Tautan-tautan Akses

Trump: Sikap AS terhadap Assad dan Suriah Berubah


President AS Donald Trump memberikan tanggapan soal serangan di Suriah dalam konferensi pers bersama Raja Yordania Abdullah II di Taman Mawar Gedung Putih, Washington, 5 April 2017. (AP Photo/Susan Walsh)

Hanya beberapa hari setelah menyatakan bahwa penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad bukan “prioritas,” Gedung Putih pekan ini mengisyaratkan bahwa pemerintah AS bisa mengambil tindakan militer lebih lanjut di negara yang dilanda perang itu.

Wartawan VOA Bill Gallo melaporkan kemungkinan perubahan kebijakan itu menyusul dugaan serangan senjata kimia yang menewaskan puluhan orang di Suriah utara. Selengkapnya disampaikan Adriana Sembiring.

Berbagai tayangan televisi menunjukkan anak-anak Suriah menggeliat kesakitan, sementara kru darurat berusaha menolong mereka. Peristiwa itu memicu kecaman di seluruh dunia.... termasuk oleh Presiden AS Donald Trump.

“Saya memberitahu Anda bahwa serangan terhadap anak-anak kemarin berdampak besar pada saya. Dampak besar. Itu mengerikan, hal yang mengerikan,” kata Presiden Trump.

Berbicara di samping Raja Yordania Abdullah, Trump mengatakan serangan itu begitu mengerikan sehingga dia memikirkan kembali pendekatannya terhadap Suriah.

“Ini sangat sangat mungkin, dan saya memberitahu Anda itu sudah terjadi, bahwa sikap saya terhadap Assad dan Suriah telah berubah sangat banyak,” lanjutnya.

Tapi apa artinya, tidak jelas. Trump selama ini enggan untuk terlibat dalam pertempuran yang sudah berlangsung enam tahun untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Baru minggu lalu, pejabat pemerintah Trump mengatakan mengusir Assad tidak lagi menjadi prioritas AS.

Pada pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB hari Rabu (5/4), ada perubahan nada ketika Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengangkat gambar anak-anak Suriah yang tewas dalam serangan itu, dan mengisyaratkan Amerika Serikat mungkin akan bertindak sendiri.

“Ketika PBB secara konsisten gagal dalam tugasnya untuk bertindak secara kolektif, ada saat-saat dalam kehidupan negara di mana kita terpaksa mengambil tindakan kita sendiri," kata Nikki Haley.

Namun keputusan Rusia untuk membela sekutunya, Suriah, mungkin membatasi pilihan Trump.

Dan sikap keras saja tidak akan mengubah situasi, kata Sam Wyman, mantan pejabat CIA di Suriah, yang berbicara kepada VOA melalui Skype.

“Perhitungan di Suriah harus berubah jika kita ingin suatu penyelesaian. Dan itu berarti ISIS harus pergi, atau Assad harus pergi, atau pemberontakan ini harus pergi, atau Rusia harus keluar, atau kita harus keluar. Harus ada beberapa perubahan dalam perhitungan. Sekarang secara efektif itu mengalami kebuntuan,” kata Sam Wyman, wakil kepala Jefferson Waterman International.

Sementara Trump sendiri sudah biasa tidak memberitahu media tentang keputusan berikutnya. Ditanya Rabu apa yang akan dilakukannya untuk menanggapi serangan itu, dia hanya berkata, “Lihat saja nanti.” [as]

XS
SM
MD
LG