadi “hitam” sama dengan Iran dan Korea Utara, sebuah langkah yang dapat menimbulkan tantangan bagi perekonomian Pakistan.

Jika masuk dalam daftar hitam, setiap transaksi keuangan yang dilakukan oleh Pakistan akan diawasi dengan ketat. Melakukan bisnis dengan Pakistan dapat membawa kerugian dan melalui proses yang rumit.

Pejabat Pakistan mengatakan, mereka berupaya untuk memenuhi permintaan kelompok pemantau itu dan menghindari masuk dalam daftar hitam pada pertemuan penting di Paris pada bulan Februari. [lj/lt]

XS
SM
MD
LG